ilustrasi Teatro di San Carlo dengan kapasitas penonton yang besar untuk ukuran zamannya (commons.wikimedia.org/Rijksmuseum)
Sejak awal pembangunannya pada tahun 1737, Teatro di San Carlo sudah dirancang dengan ukuran yang sangat besar untuk ukuran zamannya. Gedung opera ini memiliki auditorium berbentuk tapal kuda dengan ratusan kotak penonton yang tersusun bertingkat, serta sebuah panggung kerajaan khusus. Jika dihitung termasuk area berdiri, kapasitasnya bisa menampung lebih dari tiga ribu penonton, menjadikannya salah satu gedung opera terbesar di dunia pada abad ke-18.
Besarnya kapasitas ini mencerminkan ambisi Kerajaan Bourbon yang ingin menjadikan Napoli sebagai pusat seni dan musik Eropa. Teatro di San Carlo tidak hanya dibangun untuk kalangan terbatas, tetapi sebagai ruang pertunjukan megah yang dapat menampung banyak orang sekaligus. Karena ukuran, struktur, dan konsepnya yang maju untuk masanya, gedung ini kemudian menjadi acuan bagi pembangunan teater-teater besar lainnya di Italia dan berbagai negara Eropa.
Teatro di San Carlo bukan sekadar gedung opera tua, tetapi simbol kejayaan seni dan budaya yang terus hidup hingga sekarang. Sejarah panjang, desain megah, akustik istimewa, hingga kapasitasnya yang luar biasa menunjukkan bahwa teater ini dirancang jauh melampaui zamannya. Hingga hari ini, Teatro di San Carlo tetap menjadi bukti bahwa warisan budaya bisa bertahan dan terus dinikmati lintas generasi.