Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Hantavirus, Penyakit dari Tikus yang Harus Diwaspadai!
Ilustrasi seekor tikus. (pexels.com/Siegfried Poepperl)
  • Hantavirus kembali jadi sorotan setelah kasus di kapal pesiar MV Hondius, menular dari tikus ke manusia lewat kontak dengan air liur, urine, atau kotoran hewan terinfeksi.
  • Virus ini menyebabkan dua penyakit utama: HPS yang menyerang paru-paru dan HFRS yang menyerang ginjal, keduanya bisa berakibat fatal bila tidak segera ditangani.
  • Belum ada vaksin untuk mencegah Hantavirus, sehingga pencegahan terbaik adalah menjaga kebersihan rumah, menghindari kontak dengan tikus, dan segera periksa ke dokter jika muncul gejala mencurigakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Baru-baru ini, perhatian dunia kesehatan kembali tertuju pada Hantavirus setelah muncul laporan bahwa kapal pesiar MV Hondius terdampak virus ini pada awal Mei 2026. Kejadian ini mengingatkan kita bahwa virus yang biasanya bersembunyi di area terpencil pun bisa muncul di tempat yang tak terduga.

Hantavirus sendiri merupakan bagian dari keluarga virus besar yang bisa memicu penyakit serius, bahkan berujung pada kematian. Penyakit ini termasuk dalam kategori zoonosis, yang artinya ia menular dari hewan ke manusia. Biasanya, infeksi terjadi kalau kita secara gak sengaja melakukan kontak langsung dengan air liur, urine, atau kotoran tikus yang sudah terinfeksi virus tersebut.

Sebenarnya, apa sih Hantavirus itu dan seberapa perlu kita waspada dalam kehidupan sehari-hari? Yuk, langsung saja kita simak pembahasannya dalam artikel ini!

1. Gak menyebar antarmanusia

Ilustrasi seseorang sedang membersihkan buku dengan kemoceng. (pexels.com/RDNE Stock project)

Hantavirus itu sebenarnya gak gampang menular antarmanusia, jadi biasanya kita tertular langsung dari tikus yang membawa virus tersebut. Cara paling umum adalah lewat udara, misalnya saat kita lagi bersih-bersih gudang atau tempat kotor, lalu gak sengaja menghirup partikel debu yang sudah tercampur dengan kotoran, air seni, atau air liur tikus yang terinfeksi. Selain itu, kita juga bisa tertular kalau tangan kita menyentuh benda-benda yang sudah terkena kotoran tikus, lalu setelahnya langsung memegang mulut, hidung, atau mata tanpa cuci tangan pakai sabun dulu.

Penularan lainnya juga bisa terjadi lewat makanan atau minuman yang sudah kotor karena dihinggapi tikus. Walaupun lebih jarang terjadi, virus ini pun bisa masuk ke tubuh kalau kita terkena gigitan atau cakaran langsung dari hewan pengerat tersebut. Jadi, kuncinya adalah selalu menjaga kebersihan tempat tinggal dan pastikan tangan selalu dalam keadaan bersih setelah membereskan area-area yang sekiranya pernah dilewati tikus supaya kita tetap aman. 

2. Punya dua jenis penyakit utama yang menyerang organ berbeda

Ilustrasi penularan Hantavirus dari hewan pengerat ke manusia, khususnya yang menyebabkan HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome). (commons.wikimedia.org/https://www.scientificanimations.com/)

Hantavirus punya dua jenis penyakit utama tergantung di mana lokasi penyebarannya. Pertama ada HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome) yang sering ditemukan di Amerika, penyakit ini menyerang paru-paru dan gejalanya mirip flu seperti demam, lemas, dan nyeri otot, tapi bisa cepat memburuk sampai penderita sesak napas parah karena paru-paru terisi cairan. Jenis kedua adalah HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome) yang lebih banyak di Eropa dan Asia, termasuk Indonesia. Kalau jenis ini lebih menyerang ginjal, ditandai dengan sakit kepala hebat, sakit punggung, hingga muncul ruam kemerahan di wajah atau mata.

Walaupun gejalanya mirip penyakit biasa di awal, kita gak boleh meremehkannya karena keduanya bisa berakibat fatal. Gejala lanjutannya bisa bikin tekanan darah drop drastis sampai gagal ginjal akut. Intinya, kalau kamu merasa demam parah atau sesak napas setelah berurusan dengan tikus, sebaiknya langsung diperiksakan ke dokter karena masa pemulihannya bisa memakan waktu berminggu-minggu.

