Momen pengunjung di Monumen Besar Bukit Mansu. (commons.wikimedia.org/Laika ac)
Kunjungan ke Monumen Besar Bukit Mansu diatur oleh protokol yang sangat ketat karena situs ini dianggap sebagai tempat suci, bukan sekadar objek wisata. Pengunjung diwajibkan menjaga sikap hormat, seperti dilarang merokok, mengunyah permen karet, berteriak, hingga dilarang melakukan gerakan tangan tertentu saat berfoto. Selain itu, terdapat aturan berpakaian yang sopan, di mana pria wajib mengenakan celana panjang dan sepatu tertutup, sementara wanita harus mengenakan pakaian yang menutupi lutut. Meskipun kunjungan ini tidak bersifat wajib bagi wisatawan, mereka yang memilih datang harus bersedia mengikuti ritual penghormatan, termasuk membungkuk secara serentak di depan patung.
Saat berada di lokasi, rombongan biasanya akan berbaris untuk meletakkan bunga dan membungkuk sebagai tanda hormat dengan melepaskan topi serta kacamata hitam. Setelah prosesi formal selesai, pengunjung diperbolehkan mengambil foto dengan aturan khusus, yaitu kedua patung harus terlihat secara utuh dalam satu bingkai foto, alias tidak boleh terpotong. Selama sesi foto, pengunjung harus tetap berdiri tegak dengan tangan di samping dan dilarang membuat pose santai seperti tanda "peace" atau jempol. Aturan-aturan ini diterapkan untuk memastikan bahwa kemuliaan situs tetap terjaga sesuai dengan tradisi dan budaya Korea Utara.
Monumen Besar Bukit Mansu bukan sekadar karya seni raksasa, melainkan simbol sejarah dan penghormatan tertinggi bagi masyarakat Korea Utara. Memahami fakta dan aturan yang menyertainya akan memberikan gambaran tentang betapa sakralnya situs ini di mata dunia. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kamu yang ingin mengenal lebih dalam tentang ikon bersejarah di kota Pyongyang, ya!