Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Mulut Kucing, Gak Cuma Dipakai untuk Makan!
Kucing (commons.wikimedia.org/Adamster524)
  • Mulut kucing memiliki kekuatan gigitan sekitar 70 PSI, lebih lemah dari manusia, tapi lebih berbahaya karena faktor makanan.
  • Gigi kucing terdiri dari 4 taring, 10 gigi premolar, 4 gigi molar, dan 12 gigi incisor yang tajam dan kuat.
  • Gigitan kucing bisa menyebabkan infeksi karena bakteri di mulutnya, serta mulut kucing sangat sensitif terhadap sentuhan atau masalah kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mulut merupakan bagian tubuh yang sangat berguna bagi hewan dan manusia. Dengan kehadiran mulut manusia dan hewan bisa berbicara, makan, menggigit, minum, dan membawa sesuatu. Beberapa hewan juga memiliki mulut yang tidak biasa yang mana mulut tersebut punya keunikan yang tidak dimiliki mulut hewan lain. Nah, salah satu hewan yang punya mulut unik dan menarik adalah kucing.

Tidak melulu untuk makan, nyatanya mulut kucing juga bisa digunakan untuk membawa barang, mempertahankan diri, dan sebagainya. Mulut kucing juga jadi tempat bagi beberapa hal, seperti gigi, lidah, otot, bahkan sampai bakteri yang cukup berbahaya. Sebagai hewan karnivor mulut kucing juga punya kekuatan, struktur, dan bentuk yang berbeda dengan mulut manusia, ikan, atau kambing. Lebih lengkapnya artikel ini akan membahas berbagai fakta unik dan hal menarik yang dimiliki mulut kucing. Oleh karena itu kamu harus menyimaknya dengan seksama!

1. Mulut kucing punya kekuatan gigitan sekitar 70 PSI

Kucing punya mulut yang cukup kuat (commons.wikimedia.org/Lorie Shaull)

Dilansir Rose City Dental Care, kucing punya kekuatan gigitan yang cukup besar, yaitu sekitar 70 PSI. Jika dibandingkan dengan manusia yang kekuatannya gigitannya mencapai 160 PSI bisa dibilang kekuatan gigitan kucing memang tidak seberapa kuat. Tapi jangan salah, walau tidak sekuat manusia nyatanya gigitan kucing lebih berbahaya dari manusia, lho. Hal ini ada hubungannya dengan beberapa hal, salah satunya karena faktor makanan.

Seperti yang kita tahu, manusia adalah omnivor yang bisa memakan daging, tumbuhan, buah-buahan, sampai sayuran. Nah, karena hal tersebut terkadang manusia tidak menggunakan semua kekuatannya. Makanan yang dimakan manusia juga sudah diolah sehingga kita tidak perlu menggunakan kekuatan gigitan secara penuh. Hal ini berbanding terbalik dengan kucing yang merupakan karnivor sejati. Mereka harus berburu dan bersusah payah mengoyak, merobek, sampai meremukan mangsa. Alhasil, kucing sering menggunakan kekuatan gigitannya secara penuh.

2. Punya gigi tajam yang mampu merobek daging dan kulit

Kucing punya gigi yang kuat (commons.wikimedia.org/Xrkwxn)

Mulut kucing memang terlihat kecil, imut, dan tidak menakutkan seperti mulut singa dan harimau. Tapi jangan salah, nyatanya makhluk kecil ini juga memiliki gigi yang tajam dan kuat, lho. Laman Meyou Paris menjelaskan kalau gigi kucing terdiri dari 4 taring, 10 gigi premolar, 4 gigi molar, dan 12 gigi incisor. Tiap gigi memiliki fungsi yang beragam, ada yang berfungsi untuk mengunyah, menghaluskan makanan, mengoyak daging, sampai meremukan tulang.

Ketajaman gigi kucing juga tak bisa diremehkan karena giginya bisa menusuk semua hal, mau itu kulit tikus, bulu burung, sampai kulit manusia. Kucing kecil memang tidak akan melukai kulit dan menembus daging. Namun akan berbeda jika yang menggigit adalah kucing dewasa. Dengan giginya yang tajam, kepala yang besar, dan dipadukan dengan otot yang kuat gigitan kucing dewasa lebih dari cukup untuk melubang daging dan kulit manusia.

