Peta yang menggambarkan penyatuan singkat tiga kerajaan bersejarah Transylvania, Moldavia, dan Wallachia di bawah pemerintahan Michael the Brave antara Mei dan September 1600. Wilayah-wilayah inilah yang menjadi inti dari negara Rumania modern. (commons.wikimedia.org/User:Anonimu)
Sejarah panjang Rumania dimulai sejak zaman kuno dengan adanya peradaban bangsa Dacia yang kemudian ditaklukkan oleh Kekaisaran Romawi, serta membawa pengaruh bahasa Latin yang menjadi cikal bakal bahasa Rumania modern. Selama berabad-abad, wilayah ini terbagi menjadi tiga kepangeranan—Wallachia, Moldavia, dan Transilvania—yang terus berjuang menghadapi tekanan dari kekuatan besar di sekitarnya, seperti Kesultanan Utsmaniyah dan Kekaisaran Austria-Hungaria. Semangat untuk bersatu akhirnya membuahkan hasil pada abad ke-19, ketika Wallachia dan Moldavia berhasil bergabung membentuk negara Rumania, yang kemudian merdeka sepenuhnya dan menjadi kerajaan pada tahun 1881.
Memasuki abad ke-20, Rumania mengalami masa yang penuh gejolak melalui dua Perang Dunia yang mengubah batas wilayahnya secara drastis, hingga akhirnya jatuh ke dalam rezim komunis yang otoriter setelah 1947. Di bawah kekuasaan Nicolae Ceauşescu, rakyat mengalami tekanan ekonomi dan represi politik yang hebat, hingga akhirnya rezim tersebut tumbang melalui Revolusi 1989. Setelah lepas dari masa komunisme, Rumania bangkit melakukan transformasi besar-besaran sekaligus memperkuat hubungan dengan negara-negara Barat, serta resmi bergabung dengan NATO pada tahun 2004 dan Uni Eropa pada tahun 2007 hingga saat ini.