5 Fakta Museum Hermitage, Museum Raksasa dengan Koleksi Fantastis

- Museum Hermitage didirikan oleh permaisuri Catherine the Great pada tahun 1764, yang awalnya bersifat privat dan hanya bisa diakses kalangan istana.
- Kompleks Museum Hermitage terdiri dari enam bangunan utama yang saling terhubung di sepanjang Palace Embankment, dengan arsitektur yang megah dan bersejarah.
- Museum ini memiliki lebih dari tiga juta koleksi, termasuk lukisan, patung, koin, perhiasan, manuskrip, artefak Mesir Kuno, hingga seni Asia.
Museum Hermitage bukan sekadar museum besar, tetapi juga simbol kejayaan seni, sejarah, dan kekuasaan yang menyatu dalam satu kompleks megah. Berlokasi di Saint Petersburg, Rusia, museum ini sering disebut sebagai salah satu museum seni terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Dari luar saja, bangunannya sudah memancarkan aura aristokrat yang kuat, seolah mengajak setiap pengunjung untuk masuk ke dalam lorong waktu peradaban Eropa dan dunia.
Di balik dinding-dinding megahnya, tersimpan jutaan koleksi yang mencakup lukisan, patung, artefak kuno, hingga benda seni dekoratif dari berbagai era. Setiap sudutnya menyimpan cerita panjang tentang kekaisaran, revolusi, dan perjalanan seni lintas abad. Yuk, gali lebih dalam fakta-fakta menarik tentang Museum Hermitage yang gak cuma besar secara fisik, tetapi juga besar secara sejarah dan pengaruh budaya, dan rasakan sensasi menyelami jejak peradaban dunia!
1. Didirikan oleh permaisuri Catherine the Great

Museum Hermitage bermula dari hasrat besar Permaisuri Catherine the Great terhadap seni dan budaya Eropa. Pada tahun 1764, ia membeli koleksi lukisan dari Johann Ernst Gotzkowsky, seorang pedagang seni asal Berlin, yang kemudian menjadi cikal bakal koleksi museum ini. Dari titik itu, koleksi pribadi kekaisaran Rusia perlahan berkembang menjadi institusi seni berskala dunia.
Seiring waktu, koleksi tersebut terus bertambah melalui pembelian, hadiah diplomatik, dan hasil ekspedisi. Catherine the Great menjadikan seni sebagai simbol kekuatan dan kecanggihan Kekaisaran Rusia. Museum ini awalnya bersifat privat dan hanya bisa diakses kalangan istana, sebelum akhirnya dibuka untuk publik pada tahun 1852.
Fakta ini menegaskan bahwa Hermitage lahir bukan sekadar sebagai museum, tetapi sebagai representasi ambisi budaya kekaisaran. Seni dijadikan alat diplomasi dan simbol status. Sejarah pendiriannya memberi lapisan makna yang dalam pada setiap koleksi. Hermitage bukan hanya tempat pameran, tetapi monumen politik dan budaya.
2. Menempati kompleks bangunan bersejarah yang megah

Kompleks Museum Hermitage terdiri dari enam bangunan utama yang saling terhubung di sepanjang Palace Embankment. Bangunan paling ikonik adalah Winter Palace, bekas kediaman resmi para tsar Rusia. Istana ini dibangun pada abad ke-18 oleh arsitek Francesco Bartolomeo Rastrelli dengan gaya Baroque yang sangat mewah.
Selain Winter Palace, terdapat Small Hermitage, Old Hermitage, New Hermitage, Hermitage Theatre, dan sayap General Staff Building. Masing-masing bangunan memiliki karakter arsitektur yang berbeda, mulai dari Baroque hingga Neoklasik. Perpaduan ini menciptakan pengalaman visual yang kaya, bahkan sebelum melihat koleksi seninya.
Bangunan-bangunan ini sendiri sudah layak disebut sebagai karya seni. Setiap kolom, fasad, dan ornamen membawa cerita arsitektur Eropa lintas abad. Museum ini bukan hanya menyimpan seni, tetapi juga menjadi artefak sejarah itu sendiri. Skala dan kemegahannya memperkuat reputasi Hermitage sebagai museum raksasa dunia.
3. Menyimpan lebih dari tiga juta koleksi

Museum Hermitage memiliki lebih dari tiga juta item dalam koleksinya, menjadikannya salah satu museum dengan koleksi terbesar di dunia. Koleksi ini mencakup lukisan, patung, koin, perhiasan, manuskrip, artefak Mesir Kuno, hingga seni Asia. Hanya sebagian kecil yang bisa dipamerkan secara permanen karena keterbatasan ruang.
Koleksi lukisan Barat menjadi salah satu daya tarik utama, dengan karya-karya dari Rembrandt, Leonardo da Vinci, Michelangelo, hingga Picasso. Hermitage juga memiliki salah satu koleksi Rembrandt terbesar di luar Belanda. Keberagaman koleksi ini membuat museum terasa seperti ringkasan sejarah seni dunia.
Jumlah koleksi yang masif ini menunjukkan betapa luasnya cakupan peradaban yang direpresentasikan. Setiap galeri menghadirkan potongan sejarah dari wilayah dan era yang berbeda. Museum ini bukan hanya besar, tetapi juga sangat komprehensif. Hermitage menjadi arsip visual peradaban manusia.
4. Arsitektur interior yang sama menakjubkannya dengan koleksi seni

Interior Museum Hermitage terkenal dengan aula-aula megah yang dipenuhi detail dekoratif. Langit-langit berhias lukisan, lampu gantung kristal, dan dinding berlapis emas menciptakan atmosfer yang terasa seperti berada di dalam istana aktif. Banyak ruangan yang mempertahankan tata letak asli dari era kekaisaran.
Beberapa ruang seperti Jordan Staircase dan Malachite Room menjadi ikon karena kemewahan desainnya. Tangga besar, pilar marmer, dan ornamen klasik memperkuat kesan aristokrat. Bahkan tanpa melihat lukisan, interiornya sendiri sudah menjadi objek kekaguman.
Hal ini membuat pengalaman berkunjung terasa imersif. Pengunjung gak hanya melihat seni, tetapi juga merasakan atmosfer kehidupan bangsawan Rusia masa lalu. Interior Hermitage menjadi penghubung emosional antara pengunjung dan sejarah. Setiap langkah seolah menapaki jejak kekaisaran.
5. Diakui sebagai salah satu museum paling berpengaruh di dunia

Museum Hermitage secara konsisten masuk dalam daftar museum paling berpengaruh dan paling banyak dikunjungi di dunia. Lembaga internasional seperti The Art Newspaper sering memasukkan Hermitage dalam peringkat museum global teratas. Reputasi ini dibangun dari kombinasi koleksi, sejarah, dan skala institusi.
Hermitage juga memiliki cabang dan kerja sama internasional, termasuk pameran keliling di berbagai negara. Ini memperluas pengaruh budaya Rusia ke panggung global. Museum ini bukan hanya tempat penyimpanan, tetapi juga pusat diplomasi budaya.
Pengaruh Hermitage terasa dalam dunia akademik, kuratorial, dan pariwisata budaya. Ia menjadi standar referensi bagi museum besar lainnya. Status global ini menegaskan bahwa Hermitage bukan sekadar museum lokal. Ia adalah simbol warisan budaya dunia.


















