Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Monumen Besar Bukit Mansu, Situs Bersejarah di Korea Utara
Para pengunjung yang membungkuk di hadapan patung-patung perunggu besar pemimpin Korea Utara Kim Il Sung (kiri, dengan lengan terangkat) dan Kim Jong Il (kanan) di Monumen Besar Bukit Mansu di Pyongyang, Korea Utara. (commons.wikimedia.org/Bjørn Christian Tørrissen)
  • Monumen Besar Bukit Mansu di Pyongyang menampilkan dua patung raksasa Kim Il Sung dan Kim Jong Il sebagai simbol penghormatan tertinggi bagi kepemimpinan Korea Utara.
  • Kompleks ini dilengkapi monumen pendukung berisi ratusan patung rakyat serta mosaik Gunung Paektu yang melambangkan semangat revolusi dan kesatuan antara pemimpin serta rakyat.
  • Kunjungan ke situs ini diatur dengan protokol ketat, mewajibkan pengunjung berpakaian sopan, bersikap hormat, dan mengikuti ritual penghormatan sesuai tradisi Korea Utara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Korea Utara memiliki berbagai situs bersejarah yang menjadi pusat perhatian dunia, mulai dari istana megah hingga monumen-monumen kolosal. Salah satu yang paling menonjol adalah Monumen Besar Bukit Mansu, sebuah kompleks peringatan yang sangat disakralkan di negara tersebut. Terletak di kota Pyongyang, monumen ini berdiri kokoh di atas bukit dan menjadi simbol visual yang mendominasi cakrawala ibu kota.

Namun, apa yang sebenarnya membuat situs ini begitu istimewa bagi rakyat Korea Utara dan bagaimana protokol bagi para pengunjung yang datang ke sana? Mari kita telusuri lima fakta menarik di balik kemegahan Monumen Besar Bukit Mansu dalam artikel berikut ini!

1. Ada dua sosok utama di Monumen Besar Bukit Mansu

Para pengunjung yang membungkuk di hadapan patung-patung perunggu besar pemimpin Korea Utara Kim Il Sung (kiri, dengan lengan terangkat) dan Kim Jong Il (kanan) di Monumen Besar Bukit Mansu di Pyongyang, Korea Utara. (commons.wikimedia.org/Bjørn Christian Tørrissen)

Monumen Besar Bukit Mansu adalah kompleks peringatan ikonik yang terletak di kota Pyongyang, Korea Utara. Situs bersejarah ini dirancang dan dibangun oleh para seniman terampil dari Mansudae Art Studio sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi negara tersebut. Menjadi salah satu lokasi paling sakral di ibu kota, monumen ini berdiri kokoh di atas bukit dan menjadi pusat perhatian bagi setiap pengunjung yang datang ke Pyongyang.

Pusat dari kompleks megah ini adalah dua patung raksasa setinggi 20 meter. Awalnya, monumen ini hanya menampilkan patung tunggal Kim Il Sung yang diresmikan pada tahun 1972 untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-60. Namun, setelah wafatnya Kim Jong Il pada tahun 2011, patung dirinya ditambahkan tepat di sebelah sang ayah pada tahun 2012. Keberadaan kedua patung ini didedikasikan sepenuhnya untuk mengenang para pemimpin abadi Korea Utara sebagai simbol kepemimpinan yang berkelanjutan.

2. Desain patungnya mengalami perubahan

Perubahan signifikan Monumen Besar Bukit Mansu di Pyongyang, Korea Utara dari waktu ke waktu. (commons.wikimedia.org/Laika ac)

Kedua patung raksasa ini telah mengalami beberapa kali perubahan desain untuk menciptakan keserasian. Patung Kim Il Sung, yang awalnya dilapisi emas sebelum diganti menjadi perunggu, diperbarui posisinya dari melambaikan tangan menjadi pose memegang mantel. Selain itu, wajahnya diganti dengan versi yang lebih tua dan tersenyum, sesuai dengan penampilannya sebelum wafat pada tahun 1994, agar terlihat lebih serupa dengan gaya patung Kim Jong Il.

Perubahan signifikan juga terjadi pada patung Kim Jong Il untuk memberikan kesan yang lebih autentik. Awalnya ia digambarkan mengenakan mantel panjang formal, tetapi pada tahun 2013 patung tersebut diganti dengan versi yang mengenakan jaket parka salju khasnya. Penyesuaian material perunggu dan desain pakaian ini bertujuan untuk menegaskan kesinambungan kepemimpinan di Korea Utara melalui simbol visual yang sangat ikonik di pusat kota Pyongyang.

