Sekitar 300.000 tahun yang lalu, ada sembilan spesies Homo yang berjalan di muka Bumi. Namun sekitar 10.000 tahun yang lalu, delapan spesies punah. Pada saat itu, tidak ada bencana lingkungan seperti letusan gunung berapi, perubahan iklim, atau tubrukan asteroid dari luar angkasa.
Satu-satunya Homo yang selamat adalah Homo sapiens (nenek moyang manusia modern), dan bisa jadi merekalah yang bertanggung jawab atas kepunahan saudara-saudara mereka.
Seperti yang diketahui, penyebaran Homo sapiens ke berbagai penjuru dunia telah menyebabkan kepunahan massal keenam, sebuah peristiwa yang berlangsung sejak 40.000 tahun yang lalu sampai hari ini. Kalian pun pasti bertanya-tanya, adakah alasan yang mendasari mengapa Homo sapiens tega "membantai" saudaranya sendiri?
Setelah melihat catatan fosil, para peneliti percaya kalau kecenderungan untuk melakukan genosida, merebut wilayah, dan mengeksploitasi sumber daya bukanlah hal baru. Ketika populasi Homo sapiens mulai tumbuh secara eksponensial, mereka pun mulai memiliki dorongan untuk menghilangkan spesies Homo lainnya.
Menariknya, dari kedelapan spesies tersebut, Neanderthal lah yang dapat bertahan paling lama. Dari beberapa kerangka yang ditemukan, ditemukan tanda-tanda peperangan antara Neanderthal dan "manusia" lainnya. Tentunya, hal ini menunjukkan kalau Neanderthal tidak bisa kabur secara "diam-diam" dari saudara mereka.