Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Violet Sabrewing, Punya Trik Khusus Menjauhkan Pengganggu!
Violet sabrewing (commons.m.wikimedia.org/Joseph C Boone)

Salah satu burung kolibri yang ukurannya relatif besar dibandingkan spesies lain adalah violet sabrewing. Mereka berada dalam famili Trochilidae dan memiliki nama ilmiah Campylopterus hemileucurus. Panjang tubuhnya mencapai 15 sentimeter, lebar kepakan sayapnya 8,3 sentimeter dan beratnya kisaran 9--12 gram. Jantan dewasa berwarna ungu tua, punggung dan penutup sayapnya hijau gelap. Terdapat tiga pasangan bulu ekor luar yang berwarna putih.

Sementara itu, bagian atas betina cenderung berwarna hijau gelap dan bagian bawahnya abu-abu. Tapi, pola ekornya mirip dengan jantan. Berbeda dengan burung muda yang tepian bulunya berwarna cokelat muda dan tidak berwarna ungu. Setelah tahu bagaimana membedakan jantan dan betina, saatnya kenalan dengan mereka melalui fakta berikut ini.

1. Wilayah penyebaran violet sabrewing

Violet sabrewing (commons.m.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Spesies burung cantik ini punya penyebaran yang luas di neotropis (termasuk sebagian besar Amerika Selatan, Amerika Tengah, Karibia dan bagian selatan Amerika Utara). Violet sabrewing banyak ditemukan di bagian utara Meksiko, El Salvador, Guatemala hingga Kosta Rika da Honduras. Penyebarannya bahkan meluas hingga bagian utara Amerika Selatan.

Animal Diversity menginformasikan bahwa habitat utama dari violet sabrewing berupa lereng pantai, pedalaman hutan dan padang rumput tropis. Keberadaannya ditemukan di ketinggian 3.300--8.000 meter. Habitatnya memiliki sumber daya makanan melimpah dan tempat bersarang yang beragam sehingga mereka tidak bermigrasi.

2. Mempertahankan sumber makanannya dengan mengintimidasi

Violet sabrewing (commons.m.wikimedia.org/Cephas)

Makanan utama dari violet sabrewing adalah nektar, mereka menggunakan teknik 'trap-lining' untuk mencari makan. Apa itu? Burung ini mengunjungi rangkaian tanaman berbunga dengan urutan yang tetap. Menariknya, saat mencoba mempertahankan area bunga, jantan tidak ragu untuk mendominasi burung kolibri lainnya. Selain itu, ada trik lain yang digunakannya selain mengusir langsung si pengganggu, penasaran?

Melansir iNaturalist, trik lain yang digunakannya ialah memanfaatkan pengumpan nektar buatan (alat berisi campuran air gula untuk menarik burung kolibri) untuk mengusir pengganggu. Tanaman yang sering dikunjunginya ialah bunga Heliconia (pisang-pisangan), Cephalism, Palic urea (kopi-kopian) dan pisang. Untuk melengkapi dietnya, burung ini juga memburu artropoda dari dedaunan dan sarang laba-laba.

3. Berkomunikasi melalui nyanyian

Violet sabrewing (commons.m.wikimedia.org/Becky Matsubara)

Salah satu burung dengan ragam panggilan menarik untuk saling berkomunikasi adalah violet sabrewing. Jantan dan betina punya vokalisasi khas, biasanya berupa kicauan pendek tapi tajam yang disuarakannya saat mencari makan. Untuk menarik pasangan dan mempertahankan wilayahnya, jantan mengeluarkan nyanyian bernada tinggi. Ada kemampuan lain yang mempermudah hidupnya di alam liar.

Violet sabrewing punya penglihatan warna yang tajam sehingga tertarik pada bunga berwarna cerah. Mereka juga bisa melihat sinar ultraviolet yang semakin memudahkannya mencari nektar. Walaupun indra pendengarannya sangat tajam, tapi indra penciuman burung ini tidak terlalu baik sehingga banyak mengunjungi bunga yang tidak beraroma.

4. Violet sabrewing juga memasuki kondisi torpor!

Violet sabrewing (commons.m.wikimedia.org/Amado Demesa)

Burung sekecil violet sabrewing juga harus bertahan hidup dalam lingkungan ekstrem, terutama pada malam hari yang dingin. Untuk melewati periode tersebut, mereka memasuki kondisi torpor. Apa itu? Burung ini jadi tidak aktif, kondisinya mirip seperti tidur nyanyak tapi fungsi metabolismenya melambat.

Suhu tubuh dan detak jantungnya juga menurun secara signifikan, serta pola pernapasannya tidak teratur. Keadaan tersebut memungkinkannya menghemat energi dalam kondisi sulit. Selain mengatasi suhu dingin, itu juga dilakukannya ketika kekurangan makanan, dilansir WWF.

5. Sistem perkawinan violet sabrewing

Violet sabrewing (commons.m.wikimedia.org/Cephas)

Musim kawin violet sabrewing dimulai saat musim hujan, tergantung pada wilayah jelajahnya. Mereka yang berada di Meksiko mulai kawin dari bulan Juni hingga September, sementara di Kosta Rika pada bulan Mei hingga November. Sebelum kawin, jantan mendekati betina dengan bernyanyi di lek (panggung pertunjukan khusus) yang berada di tepian hutan.

Sarangnya terbuat dari lumut yang dijalan dengan jaring laba-laba dan dilapisi menggunakan serat halus, biasanya berbentuk mangkok. Di Kosta Rika, burung ini membangun sarang di atas aliran sungai di ketinggian 1--6 meter di atas permukaan tanah. Betina menghasilkan 2 telur yang dieraminya sendirian selama 19--22 hari. Anaknya baru bisa menetas 22--24 hari setelah menetas.

Violet sabrewing ternyata burung yang bisa mengintimidasi kolibri lainnya. Sejauh ini, populasinya diperkirakan mencapai 50.000 burung dewasa, sehingga diklasifikasikan sebagai least concern oleh IUCN. Walaupun mereka bisa bertahan ketika habitatnya diganggu, tren populasinya mengalami penurunan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team