Mottled-face Tamarin (Saguinus inustus) adalah salah satu spesies primata kecil yang jarang disorot, tetapi menyimpan banyak keunikan yang membuat kita tercengang. Hidup di hutan Amazon yang lebat, tamarin mungil ini punya penampilan khas dengan bercak putih di wajahnya yang langsung mencuri perhatian. Meski ukurannya kecil, punya strategi bertahan hidup yang unik di habitatnya yang penuh tantangan. Kehidupannya masih banyak yang menjadi misteri, karena masih sedikit studi yang mempelajari primata mungil ini. Namun, tidak semua hal tentangnya belum diketahui, ada beberapa hal yang telah diketahui sekaligus unik untuk diketahui, apa aja sih fakta uniknya, berikut penjelasannya!
5 Fakta Unik Mottled Face Tamarin, Wajahnya Sekilas Aneh tapi Unik

Intinya sih...
Hanya ditemukan di wilayah Amazon tengahMereka tinggal di hutan dataran rendah, banjir, terra firma kering, Campina, dan Campinarana.
Bercak putih yang jadi ciri khasTubuhnya kecil dengan bercak putih tak beraturan di wajahnya, serta pola makan omnivora yang beragam.
Status konservasi yang aman tapi misteriusMasih berstatus Least Concern oleh IUCN, namun masih banyak aspek kehidupannya yang belum diketahui.
1. Hanya Ditemukan di Wilayah Amazon Tengah
Mereka dapat ditemukan di dua negara di Amerika Selatan, yaitu Brazil dan Kolombia. Mereka tinggal di hutan dataran rendah, hutan banjir, hutan terra firma kering, serta ekosistem unik di Amazon yaitu Campina dan Campinarana. Mereka lebih banyak yang hidup di hutan sekunder dibandingkan hidup di hutan primer yang tidak terganggu.
2. Bercak Putih yang Jadi Ciri Khas
Kata 'mottle' pada namanya diambil berdasarkan bercak putih yang tidak beraturan pada wajahnya. Sebagian besar tubuhnya ditutupi dengan bulu berwarna hitam. Namun, pada bagian punggungnya terdapat bulu yang menyerupai mantel berwarna cokelat kemerahan.
Selain dikenal karena bercak putih di wajahnya, mereka juga dikenal memiliki ukuran yang sangat kecil, yang di mana panjang tubuhnya hanya 20,8 hingga 25,9 cm saja, dengan panjang ekor sekitar 33 hingga 41 cm. Mereka tidak menunjukkan perbedaan antara jantan dan betina dari segi ukuran, tetapi untuk mengenali tamarin berjenis jantan, cukup dilihat dari tampilan kulit putih yang terbuka pada alat kelaminnya.
Maka tak heran jika penduduk setempat di sana punya sebutan unik bagi mereka. Dilansir dari New England Primate Conservancy, mereka disebut oleh penduduk setempat sebagai hueviblanco yang artinya telur putih, karena tampilan kulit putih pada alat kelaminnya yang terlihat kontras di bulunya yang hitam.
3. Pola Makan yang Beragam yang Bermanfaat Bagi Habitatnya
Sama seperti primata lainnya, mereka merupakan pemakan segala atau omnivora. Walaupun omnivora, mereka lebih banyak mengonsumsi buah-buahan, bahkan dikutip dari New England Primate Conservancy, telah diamati bahwa mereka mengonsumsi buah dari setidaknya 23 spesies tanaman yang berbeda. Selain itu, mereka juga diketahui memakan serangga dan juga vetebrata kecil, seperti kadal dan katak. Dibalik pola makannya yang sangat beragam, mereka juga berkemungkinan berperan dalam regenerasi hutan melalui penyebaran biji. Apalagi sebagian besar dari mereka hidup di hutan sekunder, yang di mana hutan ini sebelumnya adalah hutan yang telah terfragmentasi. Maka, primata ini memegang peran besar dalam mengembalikan ekosistem hutan yang sebelumnya hilang.
4. Kehidupan Sosial yang Masih Misterius
Seperti primata tamarin lainnya, telah diamati bahwa mereka hidup berkelompok – yang di mana dalam satu kelompok biasanya terdiri dari 3 hingga 11 ekor. Mereka juga lebih banyak beraktivitas di pohon (arboreal), tetapi terkadang mereka juga turun ke lantai hutan untuk mengambil makanan yang jatuh. Selain itu, mereka menghabiskan sebagian besar waktunya pada siang hari (diurnal), dan beristirahat pada malam hari. Namun sayangnya, informasi terkait perilaku, kehidupan berkelompok, hingga sistem perkawinannya belum diketahui, perlu survei lebih lanjut mengenai hal ini.
5. Status Konservasi yang Aman Tapi Misterius
Kini mereka masih berstatus Least Concern atau risiko rendah oleh IUCN, dan masuk dalam the IUCN's Red List of Threatened Species. Walaupun masih berstatus aman, tetapi masih banyak yang menjadi misteri perihal kehidupan berkelompoknya, perilaku sosialnya, hingga sistem reproduksinya. Populasinya pun kini masih terbilang stabil. Mereka belum mengalami ancaman yang signifikan di habitatnya. Walaupun mengalami ancaman pada habitatnya yang kemungkinan rusak, mereka memiliki kemampuan yang baik dalam beradaptasi dihabitat yang telah terfragmentasi. Meskipun begitu, kini ancaman yang dihadapi mereka adalah perburuan liar. Karena ukurannya yang kecil, mereka menjadi sasaran empuk bagi para pemburu, yang bertujuan untuk diperjual-belikan dan kemudian dijadikan hewan peliharaan.
Walaupun masih berstatus Least Concern, kini nama mereka telah tercantum dalam perjanjian Internasional, yaitu CITES (Convention on Internasional Trade in Endangered Species) – yang memiliki tujuan untuk tidak melibatkan mereka dalam perdagangan flora dan fauna demi menjaga kelangsungan hidup mereka. Namun, sampai saat ini belum ada tindakan konservasi terhadap primata ini, karena populasinya terbilang masih stabil. Walaupun belum ada upaya konservasi, sebagian besar dari mereka telah mendiami wilayah hutan yang dilindungi.
Mottled-face Tamarin membuktikan bahwa primata kecil pun menyimpan cerita besar di balik kehidupannya. Mulai dari penampilan yang unik hingga punya kemampuan yang menjanjikan untuk bertahan hidup di habitat yang telah terfragmentasi, semuanya menunjukkan betapa beragamnya keajaiban yang dimiliki hutan Amazon. Semoga setelah mengetahui fakta-fakta tadi, kita semakin sadar bahwa setiap spesies memiliki peran penting dalam ekosistem.