Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hagia Sophia, sebuah monumen bersejarah yang terletak di Istanbul, Turki.
Hagia Sophia, sebuah monumen bersejarah yang terletak di Istanbul, Turki. (unsplash.com/Lewis J Goetz)

Intinya sih...

  • Hagia Sophia mengalami tiga perubahan fungsi utama yang mencerminkan sejarah politik Turki.

  • Kubah "melayang" Hagia Sophia merupakan keajaiban teknik dengan penggunaan pendentif yang unik.

  • Hagia Sophia menggunakan bahan bangunan terbaik dari seluruh dunia, memiliki simbol keindahan spiritual di balik kilau mosaik emas, dan menjadi rumah bagi kucing ikonik bernama Gli.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Istanbul, yang dahulu dikenal sebagai Konstantinopel, merupakan kota terbesar di Turki sekaligus pusat sejarah dan budaya yang unik karena letaknya yang membentang di antara benua Eropa dan Asia. Didirikan sejak abad ke-7, kota yang dihuni lebih dari 15 juta jiwa ini telah menjadi saksi bisu kejayaan berbagai kekaisaran besar—mulai dari Bizantium hingga Ottoman—selama hampir 1.600 tahun. Perjalanan panjangnya sebagai titik temu peradaban dan pusat Jalur Sutra menjadikan Istanbul salah satu kota paling bersejarah dan paling banyak dikunjungi di dunia hingga saat ini.

Keistimewaan Istanbul terpancar dari perpaduan modernitas yang dinamis dengan kemegahan arsitektur masa lalu, seperti pasar tradisional Grand Bazaar hingga ikon legendaris Hagia Sophia. Lebih dari sekadar monumen, Hagia Sophia adalah simbol transisi spiritual dan politik dari era kekaisaran menuju masa kini yang masih berdiri kokoh dengan segala keajaibannya. Lantas, rahasia apa saja yang tersembunyi di balik kubah raksasanya? Mari kita telusuri dalam artikel berikut ini!

1. Mengalami tiga perubahan fungsi utama yang mencerminkan sejarah politik Turki

Mosaik Deesis, salah satu karya seni Bizantium yang ada di Hagia Sophia, Istanbul, Turki. (commons.wikimedia.org/Till Niermann)

Hagia Sophia telah melalui tiga fase pembangunan utama yang dimulai sejak abad ke-4. Gereja pertama dan kedua sempat hancur akibat kerusuhan besar, hingga akhirnya Kaisar Yustinianus I membangun gereja ketiga yang sangat megah pada tahun 537 M. Selama hampir seribu tahun, bangunan ini menjadi pusat Gereja Ortodoks dan tempat penobatan kaisar Bizantium. Namun, sejarahnya berubah pada tahun 1453 saat Sultan Mehmed II menaklukkan Konstantinopel dan mengubahnya menjadi masjid kekaisaran. Di masa Ottoman ini, struktur bangunan diperkuat oleh arsitek legendaris Mimar Sinan dan ditambah dengan empat menara serta berbagai fasilitas Islam lainnya.

Pada tahun 1935, di bawah pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk, Hagia Sophia diubah statusnya menjadi museum sebagai bagian dari sekularisasi Turki. Selama menjadi museum, plester yang menutupi mosaik-mosaik Kristen dikelupas agar bisa dinikmati berdampingan dengan kaligrafi Islam oleh wisatawan dunia. Namun, setelah melalui perdebatan panjang selama bertahun-tahun, pengadilan tinggi Turki akhirnya membatalkan status museum tersebut pada Juli 2020. Di bawah pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Hagia Sophia resmi dikembalikan fungsinya sebagai masjid untuk ibadah umat Muslim, tetapi tetap terbuka bagi pengunjung umum yang ingin mengagumi keajaiban sejarahnya.

2. Keajaiban arsitektur: kubah "melayang"

Bagian dalam kubah Hagia Sophia di Istanbul, Turki. (unsplash.com/Raimond Klavins)

Hagia Sophia merupakan keajaiban teknik yang menggabungkan bentuk bangunan memanjang dengan kubah raksasa berdiameter 32 meter secara unik. Rahasia kekokohan struktur ini terletak pada penggunaan pendentif, yaitu konstruksi segitiga melengkung yang berfungsi menyalurkan beban dari kubah bulat ke sudut-sudut dinding persegi di bawahnya. Teknik inovatif ini memungkinkan kubah utama berdiri megah dengan dukungan dua kubah setengah lingkaran di sisi-sisinya, sehingga menciptakan ruang interior yang luas tanpa terhalang banyak pilar di tengah.

Kubah utama yang menjulang lebih dari 50 meter di atas lantai bangunan ini memberikan pemandangan yang sangat dramatis. Di bawah dasar kubah, terdapat 40 jendela yang dirancang sedemikian rupa agar cahaya matahari masuk dan memenuhi ruangan. Pantulan cahaya yang menembus jendela-jendela tersebut memberikan efek visual yang menakjubkan, seolah-olah atap raksasa tersebut melayang di udara.

