Berukuran kecil dengan tubuh kekar dan paruh pendek yang tebal di pangkalnya, Shiny Cowbird tampak seperti burung hitam biasa pada pandangan pertama. Namun, saat terkena cahaya yang tepat, pejantan memancarkan kilau ungu keunguan yang mencolok, sementara betinanya berwarna cokelat dengan alis pucat yang halus. Burung ini hidup di berbagai habitat terbuka dan semi terbuka, mulai dari savana, tepi hutan, ladang pertanian, hingga taman kota. Sebarannya luas, berasal dari Amerika Selatan lalu meluas ke Karibia, hingga mencapai Florida, menjadikannya salah satu burung yang cukup sukses beradaptasi dengan perubahan lanskap.
Di balik penampilannya yang sederhana, burung dengan nama ilmiah Molothrus bonariensis ini dikenal karena salah satu strategi hidup paling ekstrem di dunia burung, yakni parasitisme sarang. Alih-alih membangun sarang dan merawat anaknya sendiri, betina mengintai sarang burung lain dan menitipkan telurnya di sana, lalu membiarkan pemilik sarang membesarkan anak cowbird tanpa sadar. Perilaku inilah yang membuat spesies ini sering dipandang kontroversial, sekaligus menarik untuk dipelajari. Berikut lima fakta dari Shiny Cowbird yang merangkum keunikan burung penuh strategi ini.