3. Belum ada vaksin khusus untuk mencegah hantavirus

Ilustrasi mencuci tangan dengan sabun. (pexels.com/Jenny K.)

Karena sampai sekarang belum ada vaksin khusus untuk mencegah Hantavirus, cara paling ampuh adalah dengan menjauhkan diri dari tikus dan menjaga kebersihan rumah. Kamu harus rajin menutup semua celah atau lubang yang bisa jadi jalan masuk tikus ke dalam rumah, pasang perangkap kalau perlu, dan pastikan gudang atau area yang berantakan sering dibersihkan. Hindari menyentuh tikus atau kotorannya secara langsung, dan kalau kamu harus membersihkan area yang kotor, jangan lupa pakai disinfektan supaya kuman-kumannya mati.

Selain menjaga lingkungan, kebersihan diri juga sangat penting agar virus gak masuk ke tubuh. Biasakan untuk selalu cuci tangan pakai sabun setelah beres-beres atau sebelum makan, serta pastikan bahan makanan dan peralatan masak selalu dalam keadaan bersih dan tertutup rapat. Buat kamu yang pekerjaannya sering berhubungan dengan hewan pengerat, pastikan selalu pakai alat pelindung diri (APD) yang lengkap sesuai aturan supaya tetap aman dan gak tertular virus.

4. Jarang terjadi di dunia, tapi cukup mematikan!

Mikrograf elektron dari Hantavirus. (commons.wikimedia.org/Photo Credit: Content Providers(s): CDC/Cynthia Goldsmith)

Sebenarnya infeksi Hantavirus ini termasuk jarang terjadi di dunia, tapi sekalinya kena, efeknya bisa sangat fatal. Di Asia dan Eropa, setiap tahunnya ada sekitar 10.000 sampai 100.000 orang yang tertular, dengan tingkat kematian berkisar antara 1% – 15%. Negara-negara seperti Tiongkok dan Korea Selatan paling sering melaporkan kasus ini, meskipun belakangan jumlahnya mulai menurun berkat penanganan yang lebih baik.

Beda lagi ceritanya di benua Amerika. Meskipun jumlah orang yang tertular lebih sedikit, biasanya hanya ratusan kasus setahun, tapi penyakitnya jauh lebih mematikan. Angka kematian di sana sangat tinggi, bisa mencapai 20% – 40%, bahkan kadang sampai 50%. Itulah sebabnya, meski kasusnya gak sebanyak di Asia, pemerintah di sana tetap sangat waspada karena virus ini dianggap sebagai ancaman kesehatan yang sangat serius.

5. Segera ke dokter jika kamu mengalami gejalanya!

Ilustrasi seseorang sedang flu. (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kalau kamu merasa ada gejala mirip flu atau sesak napas setelah gak sengaja menyentuh tikus atau kotorannya, jangan tunda untuk segera ke dokter. Penyakit ini sangat mirip dengan pneumonia atau flu biasa, tapi bahayanya bisa memburuk dengan sangat cepat. Beritahu dokter kalau kamu habis kontak dengan tikus supaya mereka bisa langsung mengambil tindakan cepat untuk mencegah komplikasi yang lebih parah.

Nantinya, dokter akan melakukan tes darah untuk memastikan apakah ada antibodi atau tanda-tanda virus di tubuhmu. Selain melihat antibodi, dokter juga akan mengecek kondisi sel darah putih, jumlah trombosit yang biasanya turun drastis, serta kadar oksigen dalam darahmu. Buat kamu yang kerjanya berisiko tinggi, seperti petugas pembasmi hama atau tinggal di area banyak tikus, sangat disarankan untuk rajin cek kesehatan secara berkala.

Hantavirus memang terdengar menakutkan karena bisa menyerang paru-paru dan ginjal, tapi penyakit ini sebenarnya bisa kita cegah dengan cara yang sederhana. Kuncinya cuma satu, yaitu jaga kebersihan lingkungan rumah supaya gak jadi sarang tikus dan selalu rajin cuci tangan setelah beres-beres. Kalau kamu merasa badan gak enak setelah kontak dengan area yang banyak tikusnya, jangan ragu untuk segera periksa ke dokter. Yuk, mulai lebih peduli dengan kebersihan sekitar supaya kita dan keluarga tetap sehat dan aman dari ancaman virus ini! 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team