Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Duiker Biru, Anaknya Bergerak 20 Menit setelah Dilahirkan!
Duiker biru (commons.m.wikimedia.org/Bernard Dupont)

Duiker biru merupakan antelop kecil yang sekaligus dinobatkan sebagai spesies duiker terkecil. Panjang tubuhnya hanya mencapai 55-90 cm, tingginya 31-41 cm dengan berat 3.5-9 kilogram. Agar kamu bisa mengenalinya di alam liar, mereka mempunyai mata besar, telinga kecil dengan garis putih serta lubang hidung yang besar. Ekor gelapnya sepanjang 10 sentimer dan memiliki tanduk pendek dan runcing, panjangnya hanya sekitar 5 sentimeter.

Warna tubuhnya sangat bervariasi, lho. Oh iya, duiker biru berada dalam famili Bovidae dengan nama ilmiah Philantomba monticola. Jika kamu tertarik kenalan lebih jauh, fakta berikut ini bisa membantumu!

1. Wilayah penyabaran duiker biru

Duiker biru (commons.m.wikimedia.org/Mahomed Desai)

Penyebaran duiker biru meliputi beberapa negara di bagian barat, selatan dan timur Afrika. Mereka menghuni berbagai habitat hutan mulai dari hutan tua, hutan sekunder dan hutan galeri. Animalia menginformasikan bahwa duiker biru menyukai hutan karena menyediakan tempat berlindung dan sumber makanan yang melimpah. Kamu juga bisa menemukannya di kawasan hutan yang terdegradasi atau hutan yang sedang diregenerasi.

2. Duiker biru hidup berpasangan

Duiker biru (commons.m.wikimedia.org/derekkeats)

Spesies duiker ini cenderung lebih aktif saat siang hari, mereka sangat pemalu dan waspada. Duiker biru hidup berpasangan dan menghuni wilayah jelajah seluas 0.4-0.8 hektar. Mereka akan menandai wilayahnya dengan sekresi dari kelenjar preorbital. Biasanya, mereka menggosokkan kelenjar pre-orbitalnya pada pohon atau batang kayu.

Berdasarkan informasi dari Animal Diverisity, duiker biru juga mempertahankan wilayahnya dengan menunjukkan postur yang disebut 'low-horn presentation'. Banyak penyusup akan melarikan diri, tapi tak jarang juga terjadi pertarungan. Mereka saling menabrakkan tanduk berulang kali dan pertarungan biasa berakhir tanpa cedera, tapi terkadang ada yang mendapatkan luka tusuk.

3. Duiker biru memilih makanan yang rendah selulosa dan pati

Duiker biru (commons.m.wikimedia.org/Bernard Dupont)

Sebagai herbivora, duiker biru banyak mengonsumsi buah-buahan, biji-bijian, bunga dan bahkan jamur matang dan mentah. Mereka merupakan ruminansia tapi rumennya relatif kecil sehingga laju perputaran makanannya cenderung cepat. Karenanya, duiker biru lebih memilih makanan yang rendah selulosa dan pati, sementara kandungan serat dan proteinnya sedang.

Akan tetapi, duiker biru ternyata mampu mencerna makanan yang memiiliki kandungan tanin cukup tinggi. Mereka diketahui menghabiskan waktunya sekitar 67 hingga 76% untuk mencari makan di wilayah jelajahnya.

4. Bagaimana cara berkomunikasi duiker biru?

Duiker biru (commons.m.wikimedia.org/Bernard Dupont)

Cara berkomunikasi duiker biru cukup beragam, lho. Mereka mempunyai beberapa metode untuk mengirimkan pesan bahaya kepada pasangan atau anak-anaknya yaitu melalui vokalisasi dan mengibaskan ekornya. Duiker biru juga akan mendengus, bersiul, memukul benda dengan tanduknya dan menghentakkan kaki.

Hewan ini juga memiliki beberapa kelenjar aroma, tapi yang paling menonjol adalah kelenjar preorbital. Itu sangat penting sebagai alat komunikasi. Selain itu, duiker biru terkadang saling menjilat untuk menunjukan penerimaan sosial.

5. Duiker biru setia pada pasangannya

Duiker biru (commons.m.wikimedia.org/Bernard Dupont)

Sistem perkawinan duiker biru adalah monogami, mereka membentuk hubungan yang berlangsung seumur hidupnya. Musim kawinnya tidak memiliki waktu tertentu, mereka bisa melakukannya kapanpun sepanjang tahun. Masa kehamilan betina berlangsung selama 7 hingga 7.5 bulan dan bisa melahirkan satu bayi.

Menariknya, anak duiker biru bisa bergerak sendiri sekitar 20 menit setelah dilahirkan. Tapi, mereka lebih banyak bersembunyi untuk menghindari bahaya seperti menjadi mangsa dari predator. Betina baru mencapai dewasa reproduktif di usia 8 hingga 13 bulan, sementara betina pada usia 11 hingga 14 bulan.

Menarik, bukan? Keberadaan duiker biru di alam liar terancam oleh perburuan, sebab dagingnya dianggap sebagai sumber nutrisi penting di wilayah penyebarannya. Mereka diklasifikasikan sebagai Least Concern oleh IUCN tapi jumlahnya mengalami penurunan saat ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team