Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
rekonstruksi Meganeura
rekonstruksi Meganeura (commons.wikimedia.org/GermanOle)

Intinya sih...

  • Meganeura hidup pada era penuh oksigen

  • Bentang sayapnya mencapai 75 centimeter

  • Bisa tumbuh besar karena berbagai faktor

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jika mendengar kata serangga, pasti kamu terbayang invertebrata berukuran kecil. Saking kecilnya, bahkan beberapa serangga sulit ditemukan dengan mata telanjang. Namun, di masa lalu ada banyak serangga berukuran rakasasa, lho. Salah satunya adalah Meganeura, yaitu capung prasejarah yang bentang sayapnya mencapai 75 centimeter.

Meganeura hidup di periode karbon yang dijuluki sebagai masa keemasan bagi invertebrata. Fosilnya sendiri pertama kali ditemukan di Prancis pada tahun 1880an. Menariknya, ciri fisik Meganeura tak jauh berbeda dengan capung modern. Penasaran dengan berbagai hal terkait Meganeura? Yuk, simak semuanya di bawah ini!

1. Meganeura hidup pada era penuh oksigen

ilustrasi periode karbon (commons.wikimedia.org/Lucien Marcus Underwood)

Meganeura hidup pada periode karbon akhir, tepatnya sekitar 300 juta tahun yang lalu. Kala itu, mamalia dan burung belum muncul di muka bumi. Dilansir Britannica, periode karbon berlangsung sekitar 358,9 hingga 298,9 juta tahun yang lalu. Iklim pada periode ini terbagi jadi dua, yaitu dingin di wilayah utara dan selatan serta kering di daerah tengah.

Namun, ada satu persamaan di semua wilayah, yaitu seluruh daratan di periode karbon ditumbuhi hutan hujan tropis, rawa, pepohonan, sungai, dan danau. Kandungan oksigen di periode ini juga besar, yaitu sekitar 35 persen. Sangat berbeda, kandungan oksigen di masa modern hanya sekitar 20 persen. Karena itu, tanaman, lumut, dan invertebrata seperti serangga bisa tumbuh dengan pesat pada periode karbon.

2. Bentang sayapnya mencapai 75 centimeter

ilustrasi Meganeura (commons.wikimedia.org/Qohelet12)

Dilansir Science Literacy and Outreach, bentang sayap Meganeura bisa mencapai 75 centimeter, tiga kali lebih lebar dari capung terbesar di masa modern. Tak hanya bentang sayapnya, berat serangga ini juga tak bisa diremehkan karena bobotnya mencapai 450 gram. Beratnya setara dengan burung gagak. Jika masih hidup di masa modern, Meganeura pasti ditakuti, entah oleh manusia, burung, atau serangga lain yang lebih kecil. Jika masih hidup, Meganeura juga bisa dengan mudah menjadi serangga paling berkuasa di habitatnya.

3. Bisa tumbuh besar karena berbagai faktor

ilustrasi Meganeura (commons.wikimedia.org/Museo delle Scienze)

Dilansir berbagai sumber, ada tiga faktor utama yang membuat Meganeura bisa tumbuh menjadi sangat besar, yaitu tingginya kandungan oksigen, ketidakhadiran predator, dan kemampuan bermetamorfosis. Serangga bernafas dengan trakea sehingga oksigen akan langsung masuk ke tubuh. Untuk menampung banyak oksigen, trakea dan tubuh serangga akan membesar.

Karena jumlah oksigen yang melimpah di periode karbon, Meganuera menghirup banyak oksigen dan ukurannya jadi sangat besar. Di periode karbon predator ganas seperti dinosaurus, burung, dan reptil belum muncul. Alhasil, Meganeura bisa hidup dengan tenang. Larva Meganeura juga hidup di air dan hal tersebut membuatnya lebih aman dari ancaman.

4. Fosilnya pertama kali ditemukan pada 1880 di Prancis

fosil Meganeura (commons.wikimedia.org/Muséum de Toulouse)

Dilansir GBIF, fosil pertama Meganeura ditemukan pada 1880 di Prancis dan dideskripsikan oleh Charles Brongniart. Pendeskripsian tersebut dilakukan lima tahun setelah fosil pertamanya ditemukan, yaitu pada 1885. Charles Brongniart memilih nama Meganeura yang berarti syaraf besar. Nama tersebut merujuk pada jaringan syaraf raksasa yang terlihat di bagian sayap Meganeura. Sekitar 90 tahun kemudian, tepatnya pada 1979 fosil lain ditemukan di Inggris. Sayangnya, kebanyakan fosil Meganeura ditemukan dalam kondisi yang kurang baik.

5. Sangat mirip dengan capung modern

rekonstruksi Meganeura (commons.wikimedia.org/James St. John)

Ciri fisik dan perawakan Meganeura tidak jauh berbeda dari capung modern. Ia punya sepasang sayap yang kuat dan panjang. Abdeomennya panjang, matanya besar, dan badannya bulat. Dari sktruktur sayapnya dapat disimpulkan kalau Meganeura memiliki kemampuan dan kecepatan terbang yang setara dengan capung modern.

Sayangnya, para ahli belum tahu mengenai warna tubuh serangga ini. Namun, mereka berspekulasi kalau Meganeura punya tubuh berwarna cerah seperti capung. Makanannya tak jauh dari serangga dan amfibi Dilansir Furman University, Meganeura menggunakan kakinya yang panjang dan kuat untuk mencengkeram mangsa.

Meganeura membuktikan kalau serangga sudah menjadi bagian dari ekosistem bumi sejak ratusan juta tahun yang lalu. Ia bukan sembarang hewan, melainkan makhluk yang membentuk kehidupan dan ekosistem itu sendiri. Meganeura memang sudah lama punah. Namun, kehadirannya akan selalu dikenang dalam bentuk fosil dan kerabatnya juga masih terus beterbangan di langit hingga detik ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team