Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Burke Museum, Nama Burke untuk Menghormati seorang Hakim
Burke Museum (commons.wikimedia.org/Guywelch2000/CC BY-SA 4.0)
  • Burke Museum berdiri sejak 1885 oleh mahasiswa pecinta alam dan resmi dinamai untuk menghormati Judge Thomas Burke pada 1962, kini dikelola oleh University of Washington.
  • Pada 2019, museum ini memperkenalkan konsep arsitektur 'Inside-Out' dengan dinding kaca transparan agar pengunjung bisa melihat langsung aktivitas riset para ahli.
  • Burke Museum terkenal dengan fosil 'Tufts-Love Rex' serta memiliki koleksi genetika burung terbesar di dunia, menjadikannya pusat riset utama University of Washington.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di Washington, ada museum tertua di sana yang sangat bersejarah, namanya adalah Burke Museum of Natural History and Culture atau Burke Museum. Burke Museum adalah institusi riset dan pendidikan yang berfokus pada pelestarian serta studi tentang penemuan sejarah alam, salah satunya adalah penemuan fosil dari ribuan tahun yang lalu. Museum ini juga dikelola langsung oleh University of Washington.

Selain berfokus pada penemuan fosil, Burke Museum juga memiliki beberapa fakta unik yang menarik untuk dibahas, lho. Penasaran ada apa saja? Yuk simak berikut ini sampai selesai.

1. Evolusi nama "Burke"

Burke Museum (commons.wikimedia.org/Joe Mabel/CC BY-SA 3.0)

Burke Museum awalnya dibangun oleh sekelompok mahasiswa pecinta alam dan profesor pada tahun 1885 dengan nama Young Naturalists' Society. Mereka memang memiliki dedikasi tinggi terhadap flora dan fauna di wilayah Pasifik Barat Laut yang sebagian besar masih sangat liar, jadi itu salah satu alasan mereka bisa berpikir untuk membangun sebuah museum.

Seiring dengan berjalannya waktu, koleksi yang didapat oleh sekelompok remaja ini akhirnya diakui oleh pemerintah dan dipindahkan ke area kampus University of Washington untuk dikelola lebih intens secara profesional. Nama "Burke" sendiri baru resmi menjadi bagian museum ini pada 1962 sebagai bentuk penghormatan yang diwariskan oleh Caroline McGilvra Burke untuk mengenang suaminya yang bernama Judge Thomas Burke, seorang hakim dan tokoh masyarakat yang berperan penting dalam pembangunan di kota Seattle. Thomas Burke juga menegaskan bahwa Burke Museum adalah institusi akademisi, bukan bagian dari inisiatif para remaja.

2. Konsep yang berbeda dengan museum lainnya

Burke Museum (commons.wikimedia.org/Guywelch2000/CC BY-SA 4.0)

Pada tahun 2019, gedung baru Burke Museum resmi dibuka dengan memperkenalkan konsep arsitektur radikal yang disebut dengan "Inside-Out". Dilansir dari laman KNKX dan The Seattle Times, konsep ini diterapkan dengan memberikan sebuah dinding besar dari kaca yang transparan. Tujuannya adalah agar pengunjung dapat melihat langsung para ahli membersihkan debu fosil dan mengawetkan spesimen hewan terbaru.

Dengan konsep yang diterapkan oleh Burke Museum yang tidak hanya menampilkan banyak koleksi bersejarah, tetapi mereka berharap bisa melakukan interaksi antara para ahli dengan pengunjung untuk melakukan sesi tanya jawab yang rutin terjadwal.

3. Koleksi paleontologi dan database genetika dunia

teknologi canggih 3D yang dimiliki Burke Museum (commons.wikimedia.org/Joe Mabel/CC BY-SA 3.0)

Burke Museum adalah salah satu museum di Washington yang terkenal karena fosil dinosaurusnya, salah satunya adalah "Tufts-Love Rex", sebuah tengkorak Tyrannosaurus rex yang ditemukan pada tahun 2016. Bahkan, berdasarkan informasi dari UW Homepage, penemuan mereka ini dapat mencapai angka 85% keutuhan pada bagian tengkoraknya menurut para ahli paleontolog Burke Museum, angka tersebut adalah langka untuk fosil ukuran predator sebesar dinosaurus. Di Burke Museum juga memiliki teknologi 3D untuk meneliti struktur tulang-tulang dari fosil terdahulu tanpa membuat tulang aslinya cacat.

Selain kehebatannya dalam penemuan fosil dinosaurus, Burke Museum juga sangat berfokus pada koleksi jaringan sayap dan database genetika burung terbesar di dunia. Ribuan sampel dari seluruh penjuru dunia, mereka kumpulkan dalam tempat dengan suhu ekstrem untuk terus menjaga kualitas DNA-nya.

4. Arsitektur bangunan dengan menggunakan kayu pinus yang dimodifikasi

Burke Museum (commons.wikimedia.org/Richard N Horne/CC BY-SA 4.0)

Selain konsep dinding kaca yang transparan, Burke Museum juga tak kalah cerdas dalam gaya arsitektur yang digunakan. Bagian luar dari museum ini dibangun menggunakan kayu pinus yang dimodifikasi menyerupai kayu western red cedar (cedar merah), dirancang untuk menua secara alami dalam jangka yang sangat panjang. Kayu ini juga tidak dicat warna lain agar tidak cepat rusak karena bahan cat itu sendiri.

Selain itu, arsitek dari museum ini juga merancang sistem ventilasi alami untuk memanfaatkan udara dari luar untuk mendinginkan bagian dalam gedung yang biasa menjadi tempat publik. Hal ini memungkinkan adanya efisiensi keuangan yang dikeluarkan untuk membeli terlalu banyak AC.

5. Pusat riset utama University of Washington

salah satu fosil hewan purba di Burke Museum (commons.wikimedia.org/Guywelch2000/CC BY 4.0)

Seperti yang disinggung sebelumnya di awal, Burke Museum telah diambil alih oleh pemerintah untuk menjadi bagian dari University of Washington. Meskipun banyak dikunjungi oleh turis dari seluruh penjuru dunia, fungsi utama dari Burke Museum adalah sebagai laboratorium besar untuk dijadikan objek penelitian dan riset bagi University of Washington.

Adanya koleksi yang begitu banyak, memungkinkan terjadinya ribuan publikasi ilmiah dari riset di museum ini. Jadi, para publik bahkan masyarakat dunia, bisa lebih tahu soal sejarah manusia dan makhluk hidup lainnya yang ada di dunia ini.

Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh Burke Museum. Mulai dari dibangun asal usul nama Burke Museum hingga menjadi pusat riset dan penelitian utama University of Washington. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team