Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Bangunan Sejarah Dunia yang Dibangun sebagai Simbol Cinta

Candi Plaosan Lor
Candi Plaosan Lor (commons.wikimedia.org/M Yusril Mirza)

Valentine identik dengan bunga dan cokelat, padahal jauh sebelum itu orang-orang di berbagai belahan dunia sudah menunjukkan rasa cinta lewat cara yang lebih monumental. Bukan sekadar hadiah kecil, melainkan bangunan megah yang masih berdiri ratusan tahun kemudian dan kini justru jadi destinasi populer.

Dari Asia hingga Amerika, kisah pembangunannya tidak selalu manis. Ada yang selesai tepat waktu, ada pula yang terhenti di tengah jalan. Menariknya, setiap tempat menyimpan detail yang menarik untuk diketahui. Berikut lima bangunan sejarah dunia yang dibangun sebagai simbol cinta dan bisa kamu masukkan ke daftar perjalanan berikutnya.

1. Shah Jahan mendirikan Taj Mahal sebagai mausoleum cinta di Agra

Taj Mahal
Taj Mahal (commons.wikimedia.org/Dhirad)

Di kota Agra, Taj Mahal berdiri menghadap Sungai Yamuna dengan warna marmer yang berubah mengikuti cahaya matahari. Bangunan ini didirikan oleh Kaisar Mughal, Shah Jahan, setelah wafatnya Mumtaz Mahal sang belahan jiwa, pada 1631. Proses pembangunannya melibatkan ribuan pengrajin dari berbagai wilayah Asia dengan batu mulia yang didatangkan dari tempat berbeda. Detail kaligrafi di dindingnya dirancang agar terlihat proporsional dari kejauhan, sebuah teknik arsitektur yang sering luput dari perhatian wisatawan.

Saat berkunjung, datanglah lebih pagi untuk menghindari antrean panjang dan mendapatkan cahaya terbaik untuk foto. Area kompleksnya luas, jadi siapkan waktu setidaknya dua sampai tiga jam agar tidak terburu-buru. Perhatikan pula sisi belakang bangunan yang menghadap sungai karena sudut ini memberi perspektif berbeda dari tampilan depan yang sering muncul di media sosial.

2. George Boldt membangun Boldt Castle di Thousand Islands untuk istrinya

Boldt Castle
Boldt Castle (commons.wikimedia.org/Clément Bardot)

Di kawasan Thousand Islands, New York, Boldt Castle berdiri di Heart Island, New York, Amerika dengan bentuk menyerupai kastel Eropa. Bangunan ini digagas oleh pengusaha hotel ternama, George C. Boldt, sebagai hadiah untuk istrinya, Louise. Sayangnya, pembangunan berhenti total pada 1904 setelah sang istri meninggal dunia. Selama puluhan tahun kastel ini terbengkalai sebelum akhirnya dipugar dan dibuka untuk umum.

Kini pengunjung dapat menjelajahi ruang dansa, lorong panjang, hingga dermaga pribadi yang menghadap Sungai St. Lawrence. Akses menuju pulau hanya bisa ditempuh dengan kapal, sehingga pengalaman menuju lokasi sudah terasa berbeda sejak awal. Musim panas menjadi waktu terbaik karena sebagian area ditutup saat musim dingin.

3. Edward Leedskalnin menciptakan Coral Castle seorang diri di Florida

Coral Castle
Coral Castle (commons.wikimedia.org/Pennington.beau)

Berbeda dari istana atau mausoleum (bangunan monumen megah yang difungsikan sebagai tempat pemakaman di atas tanah ) besar, Coral Castle di Florida terlihat seperti taman batu biasa dari luar. Tempat ini dibangun selama sekitar dua dekade oleh Edward Leedskalnin sebagai persembahan untuk tunangannya yang membatalkan pernikahan. Ia memahat dan menyusun batu kapur raksasa seorang diri tanpa alat berat. Hingga kini, bagaimana cara ia memindahkan batu-batu tersebut masih menjadi misteri.

Saat berkunjung, kamu bisa melihat kursi batu, meja berbentuk hati, hingga gerbang batu yang bisa diputar dengan satu tangan. Kamu juga bisa ikur singkat yang biasanya menjelaskan teknik konstruksi sederhana yang ia klaim gunakan, meski tetap memancing rasa penasaran banyak orang setelahnya. Lokasinya berada di Homestead, sekitar 45 menit dari Miami, sehingga mudah dijangkau dengan mobil.

4. Rakai Pikatan mendirikan Candi Plaosan sebagai simbol toleransi di Jawa Tengah

Candi Plaosan
Candi Plaosan (commons.wikimedia.org/M Yusril Mirza)

Di Klaten, Jawa Tengah, Candi Plaosan kerap luput dari rencana perjalanan karena perhatian wisatawan biasanya tertuju pada Candi Prambanan yang lokasinya tidak jauh dari sana. Kompleks ini dibangun pada abad ke-9 oleh Rakai Pikatan untuk Pramodyawardhani dan dikenal sebagai Plaosan Lor serta Plaosan Kidul. Arsitekturnya memperlihatkan pengaruh Buddha Mahayana yang kuat, namun ditemukan pula elemen bercorak Hindu dalam tata ruangnya. Kombinasi ini terlihat jelas pada arca, stupa, serta struktur mandala yang tersusun rapi di halaman utama.

