Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hiu Karang Sirip Putih
hiu karang sirip putih (commons.wikimedia.org/Хомелка)

Intinya sih...

  • Hiu karang sirip putih tidak berbahaya bagi manusia, tenang dan mudah dikenali dari ujung siripnya yang putih.

  • Aktif di area karang dengan kedalaman 0-330 meter, sering dimakan oleh hiu lain, dan bereproduksi secara vivipar.

  • Panjang maksimalnya hanya 2,1 meter, menjadi mangsa bagi spesies hiu lain, dan memiliki sifat nokturnal.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jika membahas ikan hiu, mungkin kamu akan terbayang hiu berukuran besar seperti hiu paus, hiu putih besar, atau hiu macan. Padahal, tak semua hiu berukuran besar, lho. Tak sedikit spesies hiu berukuran kecil seperti Triaenodon obesus atau hiu karang sirip putih. Selain kecil, ikan yang sering terlihat di area karang tersebut juga menyimpan segudang hal unik.

Hiu karang sirip putih tidak berbahaya bagi manusia. Ia memang karnivor, tetapi ikan ini juga menjadi mangsa bagi spesies hiu lain. Seperti namanya, ia juga mudah dikenali dari ujung siripnya yang putih. Penyebarannya juga cukup luas, bahkan ia bisa ditemukan di Indonesia. Penasaran dengan semua hal unik tersebut? Mari menyelam ke lautan dan kenalan lebih jauh dengan hiu karang sirip putih.

1. Punya sifat tenang dan tidak agresif

hiu karang sirip putih (commons.wikimedia.org/Kris Mikael Krister)

Dilansir Florida Museum, hiu karang sirip putih bukan ikan yang agresif. Dalam hal ini, hiu karang sirip putih hanya akan menyerang jika merasa terganggu atau terancam. Misal pun menyerang, serangannya tak akan berakibat fatal karena ukurannya yang kecil. Ia juga tenang, kalem, bahkan sering berinteraksi dengan para penyelam. Jadi, hiu ini bukan termasuk spesies yang perlu ditakuti. Jika bertemu hiu karang sirip putih, kamu harus tenang, jangan usik hiu tersebut, dan biarkan ia berenang bebas di lautan.

2. Sering beraktivitas di area karang

hiu karang sirip putih (commons.wikimedia.org/Elias Levy)

Seperti namanya, habitat utama ikan ini mencakup area terumbu karang dan perairan dangkal. Spesifiknya, ikan ini sering terlihat berenang di perairan dengan kedalaman sekitar 0-330 meter. Dilansir Animal Diversity Web, hiu karang sirip putih merupakan hewan nokturnal yang sangat aktif di malam hari. Di siang hari, ikan ini lebih sering masuk ke gua, berkumpul di karang, atau beristirahat di sela-sela karang.

Penyebarannya mencakup wilayah Indo-Pasifik seperti Afrika, Asia Selatan, dan beberapa wilayah Amerika. Di alam liar, hiu karang sirip putih sangat suka memakan ikan berukuran sedang seperti damselfish, parrotfish, goatfish, squirrelfish, dan terkadang juga akan memakan belut. Ketika berburu, ikan ini mengandalkan dua hal, yaitu gigitan yang kuat dan kecepatan yang tinggi.

3. Mudah dikenali dari ujung sirip yang berwarna putih

hiu karang sirip putih (commons.wikimedia.org/Georgina Jones)

Hiu karang sirip putih bukan termasuk hiu berukuran besar. Dilansir FishBase, panjang maksimalnya hanya 2,1 meter di bobotnya sekitar 18 kilogram. Namun, ukuran memang bukan ciri khas ikan ini. Justru, ia mudah dikenali dari beberapa hal, seperti badannya yang ramping dan ujung sirip dan ekornya yang berwarna putih. Gak cuma itu, hiu ini juga punya warna yang tidak terlalu mencolok, yaitu abu-abu atau silver. Kemungkinan, warna tersebut memudahkannya untuk berkamuflase di malam hari dan bersembunyi di sela-sela karang pada siang hari.

4. Jadi mangsa bagi spesies hiu lain

hiu karang sirip putih (commons.wikimedia.org/Alberto Alcalá)

Hiu karang sirip putih merupakan predator, tetapi terkadang ia juga menjadi mangsa. Dilansir iNaturalist, hiu ini menjadi santapan bagi beberapa spesies hiu yang lebih besar. Galeocerdo cuvier (hiu macan), Carcharhinus galapagensis (hiu galapagos), dan Carcharhinus albimarginatus (hiu sirip silver) merupakan beberapa predator utamanya.

Gak cuma hiu, ikan predator lain seperti Epinephelus lanceolatus (kerapu kertang) juga bisa memakan hewan ini. Selain itu, beberapa parasit seperti Paralebion elongatus dan Gnathia grandilaris juga pernah ditemukan di tubuh hiu karang sirip putih. Dari hal tersebut maka dapat disimpulkan kalau hiu karang sirip putih juga terancam oleh kehadiran makhluk lain.

5. Bereproduksi dengan metode vivipar

hiu karang sirip putih (commons.wikimedia.org/NOAA)

Seperti hiu lain dari famili Carcharhinidae, hiu karang sirip putih merupakan hewan yang bereproduksi secara vivipar atau melahirkan. Dilansir Thai National Parks, masa kehamilan ikan ini sekitar 10 - 13 bulan. Lebih lanjut, ia mampu melahirkan satu hingga enam bayi dalam satu masa reproduksi. Setelah lahir, bayi ikan ini akan langsung mandiri dan tak akan dirawat oleh induknya. Bayi yang baru juga tergolong kecil karena panjangnya sekitar 52 - 60 centimeter. Nantinya, bayi-bayi tersebut akan tumbuh sepanjang 16 centimeter setiap tahunnya.

Dari hiu karang sirip putih kita belajar kalau tidak semua spesies hiu merupakan hewan yang berbahaya. Sebaliknya, ada beberapa spesies hiu yang kecil, tidak berbahaya, dan justru sering dimakan oleh ikan lain. Oleh karena itu, kamu tak boleh menyamaratakan semua spesies hiu. Sebaliknya, kamu harus mengulik semua hal tentang hiu untuk menghindari kesalahpahaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team