Madagaskar dikenal sebagai rumah bagi banyak satwa unik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Salah satunya adalah Ring-tailed Vontsira (Galidia elegans), karnivora kecil yang sering luput dari perhatian karena kalah populer dari fossa. Padahal, hewan berekor bercincin ini menyimpan banyak fakta menarik, mulai dari perilaku aktif di siang hari hingga asal-usul evolusinya yang unik. Berikut deretan fakta unik Ring-tailed Vontsira yang layak kamu kenal lebih dekat!
5 Fakta Ring Tailed Vontsira, si Gesit dengan Sejarah Evolusi Unik

Intinya sih...
Karnivora Endemik Madagaskar
Distribusi di wilayah utara, timur, dan bagian tengah barat pulau Madagaskar.
Habitat di hutan dataran rendah, pegunungan lembap, dan hutan gugur kering.
Ekor Bercincin jadi Ciri Khas
Panjang tubuh sekitar 32-38 cm dengan bulu berwarna cokelat kemerahan.
Ekor bergaris menyerupai cincin hitam dan merah yang mencolok.
Si Paling Aktif di Siang Hari
B
1. Karnivora Endemik Madagaskar
Ring-tailed Vontsira adalah mamalia karnivora endemik Madagaskar. Wilayah distribusi mereka berada di wilayah utara, timur, dan bagian tengah barat pulau Madagaskar. Di sana mereka dapat hidup di hutan dataran rendah dan pegunungan yang lembap, serta hutan gugur kering. Tipe hutan yang mereka diami adalah hutan kering subtropis hingga tropis.
2. Ekor Bercincin jadi Ciri Khas
Memiliki panjang tubuh sekitar 32-38 cm serta berat kurang dari 1 kg. Walaupun ukuran tubuhnya relatif kecil, tetapi mereka merupakan anggota terbesar dari subfamili Galidiinae. Tubuhnya yang kecil dan ramping ini ditutupi dengan bulu berwarna cokelat kemerahan dengan ekor yang bergaris menyerupai cincin berwarna hitam dan merah yang sangat mencolok. Ekornya inilah yang menjadi ciri khas mereka, bahkan dikutip dari BioDB, spesies ini menjadi satu-satunya spesies dalam genusnya yang mudah dikenali berkat bulu serta ekornya yang bercincin. Selain itu, ekornya pun sangat berguna untuk menjaga keseimbangan ketika mereka memanjat pohon dan juga untuk berkomunikasi. Selain berkomunikasi menggunakan ekornya, penandaan aroma turut menjadi bentuk komunikasi yang sangat penting bagi mereka.
3. si Paling Aktif di Siang Hari
Berkat tubuhnya yang ramping dan panjang, ia dikenal sangat lincah dan gesit. Mereka bersifat terestrial dan arboreal, yang di mana mereka tidak hanya mampu berlari cepat dilantai hutan, mereka juga sangat pandai memanjat pohon dan bahkan berenang sekalipun. Tidak seperti kebanyakan predator lainnya, mereka sangat aktif di siang hari (diurnal). Dan pada malam hari, waktunya mereka beristirahat. Biasanya mereka akan tidur di rongga pohon atau di dalam liang yang mereka gali. Mereka juga dikenal sangat soliter, sehingga mereka sering terlihat sendiri atau berpasangan dan bersama anak-anaknya.
4. Spesies Karnivora Sejati
Menu makanannya cukup beragam. Karena mereka sang karnivora sejati, mereka memakan mamalia kecil, invertebrata, ikan, burung, reptil, telur, dan serangga. Walaupun mereka karnivora sejati, mereka juga diketahui memakan buah, tetapi kemungkinan tidak terlalu banyak. Untuk mencari makanan mereka memanfaatkan indra penciuman dan penglihatan mereka yang sangat tajam serta kelincahan mereka untuk menangkap mangsa. Selain itu, mereka juga memiliki sifat keingintahuan yang cukup tinggi. Untuk mendapatkan mangsa, mereka sering mengorek-ngorek di dalam tanah, di dalam batang kayu, di antara ranting, di bawah dedaunan, atau berenang mencari ikan hingga katak. Mereka juga dikenal sebagai pemakan oportunistik, yang artinya mereka akan memakan apa pun yang mereka temui jika itu bisa dimakan oleh mereka.
5. Punya Sejarah Evolusi yang Unik
Karena memiliki penampilan dan bentuk tubuh yang hampir sama dengan luwak atau musang, mereka sering dianggap masih sejenis atau satu famili dengan luwak atau musang (sering dianggap sama dengan luwak Afrika). Padahal spesies ini berbeda famili dengan luwak atau musang. Spesies ini masuk dalam famili Eupleridae, sedangkan luwak atau musang masuk dalam famili Viverridae. Dilansir dari BioDB, nenek moyangnya tiba di Madagaskar jutaan tahun yang lalu dan beranekaragam menjadi beberapa spesies unik, termasuk fossa yang terkenal dan beberapa jenis vontsira, yang semuanya endemik di pulau tersebut. Dari pernyataan di atas, dapat kita ketahui bahwa luwak atau musang dengan spesies vontsira memiliki nenek moyang yang sama, akan tetapi seiring berjalannya waktu, mereka telah mengalami evolusi menjadi beberapa spesies yang unik dan berbeda.
Ring-tailed Vontsira mungkin tidak setenar satwa Madagaskar lainnya, tetapi perannya di alam tidak kalah penting. Dengan tubuh ramping dan sifatnya yang gesit, hewan ini menjadi contoh sempurna betapa uniknya jalur evolusi di pulau tersebut. Mengenal fakta unik Ring-tailed Vontsira bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga mengingatkan kita bahwa masih banyak satwa luar biasa yang keberadaannya perlu dijaga agar tidak hilang tanpa disadari.