Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta State Historical Museum, Museum Paling Bersejarah di Rusia
Museum Sejarah Negara yang terletak di Lapangan Merah, Moskow, Rusia. (commons.wikimedia.org/Suicasmo)
  • State Historical Museum di Moskow berdiri sejak 1881, awalnya menggantikan Gudang Obat Utama dan dirancang arsitek Vladimir Sherwood dengan gaya Neo-Russian yang megah.
  • Bangunan bata merah ini menampilkan desain simetris khas Barok Moskow, lengkap dengan menara berhias elang berkepala dua sebagai simbol kekuatan Kekaisaran Rusia.
  • Museum menyimpan lebih dari 4,5 juta artefak bersejarah, termasuk peninggalan Dinasti Romanov dan koleksi prasejarah, menjadikannya pusat sejarah dan budaya penting di Rusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia memiliki deretan museum bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan peradaban manusia, dan Rusia bangga memiliki salah satu permata sejarah paling prestisius di daftar tersebut. State Historical Museum, alias Museum Sejarah Negara adalah museum sejarah Rusia yang terletak di antara Lapangan Merah dan Lapangan Manege di Moskow. Bangunan bata merah yang ikonik ini mencakup berbagai hal, mulai dari peninggalan suku-suku prasejarah yang hidup di wilayah Rusia saat ini, hingga karya seni tak ternilai yang diperoleh oleh anggota dinasti Romanov. Dengan jumlah total benda dalam koleksi museum yang mencapai jutaan, tempat ini adalah gudang harta karun yang menyimpan setiap detail jatuh bangunnya sebuah bangsa besar.

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya melihat langsung jutaan benda bersejarah yang merangkum ribuan tahun peradaban hanya dalam satu gedung?

Yuk, kita telusuri keajaiban dan fakta unik lainnya tentang State Historical Museum dalam artikel berikut ini!

1. Dulunya adalah Gudang Obat Utama

Plakat Museum Sejarah Negara di Moskow, Rusia. (commons.wikimedia.org/Юрий Д.К.)

Dahulu, lahan State Historical Museum merupakan lokasi Gudang Obat Utama yang dibangun oleh Peter Agung. Namun, pada tahun 1872, sekelompok sejarawan dan tokoh pencinta budaya Rusia sepakat untuk mendirikan museum demi memperkenalkan sejarah nasional. Setelah melalui kompetisi desain yang panjang, arsitek Vladimir Sherwood terpilih untuk membangun gedung megah ini dengan gaya Neo-Russian. Proses pembangunannya memakan waktu enam tahun, dari 1875 hingga 1881, sebelum akhirnya resmi dibuka untuk umum.

Museum ini sempat berganti nama untuk menghormati Tsar Alexander III yang menjadi presiden kehormatannya pada tahun 1894. Bagian dalamnya dihiasi secara mewah oleh seniman-seniman ternama Rusia seperti Ivan Aivazovsky dengan lukisan dinding yang sangat detail. Sayangnya, pada masa Uni Soviet, keindahan interior asli ini dianggap terlalu mencolok dan kuno, sehingga banyak lukisan dinding yang ditutupi dengan lapisan plester demi kesan yang lebih sederhana.

2. Bentuk bangunannya sangat simetris

Museum Sejarah Negara yang terletak di Lapangan Merah, Moskow, Rusia. (commons.wikimedia.org/Jorge Láscar)

Gedung State Historical Museum tampil mencolok dengan dinding bata merah yang disusun rumit menggunakan gaya Barok Moskow dari abad ke-17 dan 18. Salah satu keunikan bangunan ini adalah bentuknya yang sangat simetris. Keharmonisan desain ini memberikan kesan megah dan kokoh, dengan deretan jendela memanjang yang dihiasi ukiran timbul di setiap lantainya.

Di bagian atap, terdapat beberapa menara runcing yang menjadi ciri khas gedung ini. Dua menara paling tinggi dihiasi dengan lambang elang berkepala dua, simbol negara Rusia yang berasal dari masa Kaisar Peter Agung. Selain itu, ada juga menara samping dengan ukiran singa yang berdiri tegak sambil menopang mahkota kerajaan. Semua detail hiasan ini bukan sekadar pemanis, melainkan simbol kekuatan dan sejarah panjang kekaisaran Rusia yang dijaga hingga kini.

