Lukisan bukan sekadar goresan warna di atas kanvas, melainkan jendela menuju pikiran terdalam sang seniman. Salah satu mahakarya paling ikonik yang terus memukau dunia adalah “The Starry Night”, sebuah lukisan minyak ekspresif karya Vincent van Gogh.
Vincent Willem van Gogh adalah pelukis pasca-impresionis asal Belanda yang menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah seni Barat berkat gaya lukisannya yang menggunakan warna tebal serta goresan kuas yang ekspresif. Meski sempat mencoba berbagai profesi seperti pedagang seni hingga misionaris, ia baru mulai melukis pada tahun 1881 dengan dukungan penuh dari adiknya, Theo, dan berhasil menciptakan sekitar 2.100 karya seni hanya dalam waktu sepuluh tahun. Perjalanan artistiknya berkembang pesat mulai dari lukisan buruh tani yang gelap hingga bertransformasi menjadi karya-karya cerah yang penuh warna, seperti seri bunga matahari dan bentang alam Prancis Selatan, yang sebagian besar justru ia selesaikan di dua tahun terakhir masa hidupnya.
Namun, di balik sapuan kuas “The Starry Night” yang tampak emosional, tersembunyi ketelitian astronomi dan pola fisika rumit yang baru bisa dibuktikan oleh sains modern puluhan tahun kemudian. Lantas, rahasia alam apa yang sebenarnya berhasil ditangkap oleh Van Gogh? Mari kita telusuri jawabannya dalam artikel berikut ini!
