Kalau biasanya kadal identik dengan hewan kecil dengan kemampuan kamuflasenya, kadal yang satu ini justru berbeda. Selain kemampuan kamuflasenya, kadal ini punya kemampuan adaptasi yang tak kalah keren. Kenalin, dia adalah kadal greater short horned (Phrynosoma hernandesi). Punya tubuh pipih dan kepala bertanduk saja tidak cukup untuk menggambarkan keunikan spesies ini. Kadal ini punya kemampuan pertahanan yang benar-benar di luar dugaan, yaitu bisa menyemprotkan darah, lho! penasaran dengan fakta lebih lanjut kadal satu ini? Yuk, langsung aja simak lima fakta menarik kadal greater short horned berikut ini!
5 Fakta Kadal Greater Short Horned, Matanya Bisa Menyemprotkan Darah!

1. Dikenal sebagai horny toads karena penampilannya mirip seperti kodok
Sekilas, penampilan kadal greater short horned memang mirip seperti kodok, bukan? Ia memiliki bentuk tubuh pipih dan kepala lebar lengkap dengan tonjolan tanduk kecil yang membuatnya mirip sekali dengan kodok. Oleh karena itu, kadal ini sering dijuluki sebagai horny toads atau kodok bertanduk. Keberadaan tanduk-tanduk ini bukan tanpa alasan. Tanduk kecil ini memainkan peran penting dalam mekanisme pertahanan terhadap predator yang membuat kadal ini tampak sulit untuk dimakan. Penampilan tubuhnya bisa berwarna abu-abu, kekuningan, hingga merah kecokelatan tergantung kondisi lingkungan tempat ia tinggal. Kombinasi warna dan bentuk tubuh ini memberikan kadal ini kemampuan kamuflase di permukaan tanah.
2. Hidup di wilayah kering Amerika Utara dan Amerika Tengah
Kadal greater short horned adalah spesies kadal yang hidup di wilayah kering Amerika Utara dan Amerika Tengah, mulai dari Kanada hingga Guatemala. Ia beradaptasi dengan baik di habitat seperti padang semak, dataran berpasir, hingga kawasan pegunungan kering dengan vegetasi jarang seperti sagebrush dan pohon pinus-juniper. Kondisi lingkungan yang panas, minim air dan terbuka membuat hewan ini mengembangkan berbagai strategi bertahan hidup yang akan kita bahas di penjelasan berikutnya.
3. Menggembungkan tubuh seperti balon untuk mengusir predator
Hidup di lingkungan terbuka, membuat kadal greater short horned harus bisa bersembunyi dari pandangan predator. Namun, kemampuan kamuflase dan tubuh penuh duri saja tidak cukup untuk membuatnya aman dari ancaman predator. Hewan seperti elang, roadrunner, ular, serigala hingga coyote masih bisa memangsa kadal ini. Untuk membuat predatornya pergi, kadal greater short horned mengembangkan kemampuan pertahanan yang cukup unik. Ia akan mengembangkan tubuhnya hingga dua kali lipat ukuran normal sehingga tampak seperti balon berduri. Cara ini cukup efektif untuk mengusir predator yang menganggap dirinya berbahaya.
4. Matanya bisa menyemprotkan darah ketika keadaannya sangat terancam
Nah, ternyata teknik menggembungkan tubuh juga masih bisa membuat predator tidak mundur juga. Oleh karena itu, kadal greater short horned mengembangkan mekanisme pertahanan lain yang bisa di bilang mengerikan di dunia hewan. Kadal ini bisa menyemprotkan darah dari matanya, lho! Serem banget, kan!
Dilansir National Geographic, darah ini menyembur keluar dari saluran di sudut mata kadal. Jarak semprotannya diketahui bisa mencapai satu meter, lho. Selain berfungsi untuk mengecoh predator, semprotan darah ini juga mengandung zat kimia berbau yang rasanya tidak enak bagi predator.
5. Spesies myrmecophagy atau pemakan semut
Kadal greater short horned dikenal sebagai hewan myrmecophagy, yaitu spesies yang menjadikan semut sebagai makanan utama. Dalam mencari mangsa, kadal ini biasanya akan terlihat diam dan menunggu dengan sabar di dekat jalur yang dilewati semut. Ketika ada semut yang lewat tanpa curiga, ia akan dengan cepat menggunakan lidahnya, lalu langsung menelannya secara utuh. Selain semut, diketahui kadal ini juga mengonsumsi serangga lain seperti belalang, kumbang, dan laba-laba.
Itulah lima fakta menarik tentang kadal greater short horned. Dengan penampilan yang tak biasa dan kemampuan bertahan hidup yang ekstrem, kadal greater short horned jadi salah satu reptil paling unik di dunia. Mulai dari kamuflase, tubuh yang bisa mengembang, hingga kemampuan menyemprotkan darah dari mata, semuanya menunjukkan adaptasi luar biasa dari hewan ini di alam liar. Jadi, meskipun terlihat kecil dan mirip kodok, kadal ini jelas bukan hewan yang bisa dianggap remeh, ya!