3. Menggunakan bahan bangunan terbaik dari seluruh dunia

Omphalion, sebuah area mosaik marmer yang bersejarah di lantai Hagia Sophia, Istanbul, Turki. (commons.wikimedia.org/fusion-of-horizons)

Hagia Sophia merupakan mahakarya arsitektur Bizantium paling signifikan dengan ukuran fantastis, yakni panjang sekitar 82 meter dan lebar 73 meter. Meski denah aslinya hampir berbentuk persegi, suasana di dalamnya terasa seperti persegi panjang yang luas berkat efek atap dari kubah-kubah setengah lingkaran di sisi timur dan barat. Keunikan desainnya yang megah dan rumit menjadikan bangunan ini sebagai standar emas arsitektur pada zamannya. Saking sulit dan istimewanya, tidak ada arsitek Bizantium setelahnya yang mampu meniru kemegahan struktur ini secara identik.

Kemegahan interiornya didukung oleh 104 kolom marmer pilihan yang didatangkan dari lokasi-lokasi bersejarah, seperti Kuil Artemis di Efesus dan Mesir. Setiap sudut dinding dan lantainya dihiasi marmer warna-warni dari Anatolia hingga Afrika Utara, menciptakan perpaduan material dari seluruh penjuru kekaisaran. Walaupun sebagian dekorasi asli dan mosaiknya telah hilang dimakan usia, pilar-pilar yang masih utuh serta ukiran kepala kolom yang sangat detail tetap menjadi bukti nyata mengapa Hagia Sophia diakui sebagai salah satu bangunan terhebat di dunia.

4. Ada simbol keindahan spiritual di balik kilau mosaik emas

Interior Hagia Sophia di Istanbul, Turki. (commons.wikimedia.org/Rabe!)

Hagia Sophia menyimpan koleksi mosaik luar biasa yang menjadi sumber sejarah penting mengenai perkembangan seni Bizantium setelah masa pelarangan ikon (Ikonoklastik). Mosaik-mosaik ini dibuat dengan teknik tinggi, di mana potongan batu kecil dimiringkan dan kubus emas diputar sedemikian rupa untuk menangkap cahaya secara maksimal. Di area yang redup, para seniman bahkan mencampurkan kubus perak ke dalam latar belakang emas agar ruangan tetap terlihat berkilau dan memberikan kesan megah yang tak tertandingi.

Mosaik ini menampilkan pergeseran seni yang lebih menekankan pada garis dan bentuk ikonik yang anggun di atas latar belakang emas yang luas. Contohnya dapat dilihat pada mosaik Bunda Maria dan Bayi Yesus yang dikelilingi hamparan emas, gambar para santo dan uskup suci yang tertata rapi di dinding gereja, serta kaligrafi raksasa bertuliskan nama Allah, Muhammad, dan para Sahabat Nabi. Penataan gambar-gambar suci ini akhirnya menjadi standar dekorasi di gereja-gereja Bizantium abad pertengahan, yang menempatkan figur-figur penting dalam posisi strategis untuk menciptakan suasana spiritual yang kuat bagi siapa pun yang memandangnya.

5. "Gli", sang penjaga Hagia Sophia

Gli, seekor kucing terkenal yang tinggal di Hagia Sophia, Istanbul. (commons.wikimedia.org/Rabe!)

Gli adalah seekor kucing ikonik yang lahir di Hagia Sophia pada tahun 2004 dan menjadi simbol kasih sayang bagi jutaan turis yang berkunjung ke sana. Namanya mulai mendunia setelah momen unik pada tahun 2009, di mana Presiden Barack Obama dan Presiden Recep Tayyip Erdoğan menyempatkan diri untuk mengelusnya saat berkunjung ke bangunan bersejarah tersebut. Ketenaran Gli kembali melonjak ketika status Hagia Sophia berubah menjadi masjid pada tahun 2020, di mana pemerintah Turki menegaskan bahwa Gli akan tetap menjadi penghuni setia di sana meskipun fungsi bangunan telah berganti.

Setelah menghabiskan hampir seluruh hidupnya di dalam kemegahan Hagia Sophia, Gli mengembuskan napas terakhirnya pada 7 November 2020 setelah menjalani perawatan di klinik hewan. Kematian kucing yang sangat dicintai ini mengundang simpati dari berbagai belahan dunia yang merasa kehilangan sosok "penjaga" yang ramah tersebut. Sebagai penghormatan terakhir atas kesetiaannya, Gli dimakamkan dengan layak di taman Hagia Sophia, tempat yang selama 16 tahun telah menjadi rumah dan saksi bisu kehidupannya yang fenomenal.

Hagia Sophia bukan sekadar bangunan megah, melainkan simbol pertemuan peradaban yang terus berdiri kokoh melintasi zaman. Pada tahun 1985, Hagia Sophia ditetapkan sebagai bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO, dalam kesatuan Situs Warisan Dunia yang disebut Kawasan Bersejarah Istanbul, yang mencakup bangunan dan lokasi bersejarah utama lainnya di kota itu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team