4 Fakta Nasir al-Mulk Mosque, Masjid Warna Merah Muda Tercantik di Iran

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Iran memiliki banyak sekali masjid yang menakjubkan. Tak hanya sekadar menjadi tempat ibadah, Nasir al-Mulk Mosque adalah salah satu masjid di Iran yang juga ramai dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh dunia, lho.
Nasir al-Mulk Mosque atau Masjid Merah Muda terkenal akan keindahan arsitekturnya dengan efek kaleidoskop cahaya warna-warni dari kaca patri yang menembus ke dalam ruang salat. Nah, kapan kira-kira masjid ini dibangun, ya? Berikut ini sederet fakta Nasir al-Mulk Mosque Iran.
1. Nasir al-Mulk Mosque dibangun pada tahun 1876

Nasir al-Mulk Mosque dibangun di masa Dinasti Qajar, era di mana sebuah keluarga berpengaruh memerintah Iran selama bertahun-tahun. Pembangunan dimulai pada tahun 1876 yang diperintahkan oleh Mirzā Hasan Ali atau yang dikenal sebagai Nasir al-Mulk. Beliau adalah seorang penguasa dari keluarga Qajar sendiri.
Pembangunan Nasir al-Mulk Mosque yang menakjubkan ini memakan waktu sekitar 12 tahun. Masjid ini akhirnya selesai pada tahun 1888. Namun, 44 tahun kemudian, jendela kaca patri yang terkenal itu dipasang. Pendirian Nasir al-Mulk Mosque juga melibatkan dua arsitek Iran yang berbakat, yakni Mohammad Hasan-e-Memār dan Mohammad Rezā Kāshi-Sāz-e-Širāzi.
Sementara itu, yayasan Wakaf Nasir al-Mulk yang saat ini diamanahkan untuk mengurus Nasir al-Mulk Mosque. Mereka bekerja keras guna memulihkan, melindungi, dan memelihara bangunan penting tersebut agar tetap kokoh berdiri. Jendela dan pintu berwarna-warni di masjid ini dibuat dengan tangan oleh seorang ahli pertukangan terampil bernama Hajj Mirza Ayat.
2. Nasir-al Mulk Mosque tidak memiliki kubah

Nasir-al Mulk Mosque berdiri di area seluas 2890 meter persegi dan bangunan yang seluas 2216 meter persegi. Ubin dan muqarnas, ornamen arsitektur Islam berbentuk tiga dimensi yang menyerupai sarang lebah, merupakan dua fitur dari masjid yang menjadikannya berbeda dari yang lain.
Selain itu, Nasir-al Mulk Mosque memiliki ciri khas yang menarik dan membedakannya dengan masjid-masjid Iran lain. Nasir-al Mulk Mosque tidak memiliki kubah, yang melambangkan bahwa masjid ini awalnya dibangun untuk penggunaan pribadi dan hanya sedikit orang yang mengunjunginya pada masa Dinasti Qajar.
Meski demikian, Nasir al-Mulk Mosque telah beroperasi sebagai tempat ibadah umum dan salat berjamaah masih rutin digelar hingga saat ini. Selain digunakan untuk salat, masjid ini juga dibuka sebagai situs warisan sejarah sekaligus destinasi wisata populer di Iran bagi turis dari seluruh dunia, lho.
3. Nasir-al Mulk Mosque dijuluki Masjid Merah Muda

Nasir al-Mulk Mosque yang terletak di Shiraz, Iran juga dikenal sebagai "Masjid Merah Muda" atau "Pink Mosque." Julukan tersebut pertama kali tercetus karena dominasi ubin berwarna merah muda pada interior, dinding, hingga langit-langit masjid tersebut.
Ubin-ubin ini memantulkan warna merah muda yang khas, terutama saat terkena sinar matahari di pagi hari yang menembus kaca patri berwarna-warni. Tak hanya menjadi tempat ibadah, Nasir al-Mulk Mosque juga menjadi spot favorit para fotografer dari seluruh dunia.
Namun selain merah muda, ubin pada langit-langit dan dinding masjid juga dihiasi dengan warna lainnya, seperti biru muda dan emas, serta motif bunga mawar Persia. Waktu terbaik untuk mengunjungi Nasir al-Mulk Mosque adalah saat pagi hari atau wisawatan muslim juga bisa melaksanakan salat subuh berjamaah di sana.
4. Nasir-al Mulk Mosque memiliki gerbang berbentuk cangkang mutiara

Konstruksi dan seni bangunan bagian tengah Nasir al-Mulk Mosque dipengaruhi oleh Vakil Mosque dan Moshir Shiraz Mosque yang menggunakan batu Gandomak yang dipadu-padankan. Ubin-ubin indah juga menghiasi lengkungan dan dinding bagian tengah masjid dan baris ketiga Al-Quran disertakan dalam dekorasi langit-langit.
Nasir al-Mulk Mosque memiliki dua iwan utama yang sering disebut sebagai pintu masuk. Masing-masing gerbang ini memiliki gaya arsitektur dan material kubah yang berbeda. Meski keduanya saling berhadapan, fitur dan desainnya sangat asimetris. Salah satu karakteristik masjid yang paling menarik adalah gerbang di sisi utara.
Selain hiasan ubin yang khas, gerbang di sisi utara memiliki bentuk kubah yang unik. Lima pahatan yang menyerupai cangkang mutiara dapat dilihat di langit-langit Nasir al-Mulk Mosque. Nah, inilah alasan mengapa pintu masuk masjid tersebut dikenal sebagai Pearl Arch atau Lengkungan Mutiara. Tertarik untuk berkunjung?









![[QUIZ] Bulan Puasa Enaknya Liburan ke Mana?](https://image.idntimes.com/post/20240315/dad96d92-33c7-48d3-853a-6a93d03ac654-dac00b17d8f57e4a0ccca546e5b51f7b-9596f035196c3af66d3d667fd6991bb5.jpeg)
![[QUIZ] Dari Caramu Sahur, Kamu Cocoknya Liburan ke Kota Ini!](https://image.idntimes.com/post/20260215/pexels-thirdman-7956576_74666fee-685b-45cc-865d-32b51a12bce5.jpg)




![[QUIZ] Dari Lagu Religi Ramadan Favoritmu, Kamu Bakal Pelesiran ke Sini!](https://image.idntimes.com/post/20221114/img-20221114-072034-9d2bf6657d15fcbc12338e2c325d9ffd.jpg)

