Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Ikan dari Genus Pseudanthias yang Bisa Ditemukan di Jepang
ilustrasi ikan dari genus Pseudanthias (commons.wikimedia.org/Rickard Zerpe)

Pernahkah kamu melihat terumbu karang secara langsung di lautan? Sebenarnya, itu bukanlah tumbuhan, melainkan invertebrata (hewan tak bertulang belakang) dari subfilum Anthozoa yang hidup berkoloni. Mereka tidak bisa bergerak karena terbuat dari kalsium karbonat dan bersifat sessile (menempel secara permanen di dasar laut).

Salah satu hewan yang kerap terlihat di sekitar terumbu karang adalah ikan dari genus Pseudanthias. Ikan yang sangat colorful ini wilayah persebarannya luas, dari perairan Afrika, Asia, Australia, hingga negara-negara Polinesia dan Mikronesia. Yuk, kenali beberapa di antaranya yang menghuni perairan Jepang!

1. Pseudanthias cooperi

ilustrasi Pseudanthias cooperi (commons.wikimedia.org/Pseudanthias cooperi)

Mula-mula, sambutlah Pseudanthias cooperi alias red-bar anthias. Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh Charles Tate Regan pada tahun 1902. Pria yang lahir pada 1 Februari 1878 ini adalah seorang ichthyologist (ahli ikan) asal Inggris.

Mereka bisa dijumpai di Afrika Timur, Samoa, Jepang, Australia (spesifiknya di Great Barrier Reef), serta Kepulauan Line (sebagian milik Amerika Serikat dan sisanya milik Kiribati). Temperatur yang ideal bagi mereka berkisar antara 24,8–28,8 derajat Celsius. Ikan yang panjang maksimalnya 14 sentimeter ini biasanya berenang pada kedalaman 10–91 meter.

2. Pseudanthias hypselosoma

Default Image IDN

Berikutnya adalah Pseudanthias hypselosoma atau stocky anthias, yang pertama kali dideskripsikan oleh Pieter Bleeker (ichthyologist Belanda) pada tahun 1878. Di Jepang, mereka dapat ditemukan di Kepulauan Ryukyu. Selain itu, juga dilaporkan terlihat di Maladewa, Taiwan, Indonesia, Samoa, dan Australia.

Ikan yang panjang maksimalnya 19 sentimeter ini menyukai perairan dangkal dengan kedalaman 6–50 meter. Warnanya merupakan perpaduan merah muda, peach, dan kuning, dengan sedikit semburat biru pada ujung sirip atau ekornya. Mereka dikategorikan sebagai spesies berisiko rendah (least concern).

3. Pseudanthias pleurotaenia

ilustrasi Pseudanthias pleurotaenia (commons.wikimedia.org/Rickard Zerpe)

Sama seperti spesies sebelumnya, orang yang pertama kali mendeskripsikan Pseudanthias pleurotaenia alias square-spot fairy basslet adalah Pieter Bleeker. Namun, spesies ini dideskripsikan lebih awal, yaitu pada tahun 1857. Kamu bisa menemukannya di Kepulauan Ryukyu, Kaledonia Baru, Samoa, Indonesia, serta Australia (tepatnya di Rowley Shoals dan Pulau Christmas).

Ikan jantan berwarna fuchsia dengan tanda berbentuk kotak pada samping tubuhnya, sementara ikan betina berwarna kuning atau oranye polos. Mereka dapat tumbuh sepanjang 20 sentimeter dan menyelam sedalam 180 meter. Suhu yang mereka sukai berkisar antara 26,3–30,7 derajat Celsius, di luar itu akan membuatnya stres atau sakit.

4. Pseudanthias rubrizonatus

ilustrasi Pseudanthias rubrizonatus (commons.wikimedia.org/Izuzuki)

Bergeser ke Pseudanthias rubrizonatus, yang juga dikenal sebagai red-belted anthias. Pada tahun 1983, spesies ini dideskripsikan oleh John E. Randall, ichthyologist berkebangsaan Amerika Serikat. Jumpai mereka secara langsung di Laut Andaman (terletak di barat Thailand dan selatan Myanmar), Kepulauan Solomon, Jepang, serta Australia, terutama pada kedalaman 10–133 meter.

Yang menjadi ciri khas Pseudanthias rubrizonatus adalah garis tebal berwarna merah pada samping tubuhnya. Namun, ini hanya dimiliki oleh ikan jantan. Karena bersifat hermafrodit, ikan yang paling dominan akan berubah menjadi jantan ketika tidak ada pejantan lain di sekitarnya.

5. Pseudanthias squamipinnis

ilustrasi Pseudanthias squamipinnis (commons.wikimedia.org/Julien Bidet)

Last one, perairan Jepang juga dihuni oleh Pseudanthias squamipinnis atau sea goldie. Tak hanya di negara tersebut, kamu juga bisa menjumpainya di Laut Merah (laut sempit yang berada di antara Benua Afrika dan Semenanjung Arab), Afrika Selatan, Niue (salah satu negara Polinesia), Australia, serta Pulau Europa (milik Prancis, terletak di antara Mozambik dan Madagaskar). Penyuka suhu 24,3–28,9 derajat Celsius ini biasanya terlihat di kedalaman 0–55 meter.

Pemakan zooplankton ini dapat tumbuh sepanjang 15 sentimeter. Sebagai hermafrodit protogini, Pseudanthias squamipinnis mengawali hidupnya sebagai betina dan bisa berubah menjadi jantan seiring berjalannya waktu. Bukan proses yang instan, perubahan jenis kelamin ini membutuhkan waktu 14–280 hari.

Ternyata, ikan-ikan dari genus Pseudanthias bukan hanya colorful, tetapi juga mampu mengubah jenis kelaminnya. Share informasi ini agar semua orang mengetahuinya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team