Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Fenomena Alam Hujan Es, Kamu Pernah Mengalaminya?
ilustrasi hujan (pexels.com/@isaac-mitchell)

Sebagai negara yang terletak di garis khatulistiwa, Indonesia secara umum hanya memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan kemarau. Biasanya setiap musim memiliki jadwal dan frekuensinya yang berbeda-beda.

Walau hanya memiliki dua musim, tapi terkadang ada beragam fenomena alam tak biasa yang terjadi. Salah satunya adalah fenomena hujan es yang kerap terjadi, khususnya pada musim pancaroba. Untuk lebih mengenal fenomena alam tersebut, yuk cari tahu lima fakta seputar hujan es di bawah ini.

1. Perbedaan hujan es dan hujan salju

ilustrasi salju (pexels.com/@ekamelev)

Banyak orang yang salah paham saat terjadinya fenomena hujan es. Tidak sedikit orang yang mengira, bahwa hujan es sama dengan hujan salju. Padahal kedua fenomena alam tersebut jelas berbeda, lho.

Dilansir WATE 6 News, National Severe Storms Laboratory (NSSL) pernah mengungkapkan, bahwa hujan es disebabkan dari tetesan air yang membeku pada lapisan udara saat terjatuh. Bahkan jika dilihat lebih dekat pun memang berbeda. Sebab hujan es terdiri dari pecahan es, sementara salju turun dengan butiran yang lebih halus.

2. Penyebab terjadinya hujan es

ilustrasi es (pexels.com/@cheneymediaproductions)

Setiap fenomena alam yang terjadi di Bumi tentunya memiliki penyebab tersendiri. Sama halnya dengan keberadaan hujan es yang juga dipengaruhi dengan penyebab tertentu yang berbeda.

Dilansir National Weather Service, hujan es dapat terjadi ketika lapisan udara membeku dengan ukuran yang sangat tipis. Sementara tetesan air di langit tidak memiliki cukup waktu untuk membeku sempurna pada saat mencapai tanah. Hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya hujan es.

3. Ukuran es yang jatuh

ilustrasi es batu (pexels.com/@pixabay)

Keberadaan hujan es sebetulnya bisa mendatangkan bahaya tersendiri bagi manusia. Alasannya karena memang es yang jatuh bisa saja mengenai area kepala, sehingga menyebabkan cedera.

Dilansir Atmos Illinois Edu, ukuran diameter rata-rata dari es yang jatuh sekitar 55 milimeter. Namun, ukurannya bisa saja berbeda-beda, bahkan tak jarang ada yang berukuran besar, hingga kemudian menyebabkan kerusakan pada rumah.

4. Tanda sebelum terjadinya hujan es

ilustrasi hujan (unsplash.com/@zhenhappy)

Fenomena alam yang terjadi biasanya memiliki tanda-tanda yang bisa diamati sebelumnya. Sama halnya dengan keberadaan hujan es yang juga dapat diprediksi, meski pun mungkin tidak selalu akurat.

Dilansir Legend Boats, hujan es bisa ditandai dengan cuaca yang tak tidak dapat ditebak, seperti tiba-tiba panas dan mendung. Selain itu, perubahan temperatur secara drastis dan arah angin dapat menjadi tanda sebelum terjadinya hujan es. Oleh sebab itu, segera cari tempat aman sebelum hujan es sampai terjadi.

5. Durasi terjadinya hujan es

ilustrasi hujan (unsplash.com/@ewitsoe)

Fenomena alam seperti hujan memang sering kali tidak ada yang bisa memprediksi durasinya. Sama halnya dengan keberadaan hujan es, sehingga tidak ada yang tahu pasti berapa lama fenomena ini bisa berlangsung.

Dilansir National Weather Service, ada pula fenomena hujan es yang sampai berlangsung beberapa jam hingga lebih. Hal ini bisa saja dipengaruhi oleh suhu, cuaca, dan masih banyak lagi faktor penentu lainnya.

Nyatanya memang keberadaan fenomena alam seperti hujan es menyimpan banyak fakta menarik. Semua ini tentunya membuatmu semakin mengenal fenomena alam tersebut. Apakah kamu pernah mengalami hujan es secara langsung?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team