Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Paus Pilot
Paus Pilot (commons.wikimedia.org/Vsevolod)

Intinya sih...

  • Paus pilot memiliki siklus hidup mirip manusia

  • Meskipun disebut paus, mereka sebenarnya lumba-lumba

  • Kehidupan sosial stabil, betina bisa hidup hingga 60 tahun

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Paus pilot dengan nama ilmiah Globicephala merupakan salah satu jenis mamalia laut yang hidup di perairan samudra. Spesies ini dikenal memiliki struktur sosial yang teratur dan mudah dikenali dari bentuk kepalanya yang bulat serta warna tubuh yang dominan gelap. Ciri fisik tersebut terlihat jelas ketika paus pilot muncul ke permukaan untuk bernapas.

Selain ciri fisik, paus pilot juga memiliki pola komunikasi dan hubungan keluarga yang berlangsung dalam jangka waktu panjang. Beberapa karakteristik biologis pada spesies ini kerap menjadi perhatian dalam kajian mamalia laut, terutama yang berkaitan dengan perilaku sosial dan pola hidup di lingkungan laut lepas. Penasaran? Mari simak fakta-fakta menariknya di bawah ini!

1. Rahasia evolusi menopause yang langka

Paus Pilot (commons.wikimedia.org/Gustavo Perez)

Paus pilot menjadi salah satu dari sedikit makhluk di Bumi yang memiliki siklus hidup yang mirip dengan manusia. Dilansir laman University of York, paus pilot sirip pendek yang merupakan salah satu spesies dalam kelompok paus pilot termasuk dalam kelompok langka yang hanya terdiri dari enam jenis mamalia yang mengalami menopause. Pada spesies ini, paus betina diketahui hidup jauh melampaui masa reproduksinya dan membantu anak serta cucu mereka bertahan hidup.

Penelitian tersebut mengungkap bahwa dengan berhenti bereproduksi, betina senior tidak perlu bersaing dengan anak perempuan mereka dalam membesarkan bayi di waktu yang sama. Hal ini memberikan ruang bagi para betina tua untuk mengalihkan seluruh energi demi mendukung kelangsungan hidup generasi berikutnya melalui bantuan sosial dalam kelompok.

2. Klasifikasi sebagai keluarga lumba-lumba

Paus Pilot (commons.wikimedia.org/Barney Moss)

Meskipun menyandang nama paus, secara biologis satwa ini merupakan salah satu anggota terbesar dari keluarga lumba-lumba. Dilansir laman Department of Conservation Te Papa Atawhai, mereka dinamakan paus pilot karena adanya kepercayaan bahwa setiap kelompok selalu mengikuti satu individu yang bertindak sebagai "pilot" atau pemimpin dalam rombongan tersebut.

Secara fisik, mereka memiliki dahi bulat yang sangat menonjol tanpa moncong yang panjang seperti lumba-lumba pada umumnya. Perbedaan ukuran antara jantan dan betina cukup mencolok, di mana jantan bisa tumbuh hingga lebih dari enam meter, sementara betina biasanya hanya mencapai panjang sekitar lima meter dengan postur tubuh yang lebih ramping.

3. Struktur sosial dan masa hidup yang panjang

Paus Pilot (commons.wikimedia.org/U. S. Fish and Wildlife Service - Northeast Region)

Kehidupan sosial paus pilot didasarkan pada kelompok keluarga yang sangat stabil dan permanen sepanjang waktu. Masih dari laman Department of Conservation Te Papa Atawhai, anak jantan maupun betina akan tetap tinggal di dalam kelompok ibunya seumur hidup, meskipun pejantan terkadang pergi sejenak ke kelompok lain hanya untuk mencari pasangan saat musim kawin.

Dalam hal usia, betina memiliki ketahanan hidup yang jauh lebih tinggi dibandingkan pejantan, dengan rentang umur mencapai 60 tahun sementara jantan biasanya hanya bertahan hingga usia 45 tahun. Yang unik, meski betina berhenti melahirkan pada usia sekitar 35 tahun, mereka diketahui masih bisa memberikan susu atau laktasi hingga usia 50 tahun untuk membantu pengasuhan.

4. Penyebab fenomena terdampar massal

Paus Pilot terdampar massal (commons.wikimedia.org/Auckland War Memorial Museum Tāmaki Paenga Hira)

Paus pilot merupakan spesies yang paling sering ditemukan terdampar di pesisir pantai dalam jumlah yang sangat besar. Masih dari laman Department of Conservation Te Papa Atawhai, salah satu penyebab kuat fenomena ini adalah sistem ekolokasi mereka yang kurang akurat saat berada di perairan dangkal yang landai, karena mereka lebih terbiasa hidup di area laut dalam yang curam.

Selain faktor teknis navigasi, sifat sosial mereka yang sangat tinggi juga menjadi pemicu utama terjadinya tragedi ini di berbagai belahan dunia. Ketika salah satu anggota kelompok sakit dan kehilangan arah hingga terdampar, anggota keluarga lainnya sering kali menolak untuk pergi dan justru ikut berenang menuju daratan demi memberikan pertolongan bagi sesamanya.

5. Punya dialek dan bahasa komunikasi yang unik

Paus Pilot (commons.wikimedia.org/Mario Müller)

Sistem komunikasi yang digunakan oleh paus pilot sangat canggih dan sangat spesifik untuk setiap kelompoknya. Dilansir laman Dana Wharf, setiap kelompok paus pilot memiliki dialek unik yang terdiri dari berbagai bunyi klik, siulan, hingga lengkingan yang memungkinkan mereka mengenali sesama anggota keluarganya dengan mudah.

Bahasa ini berperan dalam menjaga kerja sama saat paus pilot berburu atau berpindah lokasi di laut. Melalui suara yang dihasilkan, tiap individu dalam kelompok dapat saling berkomunikasi dan berkoordinasi, sehingga hubungan sosial tetap berjalan meski berada di bawah permukaan air.

Paus pilot merupakan salah satu mamalia laut dengan struktur sosial yang kompleks dan kerap menjadi objek kajian dalam penelitian biologi laut. Keberadaan spesies ini memiliki peran dalam ekosistem samudra dan berkaitan erat dengan upaya pelestarian lingkungan laut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team