Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
foto Daptrius chimango
foto Daptrius chimango (inaturalist.org/juanjo-jjt)

Intinya sih...

  • Chimango caracara adalah omnivor sejati dengan diet yang variatif, termasuk memakan bangkai, serangga, cacing, tikus kecil, dan bahkan mencuri makanan dari burung lain.

  • Burung ini memiliki adaptasi luar biasa terhadap lingkungan manusia, ditemukan di taman kota, lapangan golf, lahan pertanian, dan kompleks industri.

  • Chimango caracara merupakan burung sosial dengan perilaku koloni bersarang yang kompleks serta memiliki kemampuan berjalan di tanah dan penerbangan yang lincah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di padang rumput yang terbentang luas, pinggiran kota, dan garis pantai Amerika Selatan, melayang dan melangkah dengan percaya diri, sosok burung pemangsa yang adaptif dan mudah dikenali memainkan perannya. Spesies hewan itu adalah Daptrius chimango, yang kini lebih dikenal sebagai chimango caracara.

Sering dianggap sebagai "elang biasa," burung ini justru merupakan kisah sukses ekologis yang luar biasa. Dengan kemampuan beradaptasi yang nyaris tanpa tanding, ia telah menjelma dari pemulung tepi pantai menjadi penduduk perkotaan yang cerdik, mengisi relung yang ditinggalkan spesies lain dan menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap manusia. Mari kita selami kehidupan burung pemangsa yang merakyat, tangguh, dan penuh kejutan ini.

1. Omnivor sejati dengan selera yang luar biasa luas

foto Daptrius chimango (inaturalist.org/graciela_gplp)

Fakta menarik dari Chimango caracara adalah salah satu spesies raptor langka yang benar-benar omnivor. Menu dari spesies burung yang satu ini sangatlah variatif serta mencerminkan sifatnya yang oportunistik. Salah satu daftar menu mereka adalah memakan bangkai (sering terlihat di pinggir jalan), serangga besar, cacing, tikus kecil, kadal, dan anak burung.

Selain itu spesies ini adalah pengumpan yang rajin di tempat sampah, tempat pemotongan hewan, dan pelabuhan ikan. Tak hanya itu beberapa peneliti bahkan melihat spesies ini mematuki buah-buahan, biji-bijian, dan tanaman seperti jagung dan buah ara. Mereka juga dikenal menggali umbi-umbian dari tanah. Yang lebih menarik spesies ini sering mencuri makanan dari burung lain, seperti camar. Fleksibilitas diet ini adalah kunci utama ketahanan dan penyebarannya yang luas.

2. Adaptasi luar biasa terhadap lingkungan manusia

foto Daptrius chimango (inaturalist.org/graciela_gplp)

Jika ada satu burung pemangsa yang paling sukses beradaptasi dengan urbanisasi di Amerika Selatan, itu adalah Chimango. Mereka tidak hanya mentolerir kehadiran manusia, tetapi secara aktif memanfaatkannya. Mereka biasa ditemui di taman kota, lapangan golf, lahan pertanian, dan bahkan kompleks industri.

Spesies ini telah belajar mengais sisa makanan manusia, berburu hama di lahan pertanian, dan bersarang di pohon-pohon pinggir jalan. Adaptasi ini menyebabkan peningkatan populasi dan perluasan wilayah mereka ke daerah-daerah yang baru dibuka.

3. Perilaku sosial yang kompleks dan koloni bersarang

foto Daptrius chimango (inaturalist.org/graciela_gplp)

Berbeda dengan banyak raptor yang teritorial dan soliter, chimango caracara merupakan salah satu burung yang sangat sosial. Spesies ini sering terlihat dalam kelompok besar, baik saat mencari makan di tempat sampah atau saat bertengger bersama.

Yang lebih menarik, mereka kadang-kadang bersarang dalam koloni longgar dengan beberapa pasangan membangun sarang di pohon yang sama atau berdekatan. Ini menunjukkan tingkat toleransi sosial yang tinggi. Mereka juga dikenal vokal, dengan panggilan khas bernada tinggi yang sering terdengar, memperkuat ikatan dalam kelompok.

4. Ahli berjalan di tanah dan penerbang yang lincah

foto Daptrius chimango (inaturalist.org/graciela_gplp)

Spesies yang satu ini memiliki kaki yang relatif panjang dan kuat, menjadikannya pejalan yang sangat baik di tanah. Mereka menghabiskan banyak waktu berjalan atau berlari kecil di padang rumput untuk mengejar serangga atau menggali umbi, perilaku yang tidak umum pada kebanyakan elang.

Di udara, mereka adalah penerang yang lincah dan hemat energi, sering terlihat melayang memanfaatkan termal atau mengepakkan sayap dengan cepat sambil mengais. Kombinasi kemampuan terestrial dan aerial ini memberi mereka keunggulan dalam eksploitasi sumber daya.

5. Dari lambang keterbelakangan menjadi ikon adaptabilitas

foto Daptrius chimango (inaturalist.org/graciela_gplp)

Secara historis, karena kebiasaan pemulung dan keberadaannya yang umum, spesies ini sering diremehkan dan dianggap sebagai "burung inferior" dibanding raptor lain yang lebih megah. Namun, perspektif ilmiah modern justru melihatnya sebagai contoh evolusi dan adaptasi yang sangat sukses.

Dalam ekosistem yang berubah, termasuk yang didominasi manusia, spesialis yang kaku seringkali kalah, sementara generalis seperti Chimango justru berkembang. Spesies ini kini dipandang sebagai indikator ketahanan ekosistem dan simbol kemampuan alam untuk bertahan di tengah perubahan.

Daptrius chimango adalah cermin dari lingkungan yang berubah. Spesies ini mengajarkan kita bahwa dalam dunia satwa, "keumuman" bisa menjadi superpower, dan bahwa kesuksesan tidak selalu tentang menjadi predator puncak yang paling ditakuti, tetapi tentang menjadi yang paling mampu berubah.

Kehadirannya yang akrab di tengah kita—dari pedesaan Patagonia hingga ibu kota Buenos Aires—adalah pengingat tentang betapa erat dan dinamisnya hubungan antara satwa liar dengan lanskap manusia. Melindungi Chimango tidaklah sulit, justru mengajak kita untuk mengelola lingkungan hidup dengan lebih bijaksana, mengurangi sampah, dan menjaga ruang hijau kota.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team