Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret ular kobra raja/king cobra
Potret ular kobra raja/king cobra (pexels.com/Regan Dsouza)

Intinya sih...

  • Lidah panjang untuk mendeteksi mangsa

  • Mampu mengangkat kepala tinggi untuk mengintai mangsa

  • Memiliki banyak jenis bisa mematikan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kobra raja atau king cobra atau memiliki nama ilmiah Ophiophagus hannah adalah spesies ular berbisa tinggi terbesar di Asia. Memiliki panjang 3-4 meter bahkan bisa tumbuh hingga 5 meter dan memiliki berat hingga 6kg.

Meski memiliki kesamaan nama dengan kobra biasa (naja), sebenarnya raja kobra berbeda. Ular kobra raja memiliki genus tersendiri yaitu Ophiophagus hannah dan masih termasuk keluarga Elapidae.

Apa saja sih keunikan yang dimiliki oleh ular kobra raja/king cobra yang jarang orang ketahui? Yuk bahas selengkapnya di bawah ini

1. Lidah yang Panjang untuk Mendeteksi Keberadaan Mangsa

Potret ular kobra raja/king cobra (pexels.com/Petr Ganaj)

Ular kobra raja atau king cobra memiliki lidah panjang dengan organ yang unik. Organ tersebut bernama "organ vomeronasal" yang terletak di langit-langit mulut mereka. Organ ini memungkinkan untuk ular kobra raja untuk mendeteksi feromon dan zat kimia lainnya, termasuk suhu dan kelembapan.

Kemampuan lidah yang dimiliki oleh ular kobra raja sangat berguna untuk berburu dan menemukan mangsa, terutama di lingkungan yang gelap.

2. Kemampuan Mengangkat Kepala Sangat Tinggi

Potret ular kobra raja/king cobra (wikimedia.org/Hectonichus/CC BY-SA 3.0)

Ular kobra raja juga dapat mengangkat kepala mereka hingga 1/3 dari panjang tubuh mereka, memungkinkan mereka untuk melihat lebih jauh dalam mengintai mangsa yang akan disantapnya.

Kemampuan ini juga biasanya digunakan ular kobra raja sebagai sikap waspada terhadap sesuatu yang akan mengancam dirinya. Ular kobra raja akan mengangkat kepalanya dengan tinggi dan membentuknya seperti sendok.

3. Memiliki Banyak Jenis Bisa yang Mematikan

Potret ular kobra raja/king cobra (wikimedia.org/Hari Prasad/CC BY-SA 2.0)

Selain menjadi ular terbesar di Asia, ular kobra raja memiliki beberapa jenis bisa yang mematikan jika ia menggigit mangsanya. Diantaranya seperti neurotoksin, kardiak toksin, hemolitik toksin dan sitotoksin. Bisa ini sangat kuat dan dapat membunuh satu orang dewasa hanya hitungan 15-30 menit jika tidak diobati dan mendapatkan pertolongan medis.

4. Memakan Ular Lainnya

Potret ular kobra raja/king cobra (pexels.com/Regan Dsouza)

Ular kobra raja juga memiliki perilaku unik yang jarang dimiliki oleh ular lainnya, yaitu kanibal. Mereka dapat memakan ular lainnya bahkan bisa memakan ular raja kobra lainnya.

Sering kali terjadi kasus sesama ular kobra raja sedang terekam berkelahi. Siapa yang paling kuat di antara kedua ular tersebut, dia lah yang akan memenangkan teritorinya dan menjadi santapan bagi ular kobra raja yang memenangi perkelahian.

5. Memiliki Sikap yang Relatif Pemalu terhadap Manusia

Potret ular kobra raja/king cobra (pexels.com/Petr Ganaj)

Walau terlihat agresif dan mematikan, ular kobra raja sebenarnya memiliki sikap yang pemalu dan lebih memilih menghindari manusia. Sayangnya, banyak tempat tinggal dari ular kobra raja yang habis karena ulah manusia.

Oleh karena itu, banyak beberapa kasus mengenai ular kobra raja yang memasuki lingkungan warga sekitar untuk mendapatkan tempat tinggal baru. Dan kematian manusia akibat ular kobra raja sebagian besar memang karena kecerobohannya sendiri sehingga ia tergigit, seperti orang yang melakukan atraksi, penghobi, dan hal serupa lainnya.

Itu lah 5 fakta unik yang dimiliki oleh ular kobra raja. Dengan demikian, ular kobra raja membuktikan jika sifat agresifnya itu hanya untuk dirinya bertahan hidup di alam. Terus jaga alam agar populasi ular kobra raja tidak terancam punah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team