Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Semua Pohon Menghasilkan Kadar Oksigen yang Sama?

Apakah Semua Pohon Menghasilkan Kadar Oksigen yang Sama?
Pohon (pexels.com/Snapwire)
Intinya Sih
  • Pohon menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis, di mana sinar matahari, air, dan karbon dioksida diubah menjadi energi serta oksigen yang dilepaskan lewat stomata daun.
  • Setiap jenis pohon memiliki kemampuan berbeda dalam memproduksi oksigen, dipengaruhi oleh luas permukaan daun, kedewasaan pohon, pola pertumbuhan, dan kondisi lingkungan sekitar.
  • Beberapa pohon seperti peepal, beringin, eukaliptus, ek, dan beech dikenal sebagai penghasil oksigen tertinggi berkat tajuk lebat serta efisiensi fotosintesisnya sepanjang tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Oksigen yang kita hirup adalah hasil dari perjalanan panjang pohon dan sinar matahari, di mana keduanya ini bekerja sama untuk memproduksi dan melepaskan oksigen di bumi. Setiap pohon menghasilkan jumlah oksigen yang berbeda-beda, hal ini tergantung pada beberapa faktor yang memengaruhi.

Meskipun tidak sepenuhnya oksigen yang ada di bumi adalah hasil dari pohon dan sinar matahari, namun beberapa jenis pohon mampu menghasilkan oksigen paling tinggi dibandingkan banyaknya jenis pohon yang ada di dunia. Dalam artikel ini, akan dibahas lebih dalam bagaimana proses pohon menghasilkan oksigen, faktor yang memengaruhi produksi oksigen, hingga jenis pohon apakah yang paling banyak berkontribusi dalam menghasilkan oksigen. Berikut penjelasannya!

1. Bagaimana pohon bisa menghasilkan oksigen?

Pohon
Pohon (pexels.com/Halla)

Pohon menjadi bagian penting bagi kehidupan, hal ini karena pohon mampu memberi kita oksigen. Tapi, bagaimana pohon-pohon ini mampu menghasilkan oksigen?

Semuanya bermula dengan fotosintesis. Di mana pohon menyerap sinar matahari melalui daun, menarik karbon dioksida dari udara dan air dari tanah. Di dalam daun terdapat klorofil, yakni pigmen yang memberi warna hijau pada daun, membantu mengubah bahan-bahan tadi menjadi sebuah energi.

Kemudian hasil dari bahan tersebut adalah oksigen. Oksigen ini dilepaskan kembali ke udara, sedikit demi sedikit, melalui pori-pori tak kasat mata yang ada pada daun atau disebut stomata.

Proses fotosintesis ini berjalan terus-menerus selama siang hari. Beberapa pohon yang memiliki luas permukaan besar, maka semakin banyak sinar matahari yang dapat diserap dan semakin melimpah pula oksigen yang diproduksi. Itulah mengapa pohon-pohon dengan tajuk yang lebih besar dan lebat cenderung menjadi pohon penghasil oksigen yang lebih kuat.

2. Apakah semua jenis pohon memiliki jumlah oksigen yang sama?

Pohon
Pohon (pexels.com/Rajesh)

Jumlah oksigen yang dilepaskan sangat bergantung pada jenis pohon. Hal ini dikarenakan adanya massa daun secara keseluruhan atau disebut sebagai Indeks Luas Daun. Dilansir World Economic Forum, pohon pinus menghasilkan oksigen paling sedikit karena jarumnya yang tipis. Sementara itu, pohon cemara Douglas, cemara sejati, cemara, pohon maple, dan pohon beech mampu menghasilkan oksigen paling banyak.

Mengutip OneTreePlanted, pohon ek dewasa dapat menghasilkan rata-rata 100.000 liter oksigen per tahun. Itu sekitar 274 liter oksigen per hari. Perubahan musim juga mampu memengaruhi produksi oksigen. Pada musim gugur, pohon-pohon bersiap menyambut musim dingin menggunakan daunnya dan memasuki massa dormasi. Jadi, dapat dikatakan kalau setiap jenis pohon menghasilkan jumlah oksigen yang berbeda-beda, tergantung pada massa daunnya.

3. Faktor yang memengaruhi produksi oksigen pada pohon

Pohon
Pohon (pexels.com/Santask)

Pada kenyataannya pohon-pohon yang biasa kita jumpai memproduksi oksigen dengan kadar yang berbeda-beda. Beberapa faktor menentukan seberapa banyak oksigen yang dapat dilepaskan oleh pohon, dan dengan memahami faktor-faktor ini dapat membantu mengidentifikasi mana pohon yang mampu memproduksi oksigen paling efektif.

Di bawah ini adalah faktor-faktor yang memengaruhi produksi oksigen pohon:

  1. Luas permukaan daun

Luas permukaan daun diukur dengan LAI (Indeks Luas Daun), yang membandingkan total luas daun dengan luas tanah yang ditutupi daun. LAI yang lebih tinggi berarti lebih banyak fotosintesis per meter persegi, artinya lebih banyak oksigen. Spesies dengan kanopi tebal dan berlapis umumnya berkinerja lebih baik daripada spesies dengan daun yang jarang.

Luas permukaan daun sangat memengaruhi oksigen yang dihasilkan pohon. Di mana selama proses fotosintesis terjadi, pohon menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen. Jadi, secara alami, pohon dengan banyak daun atau daun yang lebat cenderung menghasilkan oksigen lebih banyak.

