Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Unik dan Menarik Siput Spanyol, Hewan Kecil yang Penuh Misteri

siput spanyol
siput spanyol (commons.wikimedia.org/Mogens Engelund)
Intinya sih...
  • Siput spanyol awalnya disangka sebagai spesies lain, Arion lusitanicus. Kesalahan identifikasi terjadi karena kedua spesies tersebut benar-benar mirip.
  • Asal usul siput spanyol belum diketahui secara pasti, namun penyebarannya luas di Eropa. Siput ini pertama kali ditemukan di Inggris pada 1954.
  • Siput spanyol merupakan siput darat tanpa cangkang yang mampu memanjat pohon di malam hari. Namun, hewan ini juga termasuk spesies invasif yang merugikan bagi para petani.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Biasanya, siput identik dengan cangkang besar yang ia bawa kemana-mana. Namun, ternyata ada juga spesies siput tanpa cangkang yang sangat unik. Salah satunya adalah Arion vulgaris atau siput spanyol. Walau memiliki nama spanyol ternyata para ahli belum yakin soal asal-usul moluska ini, lho.

Seperti spesies lain, siput spanyol bertubuh kecil, berlendir, dan memiliki gerakan yang lambat. Ia ahli memanjat dan sering berkeliaran pada malam hari. Di balik ukuran kecilnya ternyata hewan ini cukup merugikan, khususnya bagi para petani. Siput spanyol juga termasuk hewan invasif, karenanya eksistensi hewan ini mampu merusak ekosistem. Yuk, kita ulik semua hal tersebut di bawah ini!

1. Awalnya disangka sebagai spesies lain

siput spanyol
siput spanyol (commons.wikimedia.org/Marius Vassnes)

Dilansir iNaturalist, awalnya siput spanyol diklasifikasikan sebagai spesies lain, yaitu Arion lusitanicus atau siput portugis. Hal tersebut merupakan kesalahan identifikasi. Setelah dilakukan penelitian lebih dalam akhirnya diketahui kalau siput spanyol adalah spesies yang berbeda. Kesalahan identifikasi tersebut dapat terjadi karena siput spanyol dan siput portugis benar-benar mirip.

Berdasarkan penelitian, perbedaan kedua spesies tersebut hanya nampak pada tiga hal, yaitu jumlah kromosom, bentuk spermatophora, dan anatomi internalnya. Sejak diidentifikasi pada 1956 siput ini terus dikira sebagai siput portugis. Barulah pada 1997 para peneliti sadar akan kesalahan indentifikasi tersebut. 

2. Asal usulnya belum diketahui

siput spanyol
siput spanyol (commons.wikimedia.org/hedera.baltica)

Sebenarnya, siput spanyol memiliki penyebaran yang luas karena bisa ditemukan hampir di seluruh wilayah Eropa. Mulai dari Spanyol, Prancis, Jerman, Inggris, Swedia, Austria, Swiss, sampai Italia semuanya bisa dihuni oleh hewan ini. Namun, para ahli masih belum yakin dari mana hewan ini berasal.

Berdasarkan bukti genetik, kemungkinan siput ini berasal dari Spanyol atau Prancis, jelas artikel di jurnal Molecular Ecology. Namun ia pertama kali ditemukan di Inggris pada 1954. Setelah diteliti, siput spanyol bukan spesies asli Inggris. Sebelumnya, peneliti bernama Moquin-Tandon pernah membuat ilustrasi siput ini yang kemungkinan didasarkan pada individu dari Prancis. Karena asal-usul yang membingungkan ini, peniliti terus melakukan penelitian.

3. Merupakan siput darat tanpa cangkang

siput spanyol
siput spanyol (commons.wikimedia.org/hedera.baltica)

Jika melihat ciri fisiknya, dapat terlihat kalau siput spanyol merupakan spesies siput darat tanpa cangkang. Panjangnya sendiri 60 sampai 140 milimeter, tubuhnya licin, dan ia memiliki warna cokelat, jingga, atau kekuningan di sekujur rubuh. Lebih lanjut, tentakel yang ada di bagian depan tubuhnya memiliki warna lebih gelap, yaitu hitam atau cokelat tua. Walau termasuk spesies siput darat, tetapi siput spanyol juga harus hidup di daerah lembab. Ia tak bisa hidup di daerah yang benar-benar kering seperti gurun, padang pasir, atau savana.

4. Mampu memanjat pohon di malam hari

siput spanyol
siput spanyol (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Dilansir AnimalBase, siput spanyol sering terlihat di daerah lembap dengan vegetasi rapat. Kebun, hutan, semak-semak, pepohonan, area pinggir sungai, dan area pemukiman jadi beberapa tempat kesukaan hewan ini. Siput spanyol bisa hidup hingga ketinggian 1,700 meter di atas permukaan laut. Seperti siput lain, ia juga pemalu dan memiliki gerakan yang sangat lambat.

Di siang hari siput spanyol sering beristirahat atau bersembunyi di tempat gelap. Saat malam tiba barulah ia akan beraktivitas dan mulai mencari makanan. Di malam hari, hewan ini mampu memanjat pohon hingga beberapa meter. Keaktifannya di malam hari didasarkan pada suasana yang tenang dan ketidakhadiran predator.

5. Salah satu spesies invasif paling berbahaya

siput spanyol
siput spanyol (commons.wikimedia.org/Ryan Hodnett)

Siput spanyol merupakan hewan yang memilki dampak besar, lho. Pertama, ia adalah salah satu hama yang sangat merugikan bagi para petani. Siput spanyol juga merupakan spesies invasif yang mampu merusak ekosistem dan menggusur populasi satwa lokal. Dilansir GBIF, ia cukup berbahaya, bahkan siput spanyol masuk ke daftar 100 spesies invasif paling berbahaya di dunia.

Siput ini sampai dijuluki "killer slug" atau siput pembunuh. Ia bisa memakan dan merusak daun atau batang pohon yang ditanam di kebun. Akhirnya, tanaman bisa mati, petani mengalami gagal panen, dan kegiatan ekonomi terhenti. Siput spanyol juga bisa membawa patogen berbahaya yang sanggup menginfeksi hewan lain. Sayangnya, hewan ini sulit dibasmi karena populasinya yang membludak dan reproduksinya yang sangat cepat.

Dari siput spanyol kita belajar untuk tidak meremehkan hewan kecil. Sebaliknya, kita harus selalu aware dengan berbagai spesies hewan. Jika ada hewan kecil, perhatikan kebiasaan dan kelakukannya. Apakah ia berbahaya, merusak, atau justru membantu manusia secara tak langsung. Dalam hal ini, kepekaan terhadap alam dan hewan liar harus ditanamkan di dalam dirimu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Lukisan Gua Leang Tedongnge Sulawesi Selatan, Tertua di Dunia!

03 Feb 2026, 14:49 WIBScience