Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Menarik Coachwhip, Ular Tak Berbisa yang Sensitif
coachwhip (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)
  • Coachwhip adalah ular tak berbisa asal Amerika dengan tubuh ramping, panjang hingga 2,4 meter, dan termasuk salah satu ular tercepat di Amerika Utara.
  • Spesies ini terbagi menjadi tujuh subspesies dengan variasi warna mencolok serta dikenal sangat sensitif terhadap lingkungan dan cepat bereaksi saat merasa terancam.
  • Coachwhip hidup di wilayah kering Amerika Serikat dan Meksiko, aktif di siang hari, tahan panas, serta mampu beradaptasi di area pemukiman manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Amerika menjadi habitat bagi berbagai spesies ular, salah satunya adalah coachwhip (Masticophis flagellum). Ular tersebut memang bukan yang terbesar, tapi badannya ramping dan ia merupakan predator ganas di habitatnya. Ular ini juga tidak berbisa dan sangat sensitif dengan kehadiran hewan lain.

Coachwhip juga memiliki kebiasaan diurnal, berbeda dengan mayoritas ular yang memiliki kebiasaan nokturnal. Panjangnya mencapai 2 meter, cukup besar untuk ular yang hidup di Amerika. Apa kamu penasasaran dengan seluk peluk dan berbagai fakta menarik coachwhip? Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini, yuk.

1. Dibagi menjadi tujuh subspesies

coachwhip (commons.wikimedia.org/Patrick Alexander)

Secara taksonomi, coachwhip dibagi menjadi tujuh subspesies, yaitu Masticophis flagellum flagellum, Masticophis flagellum lineatulus, Masticophis flagellum piceus, Masticophis flagellum ruddocki, Masticophis flagellum testaceus, Masticophis flagellum cingulum, dan Masticophis flagellum fuliginosus. Perbedaan paling mencolok dari tujuh subspesies tersebut adalah warna dan coraknya. Contohnya, M. f. testaceus dominan berwarna cokelat dan M. f. piceus punya tubuh hitam dengan corak putih.

2. Panjang maksimalnya mencapai 2 meter

coachwhip (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)

Dilansir SREL Herp, panjang maksimal coachwhip bisa mencapai 2.4 meter. Namun, panjang rata-ratanya hanya sekitar 0.9 hingga 1.8 meter. Karena ukuran tersebut, spesies ini menjadi salah satu ular terpanjang di Amerika Serikat. Tak hanya panjang, coachwhip juga punya tubuh yang ramping dan lincah.

Gerakannya juga sangat gesit, bahkan ia menjadi salah satu yang tercepat di wilayah Amerika Utara dengan kecepatan mencapai 6 km/jam. Sisiknya berukuran besar, teksturnya halus, dan matanya memiliki pupil bulat. Ketika masih kecil coachwhip cenderung berwarna cerah. Kemudian, saat menginjak dewasa warnanya akan bermutasi menjadi lebih gelap.

3. Coachwhip merupakan hewan yang sensitif

coachwhip (commons.wikimedia.org/Hunter Desportes)

Laman iNaturalist menjelaskan kalau coachwhip adalah spesies yang sangat sensitif. Jika melihat predator atau merasa terancam ia akan langsung kabur dengan cepat. Misal pun tak bisa kabur, reptil ini tak segan untuk menyerang dan menggigit. Ia memang tidak berbahaya bagi manusia, tapi gigitannya cukup menyakitkan karena ular ini punya gigi yang tajam.

Menariknya, coachwhip juga merupakan ular yang penuh dengan rasa penasaran. Ia kerap melakukan periscoping dengan cara menegakkan kepalanya dalam rangka melihat daerah sekitar. Andalkan penglihatannya yang baik, reptil ini bisa mendeteksi kehadiran predator dan mangsa dengan mudah ketika melakukan periscoping.

4. Persebarannya mencakup wilayah Amerika

coachwhip (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)

Dilansir The Reptile Database, penyebaran coachwhip mencakup wilayah benua Amerika, tepatnya di daerah Amerika Serikat dan Meksiko. Habitatnya sendiri mencakup daerah terbuka yang kering seperti bebatuan, area gurun, savana, semak-semak daerah lapang, dan padang rumput. Ular ini juga memiliki toleransi yang tinggi terhadap area yang padat dan berisik. Hal tersebut membuatnya bisa hidup berdampingan dengan manusia di area pemukiman, perkebunan, atau ladang.

5. Coachwhip merupakan hewan diurnal

coachwhip (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)

Laman Animalia menerangkan kalau coachwhip merupakan hewan diurnal yang aktif pada malam hari. Kebiasaan tersebut bertolak belakang dari kebanyakan ular yang umumnya adalah hewan nokturnal. Di siang hari ular ini kerap berjemur, mencari mangsa, bersantai di bebatuan, dan terkadang juga akan memanjat pepohonan pendek.

Ia juga memiliki ketahanan yang tinggi terhadap suhu panas dan akan melakukan hibernasi ketika musim dingin. Ketika malam tiba atau saat suhu turun drastis aktivitas coachwhip juga akan menurun. Daripada beraktivitas, ular ini lebih memilih mencari tempat persembunyian yang hangat seperti lubang di dalam tanah.

Itulah berbagai fakta menarik coachwhip, yaitu ular tidak berbisa asli Amerika yang tahan dengan hawa panas. Semua fakta tersebut juga menunjukan kalau coachwhip bukanlah ular biasa. Sebaliknya, ia merupakan spesies yang keluar dari pakem ular secara umum. Hal tersebut tak hanya unik, tapi membuktikan kalau ia mengembangkan adaptasi yang cukup ekstrem.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team