Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Menakjubkan Eastern Newt, Punya Regenerasi Super
eastern newt (commons.wikimedia.org/Judy Gallagher)
  • Eastern newt adalah salamander populer berwarna cerah yang sering dipelihara di negara barat dan membutuhkan lingkungan lembap dengan air bersih serta pencahayaan buatan.
  • Hewan ini mengalami tiga tahap metamorfosis—larva, eft merah, dan dewasa—dengan usia rata-rata 8–10 tahun serta hidup di habitat hutan gugur atau area berair.
  • Eastern newt merupakan predator pemakan daging yang agresif dan memiliki kemampuan regenerasi luar biasa, mampu menumbuhkan kembali anggota tubuh hingga organ dalam seperti jantung dan saraf tulang belakang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Amfibi tak melulu soal katak atau kodok, melainkan ada juga salamander. Salamander cukup unik karena sangat mirip dengan kadal karena punya badan ramping dan berjalan dengan melata atau meliuk. Spesies salamander juga beragam dan salah satu yang cukup unik adalah Notophthalmus viridescens atau eastern newt.

Eastern newt sendiri merupakan salah satu spesies salamander yang cukup populer sebagai peliharaan, khususnya di negara barat. Ia punya tubuh bewarna cerah dan kerap ditemukan di area lembap. Hewan ini juga memiliki kekuatan super, yaitu regenerasi super cepat. Penasaran dengan berbagai fakta menakjubkan eastern newt? Simak di bawah ini, yuk.

1. Sangat populer sebagai hewan peliharaan

eastern newt (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)

Dilansir Salamanderland, eastern newt jadi salah satu salamander yang sangat populer sebagai peliharaan. Jika memelihara 4 ekor eastern newt, maka kamu harus menyiapkan kandang atau akuarium berukuran 60x30x30 centimeter. Air yang bersih dan tanaman air juga harus disiapkan di dalam kandang. Sumber cahaya buatan seperti lampu LED juga jadi hal yang wajib di kandang eastern newt. Semua hal tersebut sangat penting agar hewan ini merasa nyaman dan bisa hidup hingga waktu yang lama.

2. Melewati tiga tahap metamorfosis selama hidup

eastern newt (commons.wikimedia.org/Patrick Coin)

Laman iNaturalist menjelaskan kalau eastern newat akan melewati tiga tahap metamorfosis, yaitu larva, eft merah (individu muda), dan individu dewasa. Rata-rata usia eastern newt sendiri ada sekitar 8-10 tahun. Namun, di beberapa kasus hewan ini juga mampu hidup hingga mencapai usia 15 tahun.

Tahap larva berlangsung selama dua sampai lima bulan setelah eastern newt menetas. Kemudian, di tahap eft merah tubuh eastern newt akan membesar dan warnanya berubah menjadi jingga atau merah terang. Setelah tiga atau dua tahun, eastern newt akan menjadi individu dewasa dan sepenuhnya hidup di air.

3. Hutan gugur jadi habitat utamanya

eastern newt (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)

Artikel di jurnal Journal of Herpetology menjelaskan kalau eastern newt kerap ditemukan di hutan gugur dan konifer, khususnya di rawa, kolam, atau area dengan vegetasi rapat. Eastern newt juga mampu berkelana cukup jauh. Hal ini khususnya terlihat pada tahan eft merah di mana ia bisa berjalan sangat jauh dari tempat kelahirannya dalam upaya mencari daerah lembab. Individu dewasa juga bisa berkelana dan keluar dari air. Biasanya, hal tersebut dilakukan saat sungai, danau, atau rawa yang ditinggalinya mulai mengering.

4. Pemakan daging yang sangat ganas

eastern newt (commons.wikimedia.org/Don F Becker)

Laman Animal Diversity Web menjelaskan kalau eastern newt merupakan predator ganas yang bisa mamakan berbagai jenis hewan, mulai dari ikan, keong, siput, sampai seranggaAmfibi ini juga kerap memakan serangga dan ia harus mengonsumi serangga sebanyak 35,000 kcal dalam waktu satu tahun. Eastern newt tidak punya preferensi makanan atau makanan kesukaan. Karena itu, ia akan memakan semua hewan yang ada di sekitar dan bisa masuk ke mulutnya. Umumnya, ia akan mencari makanan di dasar air, sela-sela bebatuan, atau dedaunan kering.

5. Punya kemampuan regenerasi yang luar biasa

eastern newt (commons.wikimedia.org/Judy Gallagher)

Artikel di jurnal Salamanders in Regeneration Research dan Development Genes and Evolution menjelaskan kalau eastern newt punya regenerasi super. Kemampuan tersebut digunakan dalam upaya memulihkan diri setelah serangan predator setelah kaki atau ekornya putus akibat gigitan atay cakaran. Tak hanya tubuh luar, eastern newt juga bisa mergenerasi organ dalam, khususnya syaraf tulang belakang dan jantung. Para ahli juga berpendapat kalau kemampaun regenerasinya bisa hadir karena eastern newt memiliki jumlah stem cell yang sangat melimpah.

Eastern newt bukan sekadar salamander yang hidup di area lembap. Namun, berbagai kemampuannya membuat hewan ini bisa hidup di berbagai tipe habitat. Tentunya, kita juga harus menjaga dan melestarikan populasi eastern newt. Jika tak dijaga, bukan tidak mungkin eastern newt akan musnah dari muka bumi dalam waktu dekat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team