Damaskus, ibu kota Suriah, sering kali hanya terlintas di benak kita sebagai sebuah nama dalam berita konflik. Namun, jauh di balik citra itu, tersembunyi sebuah kota yang telah menyaksikan ribuan tahun peradaban manusia silih berganti. Kota ini adalah salah satu permukiman tertua di dunia yang terus-menerus dihuni, sebuah museum hidup yang dinding-dindingnya menyimpan gema dari berbagai zaman. Berdiri kokoh di persimpangan jalur perdagangan kuno antara Asia dan Afrika, Damaskus telah menjadi saksi bisu kebangkitan dan keruntuhan kekaisaran besar.
Keberadaannya yang abadi ini bukan tanpa alasan. Terletak di sebuah oasis subur yang dialiri oleh Sungai Barada, kota ini seolah menjadi permata hijau di tepi padang pasir. Keindahan dan posisinya yang strategis membuatnya menjadi rebutan banyak penguasa, mulai dari Firaun Mesir, kaisar Romawi, hingga khalifah Islam. Setiap peradaban yang datang tidak hanya menaklukkan, tetapi juga meninggalkan jejaknya, membentuk Damaskus menjadi sebuah mozaik budaya yang kaya dan kompleks seperti yang kita kenal hari ini.