  1. Kedewasaan pohon

Pohon muda dan pohon tua tentu memiliki potensi yang berbeda dalam hal menghasilkan oksigen. Pohon tua biasanya melakukan lebih banyak pekerjaan berat dalam produksi oksigen. Pohon dewasa bisa dilihat dar tajuknya yang lebih besar, akar lebih dalam, dan struktur yang mapan untuk mendukung pertumbuhan daun dan produksi oksigen lebih banyak.

  1. Pola pertumbuhan dan aktivitas musiman

Pohon yang tumbuh lebih cepat biasanya tumbuh dengan kuat tetapi tidak hidup lama. Sementara itu, pohon yang tumbuh lebih lambat cenderung bertahan selama beberapa dekade, menawarkan manfaat oksigen yang konsisten dari tahun ke tahun.

Misalnya pohon evergreen yang mampu mempertahankan daunnya sepanjang tahun dan terus menghasilkan oksigen melalui beberapa musim. Berbeda dengan pohon gugur yang memasuki masa dormansi di musim dingin. Adanya kombinasi laju pertumbuhan dan siklus hidup membentuk kontribusi jangka panjang bagi pohon.

  1. Kondisi pertumbuhan dan iklim

Sejatinya pohon membutuhkan sinar matahari untuk tetap tumbuh, ketersediaan air, nutrisi dan ruang yang cukup pun turut memengaruhi pertumbuhan pohon. Spesies yang ditanam di tanah yang buruk atau di bawah naungan yang terlalu banyak kemungkinan akan tumbuh kurang maksimal, khususnya dalam hal fotosintesis.

4. Jenis-jenis pohon dengan produksi oksigen tertinggi

Pohon
Pohon (pexels.com/Dominik)

Sejatinya, semua jenis pohon mampu menghasilkan oksigen, namun ada beberapa pohon memberikan kontribusi yang jauh lebih signifikan jika dibandingkan pohon yang lain. Pohon-pohon penyumbang oksigen terbesar ini didukung oleh pola pertumbuhan yang baik, berat ukuran, dan struktur daun.

Dilansir Plantd.life, berikut adalah 10 pohon dengan produksi oksigen tertinggi, antara lain:

  1. Pohon peepal: Pohon ini berasal dari subkontinen India. Ciri khas peepal terletak pada kanopi yang lebat serta daun berukuran besar yang mendukung produksi oksigen. Pohon peepal diyakini terus melepaskan sejumlah kecil oksigen di malam hari karena adanya Metabolisme Asam Crassulacean (CAM).
  2. Pohon beringin: Pohon beringin sering kita temukan di beberapa tempat, memiliki kanopi yang luas dan akar udaranya memungkinkan pohon ini mampu menutupi area yang sangat besar. Pohon beringin menawarkan luas permukaan daun yang luar biasa, di mana daun ini mampu menghasilkan produksi oksigen yang lebih tinggi.
  3. Douglas fir: Douglas fir merupakan pohon cemara yang tumbuh cepat dan melakukan fotosintesis sepanjang tahun. Pohon ini memiliki jarum daun yang sangat kecil, tetapi tersusun rapat dan sangat efisien dalam pertukaran gas. Douglas fir mampu menyimpan karbon dalam jumlah signifikan.
  4. Pinus putih timur: Pohon ini tumbuh subur di iklim dingin dengan laju yang cepat. Jarum daunnya yang lembur tetap hijau sepanjang tahun, membantunya mempertahankan produksi oksigen yang stabil bahkan selama musim dingin berlangsung.
  5. Pohon neem: Pohon ini cukup populer di Asia Selatan dan Afrika karena kemampuannya tumbuh subur di iklim panas dan kering. Laju pertumbuhannya pun cepat, daunnya cenderung lebat, dan kemampuan untuk tumbuh subur dalam kondisi yang kurang memungkinkan.
  6. Pohon eukaliptus: Pohon ini tumbuh cepat dan efisien dalam mengubah sinar matahari menjadi biomassa. Pertumbuhan yang cepat dan tingkat fotosintesis yang tinggi menjadikan pohon ini unggul dalam hal produksi oksigen.
  7. Pohon Ek: Berbeda dari pohon sebelumnya, pohon ini cenderung tumbuh lambat. Pohon ek memiliki tajuk yang besar dan menyebar dengan daun yang lebat, pohon ek yang sudah dewasa berkontribusi besar terhadap produksi oksigen lokal. Pohon ini juga mampu hidup selama beradab-abad.
  8. Pohon maple: Ciri khas pohon ini adalah warna daunnya yang didominasi warna merah dan oranye. Pohon maple tumbuh dengan cepat dan mengembangkan tajuk yang lebar serta lebat dengan kapasitas fotosintesis yang tinggi. Pohon ini membantu mengatur suhu di perkotaan, mengurangi limpasan air hujan, bahkan mendukung penyerbuk di musim semi.
  9. Pohon aspen: Pohon aspen tumbuh dalam rumpun besar yang saling terhubung atau berbagi sistem akar. Efek jaringan ini menjadikannya konrtibutor kolektif yang kuat terhadap produksi oksigen.
  10. Pohon beech: Pohon beech memiliki tajuk yang lebar dan daun lebat serta kulit kayu yang halus mampu memantulkan cahaya di hutan teduh. Pohon ini merupakan penghasil oksigen yang efisien selama musim pertumbuhan dan membantu menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk dan lembap di bawah kanopinya.

Sebagai penutup, pohon mampu menghasilkan oksigen dengan cara fotosintesis. Jumlah oksigen yang dihasilkan setiap pohon berbeda-beda, tergantung pada lebar daun, kedewasaan pohon, iklim, dan pola pertumbuhan. Beberapa jenis pohon menghasilkan oksigen paling tinggi, seperti pohon peepal, beringin eukaliptus, ek, hingga pohon beech.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More