Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
foto Lophophorus impejanus
foto Lophophorus impejanus (inaturalist.org/rinzywangchuk)

Intinya sih...

  • Kemilau logam berasal dari iridesensi bulu, bukan pigmen, menciptakan tampilan "metalik" yang memesona.

  • Himalaya Monal adalah spesialis penggali umbi dengan paruh kuat dan kaki kokoh untuk mengais tanah dan salju.

  • Ritual kawin dramatis dengan tarian matahari, simbol nasional terancam oleh perburuan dan hilangnya habitat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di lereng-lereng berawan dan hutan pegunungan tinggi Himalaya, di antara kabut pagi yang menyibak panorama puncak bersalju, muncul spesies burung cantik yang berjalan di bumi. Spesies burung cantik itu memiliki nama ilmiah Lophophorus impejanus, atau yang lebih dikenal sebagai Himalaya Monal.

Spesies burung ini bukan sekadar unggas; ia adalah simbol nasional Nepal dan Bhutan, serta mahakarya alam yang menyatukan logam, warna pelangi, dan keanggunan dalam satu wujud. Sebagai salah satu burung pegar paling spektakuler di dunia, Monal jantan adalah pertunjukan warna hidup yang memukau, sementara kehidupannya di habitat ekstrem mengisahkan ketangguhan dan adaptasi yang luar biasa. Mari kita menyaksikan kemegahan dan keunikan "burung sembilan warna" dari atap dunia ini.

1. Kemilau logam yang menggoda berasal dari Iridesensi pada bulu

foto Lophophorus impejanus (inaturalist.org/martin53)

Keindahan Himalaya Monal yang legendaris berasal dari fenomena iridesensi pada bulunya. Warna-warna hijau, ungu, tembaga, dan biru yang berkilauan pada tubuh jantan bukan berasal dari pigmen, melainkan dari struktur mikroskopis bulu yang membelokkan cahaya,

Hal ini sangat mirip dengan gelembung sabun atau sayap kupu-kupu. Warna ini berubah-ubah bergantung pada sudut pandang dan cahaya, menciptakan tampilan "metalik" yang memesona. Jambulnya yang panjang dan berumbai menambah kesan keanggunan, terutama saat spesies burung ini mengembangkannya dalam ritual tarian.

2. Spesialis penggali umbi dengan paruh yang kuat

foto Lophophorus impejanus (inaturalist.org/chubzangtangbi)

Di balik penampilannya yang glamor, Himalaya Monal merupakan sosok burung pekerja keras di lantai hutan jika dibandingkan dengan kerabat burungnya. Makanan utama dari spesies ini berupa umbi-umbian, akar, serta rimpang yang terkubur di dalam tanah. Untuk mendapatkannya, spesies ini menggunakan paruhnya yang kuat dan agak melengkung sebagai alat penggali yang efektif.

Kaki Himalaya Monal dirancang kokoh, yang berfungsi untuk mengais serta mencakar tanah dan salju. Pola makan ini menjadikan spesies burung ini, dijuluki sebagai insinyur ekologi penting yang membantu mengaerasi tanah serta menyebarkan biji di ekosistem pegunungan.

3. Ritual kawin yang dramatis

foto Lophophorus impejanus (inaturalist.org/markusm85)

Ritual percumbuan Himalaya Monal merupakan salah satu pertunjukan alam yang sangatlah dramatis. Jantan akan mengejar betina sambil mengembangkan bulu dada dan punggungnya yang berwarna-warni, mengibaskan ekor, dan menari-nari dengan gerakan berputar dan melompat.

Yang paling ikonik dari ritual kawin ini adalah "tari matahari", di mana jantan akan berdiri di tempat terbuka yang diterangi sinar matahari, lalu memutar tubuhnya untuk memantulkan cahaya ke segala arah, memamerkan kilauan bulunya secara maksimal kepada betina. Tarian ini adalah puncak dari seleksi seksual berdasarkan kecantikan fisik.

4. Penghuni ekstrem pegunungan tinggi dengan migrasi vertikal

foto Lophophorus impejanus (inaturalist.org/naturalist23338)

Fakta menarik selanjutnya Himalaya Monal merupakan salah satu spesies burung yang dapat dikategorikan spesies yang tangguh. Spesies ini menghuni hutan pegunungan, padang rumput alpina, dan semak belukar pada ketinggian 2.400 hingga 4.500 meter di atas permukaan laut.

Selain itu Himalaya Monal selalu melakukan migrasi vertikal musiman, yang dilakukan setiap musim panas, mereka naik ke ketinggian lebih tinggi, sementara ketika salju turun lebat di musim dingin, mereka turun ke lembah yang lebih rendah. Adaptasi terhadap suhu dingin, kadar oksigen rendah, dan medan terjal menjadikan mereka simbol ketangguhan Himalaya.

5. Simbol nasional yang terancam oleh perburuan dan hilangnya habitat

foto Lophophorus impejanus (inaturalist.org/naturalist23338)

Sebagai burung nasional Nepal serta burung negara bagian Uttarakhand, India, Himalaya Monal memegang tempat khusus dalam budaya lokal. Namun sangat disayangkan, status ikonik yang dimiliki Himalaya Monal ini tidak sepenuhnya dapat melindunginya dari ancaman kepunahan.

Ancaman utama dari spesies ini salah satunya adalah perburuan liar. Spesies yang satu ini kerap kali diburu untuk diambil bulunya yang indah (digunakan dalam hiasan kepala tradisional) serta dagingnya. Hilangnya habitat juga menjadi salah satu faktor spesies ini terancam, seperti penggembalaan ternak berlebihan, penebangan hutan, dan pembangunan infrastruktur merusak habitat alaminya.

Itulah lima fakta menarik dari Himalaya Monal yang mungkin akan membuat kalian berdecak kagum. Melestarikan Himalaya Monal berarti melindungi seluruh ekosistem pegunungan tinggi yang rapuh, menghormati warisan budaya yang mengaguminya, dan mengekang perburuan serta eksploitasi yang tidak bertanggung jawab. Setiap kilau warnanya di bawah matahari Himalaya adalah janji akan keajaiban alam yang masih tersisa—sebuah janji yang harus kita tepati dengan menjaganya agar terus bersinar untuk generasi mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team