3. Sempat "kehilangan" simbol kekaisaran

Arsitektur batu bata merah yang berornamen dari Museum Sejarah Negara yang terletak di Lapangan Merah di Moskow, Rusia. (commons.wikimedia.org/Павел Котов)

Puncak menara State Historical Museum telah menjadi saksi bisu perubahan besar politik di Rusia. Saat pertama kali selesai dibangun pada tahun 1883, menaranya dihiasi dengan patung elang berkepala dua yang merupakan lambang kebanggaan Kekaisaran Rusia. Namun, setelah Revolusi Oktober 1917, pemerintah Uni Soviet mencopot lambang tersebut dan menggantinya dengan simbol palu arit. Perubahan ini dilakukan untuk menghapus jejak monarki dan menggantinya dengan identitas komunis yang baru.

Setelah Uni Soviet runtuh pada tahun 1991, pemerintah Rusia mulai berupaya mengembalikan berbagai warisan sejarah bangsa yang sempat hilang. Sebagai bagian dari langkah tersebut, pada tahun 1997, replika patung elang emas berkepala dua akhirnya dipasang kembali di puncak menara museum. Pemasangan ini bertujuan untuk mengembalikan desain asli bangunan seperti sedia kala, sekaligus menghidupkan kembali simbol tradisional Rusia yang telah ada sejak berabad-abad lalu.

4. Memiliki koleksi yang luar biasa besar

Dekorasi keramik bergaya Rusia, yang awalnya berasal dari ruang makan rumah besar MS Kuznetsov di Moskow, dan sekarang berada di Museum Sejarah Negara. (commons.wikimedia.org/Alexxx1979)

Sejak tahun 2007, seluruh 40 aula pameran di State Historical Museum telah dibuka penuh untuk umum, menarik lebih dari 1,2 juta pengunjung setiap tahunnya. Museum ini bukan sekadar tempat pameran, tetapi juga pusat pendidikan dan penelitian penting di Rusia yang aktif menyelenggarakan seminar, magang, hingga program restorasi benda seni. Cakupan sejarah yang ditawarkan sangat luas, membentang dari zaman prasejarah hingga awal abad ke-20, menjadikannya rujukan utama bagi siapa pun yang ingin mempelajari asal-usul bangsa Rusia.

Museum ini menyimpan lebih dari 4,5 juta artefak luar biasa, mulai dari peninggalan arkeologi suku purba hingga koleksi mewah milik Dinasti Romanov. Pengunjung dapat melihat langsung barang-barang pribadi milik penguasa terkenal seperti Ivan the Terrible dan Peter the Great, termasuk mahkota pernikahan, pakaian kekaisaran, dan senjata perang. Selain itu, terdapat pula ribuan manuskrip langka, ikon kuno bernilai tinggi, serta berbagai peralatan rumah tangga tradisional yang mendokumentasikan kehidupan rakyat Rusia dari masa ke masa.

5. Desain interior yang tematik

Interior Museum Sejarah Negara yang terletak di Moskow, Rusia. Area khusus ini adalah aula pintu masuk utama, yang terkenal dengan langit-langitnya yang dilukis dengan "silsilah raja-raja Rusia". (commons.wikimedia.org/shakko)

Hal pertama yang akan membuat kita terpukau saat melangkah masuk ke aula utama museum adalah lukisan dinding raksasa di bagian langit-langit. Lukisan ini menggambarkan pohon silsilah keluarga besar Dinasti Romanov yang terdiri dari 68 potret penguasa Rusia. Saking detail dan megahnya, karya seni ini menjadi pemandangan wajib yang selalu diingat oleh anak-anak sekolah di Rusia setelah melakukan tur sejarah ke sini.

Menariknya, lukisan megah ini ternyata bukan bagian dari rencana awal pembangunan museum. Awalnya, aula masuk tersebut akan dihiasi dengan tema Rusia kuno. Namun, rencana itu berubah setelah keluarga kekaisaran memberikan bantuan dana besar agar pembangunan museum bisa selesai. Sebagai bentuk rasa terima kasih dan penghormatan kepada para penyumbang, para pendiri museum memutuskan untuk mengabadikan garis keturunan kekaisaran dalam bentuk lukisan dinding yang luar biasa tersebut.

State Historical Museum bukan sekadar bangunan bata merah yang cantik di Moskow, melainkan sebuah "mesin waktu" yang menjaga jutaan kepingan berharga dari perjalanan panjang bangsa Rusia. Mulai dari kemegahan Dinasti Romanov, koleksi arkeologi prasejarah, hingga perubahan simbol di puncak menaranya, museum ini berhasil menyatukan masa lalu yang rumit menjadi satu narasi yang luar biasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team