Seni lukis cadas bukan sekadar coretan purba, melainkan bentuk komunikasi visual pertama manusia yang menjadi jendela utama menuju cara berpikir nenek moyang kita puluhan ribu tahun silam. Sebagai bagian dari deretan situs arkeologi dunia yang paling berharga, lukisan-lukisan ini merekam jejak sejarah yang tak ternilai harganya bagi ilmu pengetahuan. Salah satu temuan paling fenomenal dalam satu dekade terakhir berada di kawasan Karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, tepatnya di Gua Leang Tedongnge, di mana sebuah lukisan figuratif babi hutan ditemukan dengan usia mencapai 45.500 tahun. Penemuan ini secara otomatis menggeser peta sejarah seni dunia dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat awal kreativitas manusia modern di muka bumi.
Namun, rahasia apa saja yang sebenarnya ingin disampaikan oleh para seniman purba ini melalui dinding-dinding gua yang terisolasi tersebut? Mari kita telusuri lebih dalam perjalanan waktu di Leang Tedongnge dan memahami mengapa situs ini menjadi kunci penting bagi identitas sejarah kita dalam artikel berikut ini!
