Dari yang kita bayangkan, buku sering dianggap sebagai produk modern. Sesuatu yang lahir setelah mesin cetak ditemukan di Eropa. Padahal, jauh sebelum itu, manusia sudah punya dorongan kuat untuk merekam pengetahuan, menyimpannya, dan mewariskannya ke generasi berikutnya. Momentum seperti Hari Buku Nasional, jadi pengingat bahwa tradisi literasi manusia punya akar yang sangat dalam, bahkan sejak ribuan tahun lalu.
Menariknya, “buku” di masa kuno tidak selalu berbentuk seperti yang kita kenal sekarang. Ada yang berupa gulungan panjang, tablet tanah liat, hingga lembaran kulit yang dijilid sederhana. Setiap peradaban mengembangkan caranya sendiri untuk menyimpan ilmu pengetahuan, menciptakan fondasi bagi dunia literasi modern. Berikut enam peradaban kuno yang sudah mengenal konsep buku dalam bentuk awalnya!
