Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Tembok Ston di Kroasia, Benteng yang Dibangun demi Garam
Tembok Ston di Kroasia yang membentang di perbukitan Semenanjung Pelješac. (commons.wikimedia.org/Tony Hisgett from Birmingham, UK)
  • Tembok Ston di Kroasia dibangun pada abad ke-14 oleh Republik Ragusa sebagai salah satu sistem pertahanan terpanjang di Eropa, awalnya mencapai sekitar tujuh kilometer.
  • Fungsi utama tembok ini adalah melindungi tambak garam bernilai tinggi yang menjadi sumber ekonomi penting, sekaligus menjaga keamanan wilayah dari potensi konflik.
  • Berada di Semenanjung Pelješac yang strategis, Tembok Ston dilengkapi menara dan benteng kecil, sempat rusak akibat gempa serta perang, lalu dipugar agar tetap lestari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau mendengar tentang tembok raksasa, banyak orang langsung teringat pada Tembok Besar di China. Padahal, di Eropa juga terdapat struktur serupa yang tak kalah menarik. Tembok Ston di Kroasia merupakan salah satu contoh benteng pertahanan bersejarah yang memiliki ukuran panjang, fungsi penting, serta nilai sejarah yang tinggi.

Tembok ini dibangun pada abad pertengahan, bukan hanya untuk melindungi wilayah, tetapi juga untuk menjaga tambak garam yang sangat berharga saat itu. Selain itu, letaknya yang strategis membuat tembok ini punya peran besar dalam mengontrol jalur penting di sekitarnya. Untuk mengetahui fakta-fakta menarik lainnya tentang tembok ini, yuk simak pembahasannya berikut ini.

1. Salah satu tembok terpanjang di Eropa

Tembok Ston yang membentang di perbukitan, menjadi salah satu tembok pertahanan terpanjang di Eropa (commons.wikimedia.org/Anto)

Tembok Ston dikenal sebagai salah satu tembok pertahanan terpanjang di Eropa. Saat pertama dibangun pada abad ke-14, panjangnya mencapai sekitar tujuh kilometer dan menghubungkan Ston dengan Mali Ston. Ukuran ini tergolong besar pada masanya, sehingga tembok ini sering dijuluki sebagai “Great Wall”-nya Kroasia.

Seiring berjalannya waktu, sebagian tembok mengalami kerusakan, sehingga panjang yang tersisa saat ini sekitar lima kilometer. Meski tidak lagi utuh seperti dulu, ukuran tersebut tetap membuatnya termasuk salah satu sistem benteng terpanjang di Eropa. Panjang tembok ini juga menunjukkan bahwa pembangunannya dirancang untuk melindungi wilayah yang cukup luas.

2. Dibangun untuk melindungi tambak garam

tambak garam di Ston yang dilindungi oleh sistem Tembok Ston sejak abad pertengahan. (commons.wikimedia.org/Jules Verne Times Two)

Tembok Ston dibangun oleh Republik Ragusa (Dubrovnik), bukan hanya untuk pertahanan, tetapi juga untuk melindungi tambak garam yang sangat berharga. Pada masa itu, garam dikenal sebagai “emas putih” karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan digunakan dalam berbagai kebutuhan penting. Bahkan, produksi garam di wilayah Ston menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi pemerintah setempat.

Tambak garam di Ston menghasilkan ratusan ton garam setiap tahun, sehingga wajar jika wilayah ini dijaga dengan sistem pertahanan yang kuat. Selain itu, pada masa tersebut garam juga sering menjadi alasan terjadinya konflik, sehingga perlindungan terhadap sumber daya ini menjadi prioritas. Pembangunan tembok ini menjadi solusi untuk menjaga keamanan tambak sekaligus memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan aman.

3. Berada di jalur yang sangat strategis

Tembok Ston yang dibangun di jalur strategis di pesisir Dalmatia. (commons.wikimedia.org/Dennis G. Jarvis)

Tembok Ston dibangun di lokasi yang sangat strategis, tepatnya di Semenanjung Pelješac, yang menjadi jalur penting di sepanjang pesisir Dalmatia. Posisi ini membuat wilayah Ston memiliki peran besar dalam mengontrol pergerakan orang dan barang di sekitarnya. Karena letaknya yang krusial, daerah ini menjadi salah satu wilayah yang diperebutkan dan dijaga dengan ketat pada masa itu.

Dengan posisi yang menghadap ke laut dan jalur perdagangan, tembok ini berfungsi untuk mengawasi sekaligus melindungi wilayah dari ancaman serangan. Hal inilah yang membuat lokasi Ston dianggap sangat penting, sehingga pembangunan sistem pertahanan besar menjadi langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.

4. Dilengkapi puluhan menara dan benteng kecil

salah satu bagian benteng dalam sistem Tembok Ston yang digunakan untuk pertahanan. (commons.wikimedia.org/László Szalai)

Tembok Ston dilengkapi dengan puluhan menara pengawas yang ditempatkan di titik-titik strategis untuk memantau area sekitar. Selain itu, terdapat beberapa benteng utama seperti Benteng Veliki Kaštio di Ston dan Benteng Koruna di Mali Ston yang masih menjadi bagian dari sistem Tembok Ston. Benteng-benteng ini berfungsi sebagai pusat pertahanan sekaligus tempat perlindungan saat terjadi serangan.

Struktur ini dirancang oleh para arsitek terkenal, termasuk Michelozzo, dengan menggunakan batu gamping lokal yang kuat. Beberapa bagian seperti Kula Arcimun dan benteng Podzvizd masih dapat dilihat hingga sekarang, menunjukkan bahwa sistem pertahanan ini dibangun dengan perencanaan yang matang dan daya tahan yang tinggi.

5. Pernah rusak karena gempa dan perang

salah satu bagian Tembok Ston yang menunjukkan bekas kerusakan akibat gempa dan perang. (commons.wikimedia.org/JERRYE AND ROY KLOTZ MD)

Meskipun dikenal sebagai benteng yang kokoh, Tembok Ston telah mengalami berbagai kerusakan sepanjang sejarahnya. Beberapa bagian tembok runtuh akibat gempa bumi besar yang terjadi pada abad ke-17 dan abad ke-20. Selain faktor alam, konflik pada masa lalu juga turut memengaruhi kondisi tembok ini, sehingga tidak semua bagian dapat bertahan seperti semula.

Untuk menjaga keberadaannya, proses pemugaran telah dilakukan sejak sekitar 50 tahun lalu dan terus berlanjut hingga awal abad ke-21. Perbaikan dilakukan dengan cara tradisional, yaitu memahat batu satu per satu agar tetap sesuai dengan teknik aslinya. Upaya ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk organisasi pelestari warisan sejarah, sehingga kini Tembok Ston dapat kembali dinikmati sebagai salah satu peninggalan bersejarah yang terawat.

Tembok Ston bukan hanya benteng pertahanan, tetapi juga gambaran bagaimana sebuah wilayah dijaga dengan perencanaan yang matang. Dari panjangnya hingga fungsi setiap bagiannya, tembok ini menunjukkan perpaduan antara kebutuhan keamanan dan kepentingan ekonomi. Hingga sekarang, keberadaannya masih menjadi bukti nyata kekuatan dan kecerdikan strategi pada masa itu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team