Jika dilihat dari sisi tata kawasan, Plaosan justru menarik karena komposisinya terbuka dan memungkinkan pengunjung mengamati detail relief dari jarak dekat tanpa pembatas ketat. Area pelataran yang luas memudahkan eksplorasi setiap sudut, termasuk deretan candi perwara yang sering terlewat. Banyak wisatawan datang hanya untuk berfoto di bangunan utama, padahal detail pahatan pada sisi samping menyimpan cerita visual yang lebih kaya. Lokasinya yang lebih tenang dibanding Prambanan membuat waktu kunjungan terasa lebih leluasa, terutama bagi yang ingin memahami struktur candi tanpa terburu-buru.

5. William Kellie Smith membangun Kellie’s Castle di Perak sebagai hadiah untuk istri

Kellie’s Castle
Kellie’s Castle (commons.wikimedia.org/Artboyz)

Di Batu Gajah, Perak, Malaysia, Kellie's Castle tampil dengan gaya arsitektur yang memadukan Moorish, Indo-Saracenic, dan sentuhan Eropa. Kastel ini dibangun oleh pengusaha asal Skotlandia, William Kellie Smith pada awal abad ke-20 sebagai bentuk kasih sayang untuk istrinya. Pembangunannya terhenti setelah ia meninggal dunia akibat pneumonia saat perjalanan ke Portugal. Struktur bangunan pun dibiarkan tidak selesai sepenuhnya.

Kini wisatawan dapat menaiki tangga sempit menuju atap untuk melihat pemandangan sekitar perkebunan. Banyak tur lokal juga menceritakan kisah-kisah populer yang berkembang di masyarakat setempat. Struktur bangunannya memperlihatkan detail seperti lorong panjang tanpa plester, ruang yang direncanakan sebagai lift namun tak pernah selesai dipasang, serta dinding bata merah yang kontras dengan lengkungan bergaya Moorish. Kompleks ini dibuka untuk umum dengan tiket masuk terjangkau, dan lokasinya dapat dicapai sekitar 30 menit berkendara dari Ipoh sehingga mudah dimasukkan ke dalam rencana perjalanan darat di Perak.

6. Kita-no-Mandokoro mendirikan Kuil Kodai-ji untuk mengenang Toyotomi Hideyoshi di Kyoto

Kuil Kodai-ji
Kuil Kodai-ji (commons.wikimedia.org/Guilhem Vellut)

Di kawasan Higashiyama, Kyoto, Kodai-ji berdiri dengan suasana yang lebih tenang dibanding area pusat kota yang lumayan ramai. Kuil ini didirikan pada 1606 oleh Kita-no-Mandokoro untuk mengenang suaminya, Toyotomi Hideyoshi, tokoh penting dalam proses penyatuan Jepang. Alih-alih membangun monumen raksasa, ia memilih kompleks kuil Zen dengan taman tertata, paviliun kayu, serta aula utama bergaya Momoyama. Detail ukiran, pintu geser berhias emas, dan tata letak bangunan memperlihatkan selera arsitektur bangsawan pada awal abad ke-17.

Saat berkunjung, kamu bisa menjelajahi taman batu yang dirancang dengan komposisi simetris serta hutan bambu kecil yang terhubung lewat jalur setapak. Area makam keluarga Hideyoshi juga berada di dalam kompleks, lengkap dengan gerbang dan tangga batu yang masih terawat. Musim gugur dan musim semi menjadi periode favorit karena perubahan warna daun dan sakura. Informasi dalam bahasa Inggris pun tersedia di beberapa titik, sehingga wisatawan internasional tetap dapat memahami sejarah dan fungsi setiap bangunan tanpa harus mengikuti tur khusus.

7. John Fielden mendirikan Dobroyd Castle sebagai janji cinta di West Yorkshire

Dobroyd Castle
Dobroyd Castle (commons.wikimedia.org/Tim Green)

Di perbukitan Todmorden, West Yorkshire, Dobroyd Castle berdiri dengan menara dan dinding batu khas kastel Inggris abad ke-19. Bangunan ini didirikan oleh industrialis kaya, John Fielden, sebagai wujud janji cintanya kepada Ruth Stansfield. Arsiteknya, John Gibson, merancangnya dengan gaya Gothic Revival yang sedang populer saat itu. Lokasinya dipilih di atas bukit sehingga kastel terlihat dominan dari kejauhan sekaligus menawarkan panorama lembah yang luas.

Kini Dobroyd Castle lebih sering digunakan sebagai pusat kegiatan dan akomodasi kelompok, sehingga pengunjung bisa merasakan suasana menginap di kastel bergaya klasik dengan fasilitas yang sudah diperbarui. Dari menaranya, pemandangan pedesaan Inggris terbuka tanpa terhalang bangunan modern tinggi, terutama saat cuaca cerah. Akses menuju lokasi cukup mudah dengan kereta menuju Todmorden lalu dilanjutkan perjalanan singkat menggunakan taksi atau berjalan kaki. Beberapa ruang dalam kastel tetap mempertahankan detail asli seperti perapian besar dan jendela tinggi, sehingga pengunjung dapat melihat langsung karakter arsitektur abad ke-19 yang masih terjaga.

Valentine sering dirayakan dengan cara sederhana, tetapi perjalanan ke tempat-tempat ini menunjukkan bahwa ungkapan cinta pernah diwujudkan dalam bentuk yang jauh lebih besar dan bertahan lama. Setiap bangunan menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari kompleks megah hingga situs yang tersembunyi di kota kecil. Dari lima destinasi ini, mana yang paling ingin kamu kunjungi saat momen Valentine tiba?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

Kenapa Mendaki Tektok Jadi Tren? Ini Alasannya!

12 Feb 2026, 18:50 WIBTravel