3. Disertai monumen pendukung yang kolosal

Salah satu kelompok patung perunggu di Monumen Besar Mansudae di Pyongyang, Korea Utara. Patung khusus ini merupakan bagian dari monumen Revolusi Sosialis dan Pembangunan Sosialis, yang berdiri di sisi kanan dua patung utama Kim Il Sung dan Kim Jong Il. (commons.wikimedia.org/calflier001)

Di kedua sisi patung utama, terdapat dua kelompok monumen raksasa yang tidak kalah megah, masing-masing memiliki tinggi 22,5 meter dan panjang mencapai 50 meter.  Monumen pendukung ini terbuat dari material kokoh seperti granit dan batu gamping, serta menampilkan total 229 patung manusia dengan tinggi rata-rata 5 meter. Ratusan patung ini menggambarkan rakyat Korea Utara dari berbagai latar belakang, mulai dari tentara, pekerja pabrik, hingga petani, yang semuanya dipahat dengan detail yang sangat teliti.

Secara simbolis, kedua kelompok monumen ini mewakili dua tonggak sejarah besar bagi negara tersebut, yaitu Perjuangan Revolusioner Anti-Jepang dan masa Revolusi Sosialis. Kehadiran figur-figur rakyat di samping patung pemimpin utama bertujuan untuk menunjukkan kesatuan antara pemimpin dan rakyat dalam membangun negara. Dengan ukurannya yang kolosal, monumen pendukung ini semakin mempertegas kesan megah dan dramatis pada seluruh kompleks Bukit Mansu.

4. Ada mosaik raksasa Gunung Paektu

Di belakang patung-patung tersebut terdapat Museum Revolusi Korea, yang menampilkan mural mosaik besar Gunung Paektu, yang dianggap sebagai gunung suci dalam budaya Korea. (commons.wikimedia.org/Mauricio Moreno)

Tepat di belakang patung-patung utama, terdapat sebuah dinding granit raksasa yang berfungsi sebagai latar belakang monumen. Dinding ini menampilkan karya seni mosaik Gunung Paektu, yang merupakan bagian dari eksterior bangunan Museum Revolusi Korea. Keberadaan mosaik ini memberikan kesan megah dan mendalam, seolah-olah para pemimpin tersebut berdiri langsung di depan pemandangan alam yang paling ikonik di semenanjung Korea.

Secara filosofis, pemilihan Gunung Paektu memiliki makna yang sangat sakral karena dianggap sebagai gunung keramat dalam sejarah dan mitologi Korea. Bagi rakyat Korea Utara, gunung ini bukan sekadar keajaiban alam, melainkan simbol kuat dari semangat revolusi keluarga Kim. Kehadiran mural mosaik ini di Bukit Mansu bertujuan untuk menegaskan hubungan erat antara kepemimpinan negara dengan warisan sejarah perjuangan bangsa yang dianggap suci.

5. Diatur oleh protokol kunjungan yang ketat

Momen pengunjung di Monumen Besar Bukit Mansu. (commons.wikimedia.org/Laika ac)

Kunjungan ke Monumen Besar Bukit Mansu diatur oleh protokol yang sangat ketat karena situs ini dianggap sebagai tempat suci, bukan sekadar objek wisata. Pengunjung diwajibkan menjaga sikap hormat, seperti dilarang merokok, mengunyah permen karet, berteriak, hingga dilarang melakukan gerakan tangan tertentu saat berfoto. Selain itu, terdapat aturan berpakaian yang sopan, di mana pria wajib mengenakan celana panjang dan sepatu tertutup, sementara wanita harus mengenakan pakaian yang menutupi lutut. Meskipun kunjungan ini tidak bersifat wajib bagi wisatawan, mereka yang memilih datang harus bersedia mengikuti ritual penghormatan, termasuk membungkuk secara serentak di depan patung.

Saat berada di lokasi, rombongan biasanya akan berbaris untuk meletakkan bunga dan membungkuk sebagai tanda hormat dengan melepaskan topi serta kacamata hitam. Setelah prosesi formal selesai, pengunjung diperbolehkan mengambil foto dengan aturan khusus, yaitu kedua patung harus terlihat secara utuh dalam satu bingkai foto, alias tidak boleh terpotong. Selama sesi foto, pengunjung harus tetap berdiri tegak dengan tangan di samping dan dilarang membuat pose santai seperti tanda "peace" atau jempol. Aturan-aturan ini diterapkan untuk memastikan bahwa kemuliaan situs tetap terjaga sesuai dengan tradisi dan budaya Korea Utara.

Monumen Besar Bukit Mansu bukan sekadar karya seni raksasa, melainkan simbol sejarah dan penghormatan tertinggi bagi masyarakat Korea Utara. Memahami fakta dan aturan yang menyertainya akan memberikan gambaran tentang betapa sakralnya situs ini di mata dunia. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kamu yang ingin mengenal lebih dalam tentang ikon bersejarah di kota Pyongyang, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team