Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Unik Ngengat Polyphemus, Punya Bentang Sayap 15 Centimeter
ngengat polyphemus (commons.wikimedia.org/The High Fin Sperm Whale)
  • Ngengat polyphemus adalah spesies nokturnal berukuran besar dengan bentang sayap hingga 15 cm dan corak mata mencolok yang membantu membedakannya dari ngengat lain.
  • Pada fase larva, hewan ini sangat rakus, mampu makan puluhan ribu kali berat tubuhnya serta dikenal sebagai pemakan berbagai jenis tanaman yang bisa menjadi hama.
  • Spesies ini tersebar di Amerika Utara, aktif hanya pada suhu di atas 7°C, dan memiliki strategi pertahanan unik berupa pola “mata” serta suara klik untuk menakuti predator.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tak hanya manusia, hewan juga memiliki kehidupan malam, lho. Hal tesebut tercermin dari Antheraea polyphemus atau ngengat polyphemus yang merupakan hewan nokturnal. Ia beterbangan bebas area dengan vegetasi rapat yang penuh dengan makanan. Bentuk tubuhnya juga sangat khas sehingga kamu bisa membedakannya dengan spesies lain.

Kehidupan ngengat polyphemus tak hanya berkutat pada kegiatannya di malam hari. Jika diulik, ada banyak fakta unik ngengat polyphemus yang memberikan gambaran terkait bagaimana hewan ini hidup, bertahan, dan berkembang di alam liar. Penasaran apa saja fakta unik tersebut? Simak di bawah ini, yuk.

1. Bentang sayapnya mencapai 15 centimeter

ngengat polyphemus (commons.wikimedia.org/Dicklyon)

Ngengat polyphemus merupakan spesies berukuran besar dan hal tersebut nampak dari ukuran sayapnya. Dilansi askifas, bentang sayap hewan ada di angka 10 hingga 15 centimeter. Bagian atas sayapnya ketika dibuka memiliki banyak perpaduan warna, mulai dari cokelat tua, muda, hingga kemerahan. Corak lingkaran berbentuk mata berwarna hitam juga nampak jelas. Tak hanya individu dewasa, larva/ulatnya juga terbilang besar dengan tubuh sepanjang 7 centimeter yang gemuk dan berwarna hijau.

2. Larvanya bisa makan hingga ribuan kali berat tubuhnya

larva ngengat polyphemus (commons.wikimedia.org/Kristof Zyskowski dan Yulia Bereshpolova)

Dalam fase larva/ulat, ngengat polyphemus menjadi individu yang sangat rakus. Artikel di jurnal Journal of Interdisciplinary Science Topics menjelaskan kalau larva hewan ini bisa makan hingga 86,000 kali dari berat tubuhnya agar bisa tumbuh dan bermetamorfosis dengan sempurna. Usia larvanya sendiri berkisar antara 56 hari hingga 2 bulan. Larva ngengat polyphemus juga merupakan spesies polyphagous yang artinya ia bisa memakan berbagai jenis tanaman. Hal tersebut cukup merepotkan dan bisa menjadikan larvanya sebagai hama tanaman.

3. Strategi pertahanan ngengat polyphemus

ngengat polyphemus (commons.wikimedia.org/Kadoka1)

Laman iNaturalist menjelaskan kalau musuh dan predator utama ngengat polyphemus adalah tawon parasit. Tawon parasit akan menaruh telurnya di dalam tubuh ulatnya. Telur tersebut akan tumbuh, berkembang, dan ketika menetas akan memakan ulatnya hingga mati. Untungnya, ketika sudah tumbuh dewasa hewan ini memiliki strategi pertahanan unik, yaitu ia akan membuka sayap dan menunjukan pola "mata"nya untuk menakut-nakuti predator. Selain itu, ulatnya juga bisa mengeluarkan suara berbunyi "klik" sekitar 50-55 kali ketika diserang predator.

4. Penyebarannya mencakup wilayah Amerika Utara

ngengat polyphemus (commons.wikimedia.org/The High Fin Sperm Whale)

Laman Animalia menerangkan kalau penyebaran ngengat polyphemus terbatas di wilayah Amerika Utara, tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada. Namun, terkadang ia juga menghuni wilayah Meksiko yang masuk daerah Amerika Tengah. Di Kanada, hewan ini dapat ditemukan di Alberta, British Columbia, hingga Labrador. Penyebarannya di Amerika Serikat mencakup Utah, South Carolina, Virgnia, New York, hingga Texas. Sementara itu, di Meksiko hewan ini hanya ditemukan di Yucatan. Habitat ngengat polyphemus sendiri mencakup rawa, area lembap, kebun, hingga daerah urban.

5. Hanya bisa terbang di suhu tertentu

ngengat polyphemus (commons.wikimedia.org/Andy Reago dan Chrissy McClarren)

Ngengat polyphemus sama seperti spesies lain, yaitu merupakan hewan nokturnal yang aktif pada malam hari. Namun, laman Animal Diversity Web menjelaskan kalau spesies ini hanya bisa terbang saat suhu lingkungan berada di atas 7˚C. Jika suhunya di bawah itu, ngengat polyphemus akan berdiam diri atau bersembunyi untuk menghindari suhu dingin. Ngengat polyphemus juga termasuk hewan soliter, entah saat masih jadi larva atau ketika sudah dewasa. Jika berkumpul, pertumbuhan hewan ini akan terhambat.

Itulah pembahasan terkait fakta unik ngengat polyphemus, yaitu spesies berukuran besar yang hidup di daratan Amerika Utara. Ia memang bukan serangga dengan warna indah seperti hijau, kuning, atau biru. Namun, ngengat polyphemus hadir sebagai serangga yang meramaikan langit malam. Ia tak hanya beterbangan, tapi menjadi spesies yang penting bagi keseimbangan ekosistem.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team