Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
kaki seribu tutul kuning
kaki seribu tutul kuning (commons.wikimedia.org/Walter Siegmund)

Intinya sih...

  • Kaki seribu tutul kuning memiliki tubuh berwarna hitam dan kuning, dengan panjang maksimal 4-5 cm saat dewasa.

  • Hewan ini mengeluarkan sianida saat merasa terancam, yang dapat membunuh predator kecil dan membantu proses aerasi tanah.

  • Kaki seribu tutul kuning bisa ditemukan di Pegunungan Sierra Nevada dan mirip dengan beberapa spesies kaki seribu lainnya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kaki seribu bukan hewan yang punya hubungan baik dengan manusia. Ia sering dianggap sebagai hewan yang menggelikan, menjijikan, dan berbahaya. Kaki seribu kerap dibunuh, dibasmi, dan dimusnahkan. Padahal, hal tersebut sama sekali tidak benar. Justru, beberapa spesies seperti Harpaphe haydeniana atau kaki seribu tutul kuning merupakan hewan yang unik.

Ia punya tubuh berwarna kuning yang sangat mencolok. Kaki seribu tutul kuning juga kecil, tetapi ia memiliki peran yang besar bagi ekosistem. Hewan tersebut juga bisa mengeluarkan sianida dan nantinya sianida tersebut digunakan untuk mengusir predator. Yuk, kita ulik semua fakta unik kaki seribu tutul kuning di bawah ini!

1. Punya tubuh berwarna hitam dan kuning

kaki seribu tutul kuning (commons.wikimedia.org/Walter Siegmund)

Seperti namanya, kaki seribu tutul kuning memiliki tutul kuning di tubuhnya. Secara spesifik, tutul-tutul kuning tersebut nampak di samping tubuh. Di samping warna kuning, ia juga punya warna hitam yang merupakan warna dasar tubuhnya. Lebih lanjut, laman JungleDragon menerangkan kalau hewan ini punya panjang maksimal sekitar 4 - 5 centimeter saat sudah dewasa.

Tubuhnya sendiri datar, tidak terlalu panjang, berbuku-buku, dan bagian sampingnya menonjol layaknya duri. Untungnya, "duri-duri" tersebut tidak tajam dan tidak berbahaya bagi manusia. Antenanya sendiri pendek, menghadap ke samping, dan ia memiliki kaki kecil yang cukup kuat. Terakhir, kaki seribu tutul kuning bisa menyala dalam gelap dan memancarkan cahaya berwarna biru.

2. Mengeluarkan sianida saat merasa terancam

kaki seribu tutul kuning (commons.wikimedia.org/Michael Eisen)

Kaki seribu tutul kuning memang tidak berbahaya, tidak menyengat, dan tidak bisa menggigit predator. Walau begitu, ternyata ia memiliki strategi pertahanan yang cukup unik, lho. Dilansir A-Z Animals, saat merasa terancam hewan ini akan mengggulung diri mengeluarkan senyawa hidrogen sianida atau HCN dari tubuhnya. Senyawa tersebut sangat khas karena memiliki bau seperti almond pahit.

Biasanya, predator yang menciumnya akan kaget, merasa tidak, nyaman, dan akhirnya kabur. Namun, bagi predator yang memaksa memakan kaki seribu tutul kuning hidrogen sianida tersebut bisa membunuh mereka. Untungnya, hidrogen sianida hanya bisa membunuh hewan kecil seperti tikus. Bagi manusia, hidrogen sianida tersebut hanya bisa menyebabkan bentol kecil dan iritasi ringan.

3. Membantu proses aerasi tanah

kaki seribu tutul kuning (commons.wikimedia.org/Walter Siegmund)

Dilansir UC IPM, soil aeration atau aerasi tanah merupakan proses masuknya udara ke dalam tanah. Nah, proses ini sangat penting karena membantu hewan untuk bernafas dan menyumplai oksigen ke akar tanaman agar tanaman bisa tumbuh dengan subur. Lebih lanjut, kaki seribu tutul kuning membantu proses aerasi tanah. Sebab, ia sering membuat lubang, menggali tanah, dan beraktivitas di dalam tanah. Nantinya, lubang dan rongga yang dibuat oleh hewan ini menjadi jalan masuk bagi oksigen. Alhasil, proses aerasi tanah bisa berjalan dengan lebih optimal.

4. Bisa ditemukan di Pegunungan Sierra Nevada

kaki seribu tutul kuning (commons.wikimedia.org/Walter Siegmund)

Artikel di jurnal Monographs of the Western North American Naturalist menjelaskan kalau kaki seribu tutul kuning bisa dijumpai di beberapa daerah, mulai dari Alaska Selatan, Monterey County di California, hingga Pegunungan Sierra Nevada. Lebih lanjut, habitatnya sendiri mencakup hutan, kebun, pegunungan, dataran tinggi, dan area berkayu. Tentunya, ukuran kecil dan warna tubuhnya membuat kaki seribu tutul kuning cukup sulit dijumpai. Secara spesifik, ia sangat suka beraktivitas di dalam tanah, sela-sela bebatuan, dedaunan kering, di bawah pohon tumbang, dalam lubang, atau di dalam pohon yang membusuk.

5. Mirip dengan spesies kaki seribu lain

kaki seribu tutul kuning (commons.wikimedia.org/Walter Siegmund)

Sekilas, perawakan dan ciri fisik kaki seribu tutul kuning memang sangat khas. Namun, laman iNaturalist menerangkan kalau kaki seribu tutul kuning sangat mirip dengan spesies kaki seribu lain, tepatnya Anoplodesmus saussurii, Asiomorpha coarctata, Harpaphe potter, dan Harpaphe telodonta. Bedanya, spesies-spesies tersebut memiliki beberapa ciri khas yang tak ada di kaki seribu tutul kuning, seperti warna yang lebih cerah, duri yang lebih menonjol, bentuk ganopod atau organ reproduksi yang berbeda, dan wilayah penyebaran yang berbeda.

Sebagai hewan kecil, kaki seribu tutul kuning memang jarang dilirik oleh banyak orang. Namun, setelah diulik ternyata ia merupakan hewan yang tak biasa. Penyebaran yang cukup luas, kemampuan yang unik, dan perannya bagi ekosistem membuat kaki seribu tutul kuning menjadi hewan yang harus dijaga. Jika hewan ini musnah, bisa dipastikan kalau kehidupan di alam liar akan berubah dan hewan lain akan terdampak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team