ilustrasi pohon sengon (pixabay.com/Sonja-Kalee)
Mirip trembesi, pohon sengon punya tajuk lebar dan tumbuh sangat cepat—bahkan dalam beberapa tahun saja udah bisa jadi peneduh besar. Kecepatannya tumbuh inilah yang bikin dia sering dijadikan solusi cepat buat penghijauan kota. Tapi bukan cuma cepat tumbuh, sengon juga piawai menyerap polusi dan memproduksi oksigen.
Pohon ini bisa menyerap banyak karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya, menjadikannya pilihan pas buat menurunkan emisi di area perkotaan. Tajuknya yang luas juga membantu mengurangi efek pulau panas di kota-kota besar. Kalau kamu pengen kota yang adem dan ramah lingkungan, sengon layak banget masuk daftar tanam.
Kota yang sehat bukan cuma soal teknologi dan infrastruktur, tapi juga tentang bagaimana kita merawat hubungan dengan alam. Menanam pohon adalah salah satu langkah paling sederhana tapi berdampak besar untuk memperbaiki kualitas udara dan hidup. Jadi, jangan tunggu sampai langit benar-benar kelabu atau udara makin sesak. Mulailah dengan satu pohon, dan biarkan dia jadi penyelamat kecil yang tumbuh setiap hari.
Sumber Referensi :
Indriani, A., Polii, B. J., & Ogie, T. (2021). Potential Leaves of Trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr.) as Bioaccumulators for Heavy Metal (Pb) in Manado City. Jurnal Agroekoteknologi Terapan, 2(2), 21-31.
Sulastri, S., Atmoko, D. D. P., & Mondiana, Y. Q. (2024). Analisis Kemampuan Jenis Pohon Dalam Mereduksi Emisi Karbondioksida (Co2) Pada Jalur Hijau Di Kota Malang. JURNAL GREEN HOUSE, 3(1), 17-25.
Aji, D. A. (2019). Evaluasi Potensi Fungsi Tanaman Sebagai Penyerap Polutan Gas CO2 pada Lanskap Regional Ring Road Kota Bogor.
Al-Hakim, A. H. (2014). Evaluasi efektivitas tanaman dalam mereduksi polusi berdasarkan karakter fisik pohon pada jalur hijau Jalan Pajajaran Bogor.
Pratama, F. N. F., Nurdianto, S. A., & Waluyo, S. (2022). Mistifikasi masyarakat jawa terhadap pohon beringin sebagai upaya untuk konservasi air tanah dan pencegahan bencana ekologis. Jantra, 17(1), 41-50.
Khair, U. (2020). Penggunaan Daun Tanjung (Mimusops Elengi L.) Sebagai Bioindikator Kontaminan Timbal (Pb) dan Seng (Zn) di Jalan Kota Banda Aceh (Doctoral dissertation, UIN AR-RANIRY).
Ibrohim, M. A., Sungkowo, A., & Gera, I. G. (2025). GERAKAN DESA HIJAU MELALUIPEMBERIAN BIBIT POHON GRATIS DALAM UPAYA PEMANFAATAN LAHAN PINGGIR JALAN TERHADAP KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN DI DESA KUTAWULUH. SESAMA, 1(1).
Tanjung, A., & Piliang, F. M. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Dengan Penanaman Tumbuhan Di Sekitar Lingkungan Masyarakat Di Desa Tangkahan Durian Kecamatan Brandan Barat. Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 48-52.