Masjid Agung Köln, juga dikenal sebagai DITIB-Zentralmoschee Köln, yang terletak di distrik Ehrenfeld di Cologne, Jerman. (commons.wikimedia.org/Djaix)
Pembangunan Masjid Agung Köln akhirnya mendapat lampu hijau dari Dewan Kota pada Agustus 2008, meski sempat diwarnai aksi unjuk rasa dari kubu yang pro maupun kontra. Berbeda dengan pembangunan masjid di kota lain seperti Duisburg yang berjalan mulus berkat komunikasi yang baik, proyek di Köln ini menghadapi tantangan politik yang lebih besar. Meskipun sebagian partai menentang, Walikota Köln saat itu tetap memberikan dukungannya agar komunitas Muslim memiliki tempat ibadah yang layak. Masjid ini mulai digunakan secara fungsional pada tahun 2017, sekaligus menandai babak baru bagi umat Islam di wilayah tersebut.
Namun, peresmian resminya pada tahun 2018 oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, justru memicu kontroversi baru. Ketidaksiapan sistem keamanan dan absennya tokoh-tokoh penting Jerman, seperti Walikota Köln dan pejabat negara bagian, menunjukkan adanya ketegangan hubungan antara pengelola masjid (DİTİB) dengan pemerintah setempat. Banyak pihak menilai pengelola masjid lebih condong ke arah politik Turki dibandingkan menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga di Jerman. Bahkan hingga tahun 2023, masjid ini masih terus menjadi sorotan publik terkait isu-isu politik internasional yang melibatkan tamu undangan di sana.