Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Menarik Isopod Baltik, Pemakan Alga Berukuran Kecil
isopod baltik (inaturalist.org/Sammy Kernane)
  • Isopod Baltik atau Idotea balthica adalah invertebrata laut kecil berukuran hingga 4 cm dengan warna tubuh bervariasi, hidup di perairan luas dan mampu beradaptasi terhadap arus kuat.
  • Hewan ini merupakan omnivor yang lebih suka memakan alga, terutama Fucus vesiculosus, serta memilih habitat berdasarkan ketersediaan makanan dan tingkat ancaman predator.
  • Pada musim kawin, jantan menjadi sangat aktif dan agresif dalam bersaing; baik jantan maupun betina cenderung memilih pasangan berukuran besar demi meningkatkan keberhasilan reproduksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lautan yang luas tak hanya dihuni oleh ikan, penyu, paus, atau lumba-lumba. Hewan mungil seperti Idotea balthica atau isopod baltik juga menjadikan laut sebagai rumahnya. Panjang isopod baltik mencapai 4 centimeter. Karena ukurannya tersebut, invertebrata ini tak bisa ditemukan dengan mudah menggunakan mata telanjang. Namun, ukuran kecil tak menghalangi kehidupannya.

Di lautan, isopod baltik bisa kawin, mencari makan, dan berkelana dengan mudah. Tubuhnya juga dirancang untuk menghadapi arus laut yang deras dan mampu melindungi dari berbagai ancaman. Menariknya, hewan ini cukup selektif, khususnya saat pemilihan pasangan dan habitat. Mau tahu lebih dalam terkait fakta menarik isopod baltik? Simak di bawah ini, yuk!

1. Panjang maksimalnya mencapai 4 centimeter

isopod baltik (inaturalist.org/Nannie)

Laman SeaWater menjelaskan kalau individu jantan isopod baltik mampu tumbuh hingga sepanjang 4 centimeter. Sebaliknya, panjang individu betina hanya sekitar 1,8 centimeter. Artikel di jurnal Oecologia juga menambahkan kalau individu jantan berevolusi menjadi lebih besar karena ukuran tersebut berperan penting dalam kesuksesan reproduksi. Kolorasi dan warna tiap individu sangat bervariasi. Ada individu dengan corak berwarna silver, tubuh polos kecokelatan, badan kuning, hingga spesimen berwarna hijau.

2. Alga dan tanaman jadi makanan utamanya

isopod baltik (inaturalist.org/Klaus Kevin Kristensen)

Artikel di jurnal Hereditas menjelaskan kalau kemungkinan besar isopod baltik merupakan omnivor atau pemakan segala. Namun, di banyak kesempatan hewan ini lebih suka memakan tanaman air, seperti alga cokelat, alga hijau, biji-bijian, dan spora tanaman. Menariknya, populasi di area Baltik sangat suka memakan satu spesies alga, yaitu Fucus vesiculosus. Saat memakan spesies tersebut, pertumbuhan individu jantan akan meningkat. Uniknya, peningkatan tersebut tidak nampak pada individu betina.

3. Pilihan habitatnya ditentukan oleh ketersediaan makanan

isopod baltik (inaturalist.org/Serge Gorin)

Seperti spesies lain, isopod baltik akan memilih habitat berdasarkan ketersediaan makanan dan populasi predator. Artikel di jurnal Behavioural Processes menambahkan kalau tiap gender memiliki pemilihan habitat yang berbeda. Karena itu, betina dan jantan akan hidup di habitat mikronya tersendiri. Alhasil, penyebaran individu jantan dan betina bisa terpusat di satu daerah.

Secara umum, hewan ini kurang aktif mencari makanan pada siang hari. Kebiasaan tersebut berhubungan dengan memuncaknya aktivitas predator. Saat malam menjelang, barulah hewan ini akan mulai aktif, bahkan bisa bermigrasi ke habitat mikro dari individu lain. Tak hanya dalam upaya mencari makanan, migrasi tersebut juga penting bagi perkembangan dan pertumbuhan.

4. Isopod jantan sangat aktif pada musim kawin

isopod baltik (inaturalist.org/Alex Shure)

Penelitian pada 1993 yang dilakukan oleh Veijo Jormalainen dan Sami Merilaita membuktikan bahwa individu jantan menjadi sangat aktif pada musim kawin. Lebih lanjut, individu jantan akan saling bersaing demi memperebutkan hak untuk kawin. Tak banyak yang diketahui mengenai persaingan tersebut. Namun, para ahli percaya kalau individu jantan berukuran besar lebih disukai oleh isopod betina.

Saat mendapat pasangan, individu jantan akan memulai upaya untuk kawin dan menjaga pasangannya. Ia menjadi agresif dan tak mengizinkan jantan lain untuk mendekat. Individu jantan akan membawa betina di punggungnya hingga betina mengalami dua kali pergantian kulit. Saat ada jantan lain yang mengganggu, maka pertarungan tak terhindarkan.

5. Isopod batlik akan memilih pasangan berukuran besar

isopod baltik (inaturalist.org/Ryan Andrews)

Dilansir iNaturalist, saat kawin hewan ini cenderung menyukai pasangan berukuran besar. Para ahli percaya kalau ukuran besar memberikan output reproduksi yang tinggi sehingga mampu meningkatkan kesuksesan. Selain ukuran, kematangan seksual juga menjadi faktor penentu dalam pemilihan pasangan. Terkadang, individu betina juga bisa menolak ajakan kawin dari jantan. Hal tersebut merupakan sifat yang memiliki korelasi dengan kesuksesan perkawinan. Artinya, jika betina menemukan jantan lain yang lebih besar, maka ia bisa meninggalkan pasangannya.

Itulah lima fakta menarik isopod baltik yang merupakan hewan kecil dengan proses perkawinan kompleks. Kompleksivitas tersebut hadir untuk meningkatkan kesuksesan perkawinan tiap individu. Isopod baltik juga membuktikan kalau ia bukanlah hewan kecil sembarangan. Kehidupannya di laut penuh dengan tantangan sehingga ia harus berpikir bagaimana cara untuk terus bertahan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team