Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
sanca scrub australia
sanca scrub australia (inaturalist.org/Roxanne Lazarus)

Intinya sih...

  • Sanca scrub australia merupakan spesies ular terbesar di Australia dengan panjang maksimal 5 meter dan bobot 27 kilogram.

  • Sanca patola hidup di hutan hujan tropis Indonesia, bisa mencapai panjang 3,7 meter, dan mampu memangsa burung hingga mamalia seperti wallaby dan penyu.

  • Sanca halmahera adalah satwa endemik Indonesia yang hanya bisa ditemukan di Pulau Halmahera, sering beraktivitas di atas tanah dan memiliki kemampuan unik yaitu mengubah warna.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Wilayah timur Indonesia memiliki keberagaman satwa yang cukup kontras dengan daerah barat. Hal tersebut tercermin dari keberagaman spesies ularnya. Tak punya spesies sperti kobra, pucuk, atau viper pohon Indonesia bagian timur justru dipenuhi ular sanca yang berasal dari genus Simalia. Soal ukuran genus Simalia memang kalah besar dari sanca lain. Namun, ukuran memang bukan highlight dari hewan ini.

Genus Simalia terdiri atas enam spesies yang masing-masing punya keunikan tersendiri. Contohnya ada sanca patola yang warnanya sangat cantik dan populer sebagai peliharaan. Adapula sanca bulan yang merupakan spesies ular langka yang dilindungi. Mau kenalan lebih dekat dengan genus Simalia? Berikut enam ular sanca dari genus Simalia yang wajib kamu tahu!

1. Sanca scrup australia

sanca scrub australia (inaturalist.org/Reiner Richter)

Nama ular ini sudah mencerminkan darimana ia berasal, yaitu daratan Australia. Dilansir Atlas of Living Australia, hewan dengan nama ilmiah Simalia kinghorni ini menghuni Queensland hingga Semenanjung Cape York. Di Negeri kanguru tersebut, sanca scrub australia menyandang gelar sebagai spesies ular terbesar dengan panjang maksimal mencapai 5 meter dan bobot 27 kilogram. Namun, panjang rata-ratanya hanya 1,3-2 meter dengan bobot tak lebih dari 5 kilogram.

Menjadi salah satu apex predator habitatnya, sanca scrub australia mampu memangsa hampir semua jenis hewan, mulai dari burung, kadal, amfibi, hingga mamalia marsupial. Ia hidup di area kering, hutan hujan tropis, hingga semak-semak. Saat berburu, lilitannya mampu melumpuhkan mangsa dalam sekejap.

2. Sanca patola

sanca patola (inaturalist.org/Philipp Hoenle)

Bisa ditemukan di Indonesia, ular dengan nama ilmiah Simalia amethistina ini menghuni Kepulauan Maluku hingga Pulau Papua. Ia sangat suka hidup di hutan hujan tropis. Sebab, temperatur yang lembap, pepohonan lebar, dan ketersediaan makanan berlimpah di hutan hujan tropis sangat ideal bagi kehidupan ular ini. Dilansir Britannica, panjang sanca patola bisa mencapai 3,7 meter. Namun, ada juga individu raksasa yang panjangnya ada di angka 8 meter. Andalkan ukuran sebesar itu, ular ini mampu memangsa burung hingga mamalia seperti wallaby dan penyu.

3. Sanca halmahera

sanca halmahera (inaturalist.org/Tigerpython)

Dilansir The Reptile Database, Simalia tracyae atau sanca halmahera merupakan satwa endemik Indonesia yang hanya bisa ditemukan di Pulau Halmahera. Ular sepanjang 4 meter dengan tubuh mengkilap ini sering beraktivitas di atas tanah dan terkadang juga akan memanjat pohon. Ia juga memiliki kemampuan unik, yaitu mengubah warna. Namun, para ahli tak tahu mengapa hal tersebut dilakukan.

Saat ini sanca halmahera sering ditangkap, dipelihara, dan diperdagangkan. Populasinya memang cukup banyak dan ia bukan termasuk hewan terancam punah. Namun, melihat wilayah penyebarannya yang sempit perburuan liar tak boleh dibiarkan dan upaya konservasi harus dijalankan. Jika perburuan terus merajalela, ada kemungkinan ia akan terjun ke jurang kepunahan dalam waktu dekat.

4. Sanca maluku

sanca maluku (inaturalist.org/Tigerpython)

Simalia clastolepis atau sanca maluku memiliki nama lain, yaitu sanca kuning. Nama tersebut disematkan karena ular sepanjang 2,7 meter ini memiliki sisik berwarna kuning yang menyala, mengkilap, dan sangat menawan. Laman iNaturalist menjelaskan bahwa satwa endemik Nusantara ini bisa ditemukan di tiga tempat, yaitu Pulau Maluku, Seram, dan Ambon. Menariknya, saat baru menetas anakan sanca maluku punya tubuh berwarna merah. Seiring bertambahnya usia warnanya akan berubah menjadi cokelat dan kuning saat dewasa.

5. Sanca tanimbar

sanca tanimbar (inaturalist.org/Embreus)

Ular dengan nama ilmiah Simalia nauta ini jadi salah satu yang terunik. Sebab, perpaduan warnanya cukup beragam, mulai cokelat polos dan abu-abu kekuningan. Di beberapa kesempatan juga ada individu dengan tubuh berwarna cokelat dan corak tutul kuning di sekujur badannya. Sayangnya tak banyak informasi mengenai ular ini. Satu-satunya informasi valid mengenai ular ini adalah ia tentang penyebarannya yang mencakup Kepulauan Tanimbar di bagian barat daya Pulau Papua, Indonesia.

6. Sanca bulan

sanca bulan (commons.wikimedia.org/Danleo~commonswiki)

Spesies terakhir adalah Simalia boeleni atau sanca bulan yang bisa ditemukan di Pulau Papua. Menghuni ketinggian hingga 2000 mdpl. sanca bulan kerap ditemukan di hutan atau pegunungan. Ukurannya tak terlalu besar dengan panjang rata-rata 2 meter. Namun, tubuh berwarna hitam kebiruannya mampu memancarkan cahaya bak pelangi ketika terkena sinar matahari.

Corak garis putih, kuning, dan jingga juga nampak, khususnya pada individu muda. Karena keunikan corak dan warnanya tersebut, sanca bulan sangat populer sebagai hewan peliharaan di luar negeri. Namun, di dalam negeri ia dikategorikan sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018 tentang Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

Demikian pembahasan mengenai enam spesies sanca dari genus Simalia. Jika ditelaah lebih dalam, mereka sangat berbeda dengan genus lain seperti Python, Morelia, atau Malayopython, khususnya dari penyebaran dan ciri fisik. Maka dari itu genus Simalia menjadi salah satu jenis ular sanca yang sangat unik dan eksotis. Untuk itu, pemerintah dan masyarakat harus senantiasa menjaga ular-ular tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team