3. Gigitan kucing bisa menyebabkan infeksi yang parah karena kehadiran bakteri

Gigitan kucing bisa menyebabkan infeksi (commons.wikimedia.org/Ka23 13)

Tak hanya menyakitkan, ternyata gigitan kucing juga cukup berbahaya apalagi jika kamu digigit oleh kucing feral. Selain ditumbuhi gigi yang tajam dan rahang yang kuat, mulut dan air liur kucing juga menyimpan berbagai bakteri dan kuman berbahaya seperti Pasteurella multocida, jelas VCA Animal Hospitals. Jika P. multocida di mulut kucing masuk ke tubuh manusia lewat gigitan manusia bisa mengalami beberapa hal, seperti infeksi, rasa sakit, pembengkakan, sampai gejala flu dan demam.

Bakteri di mulut kucing juga tidak tiba-tiba datang, biasanya ada dua faktor yang menyebabkan mulut kucing dijadikan rumah bakteri. Pertama, kucing sering memakan hewan liar, entah burung, tupai, serangga, tikus got, sampai bangkai. Selain makanan yang bervariasi, kebiasaan kucing yang kerap minum air di WC, air hujan, dan air sungai juga bisa mendatangkan bakteri. Air sungai atau kolam memang terlihat jernih, tapi sebenarnya ada jutaan bakteri dan mikroba yang hidup di dua tempat tersebut.

4. Kucing punya mulut sensitif yang rawan akan infeksi dan penyakit

Kucing punya mulut sensitif (commons.wikimedia.org/Rainer Stropek)

Dilansir HumanePro, mulut kucing sangat sensitif entah sensitif terhadap sentuhan atau masalah kesehatan. Saking sensitifnya terkadang hewan ini bisa terganggu atau marah saat mulutnya disentuh atau diraba. Seperti manusia, kucing juga rawan terkena penyakit dan masalah mulut, beberapa diantaranya adalah stomatisis, sariawan, sakit gigi, gusi berdarah, abses, rahang yang patah, sampai infeksi gusi.

Beberapa masalah mulut bisa hilang dan sembuh dengan sendirinya, namun tak sedikit pula yang parah dan bisa menyebabkan komplikasi. Sebagai contoh, abses dan sakit gigi mampu membuat kucing kesulitan makan dan akhirnya kehilangan nafsu makan. Stomatisis, abses, dan infeksi gusi juga sangat berbahaya dan dalam kasus ekstrem mampu merenggut nyawa kucing. Oleh karena itu, jika kucing peliharaanmu terkena masalah mulut kamu harus segera memeriksakannya ke dokter hewan.

5. Mulut kucing punya fungsi yang sangat beragam

Mulut kucing punya fungsi yang beragam (commons.wikimedia.org/nekonomania)

Secara fungsi mulut kucing juga tak melulu digunakan untuk makan, mengeong, atau minum. Nyatanya bagian tubuh ini juga berguna untuk berbagai hal, lho. Salah satu kegunaan yang paling menonjol adalah penggunaan sebagai senjata. Dalam hal ini, kucing bisa menggunakan mulutnya untuk menggigit predator dan pengganggu. Tak hanya itu, kucing juga bisa menggunakan mulutnya seperti tangan. Hal ini dapat terlihat saat kucing membawa anaknya dengan mulut, saat kucing membawa makanan dengan mulut, atau saat kucing membawa benda-benda dengan mulut, jelas berbagai sumber.

Mulut kucing memang terlihat imut dan kecil, namun dibalik hal tersebut ternyata hewan ini punya mulut yang sangat menarik. Pertama, mulut kucing cukup kuat dan bahkan sanggup meremukan tulang dan merobek kulit manusia. Mulut kucing juga jadi rumah bagi bakteri sehingga bisa menyebabkan infeksi jika kucing menggigitmu. Tak hanya itu, mulut kucing juga sangat berguna, hewan ini bisa memakai mulutnya untuk makan, minum, merobek daging, sampai mempertahankan diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team