Sebuah marching band tradisional Skotlandia berjalan di sepanjang rute prosesi di Edinburgh sebagai bagian dari perayaan Hogmanay 2025. (unsplash.com/Bruno Bradbury)
Skotlandia merupakan negeri yang kaya akan takhayul kuno dan tradisi unik yang masih terjaga hingga kini. Masyarakatnya memercayai berbagai pertanda nasib, mulai dari larangan nelayan melaut jika berpapasan dengan pendeta, hingga mitos bunga heather putih yang dianggap pembawa keberuntungan bagi pengantin karena berasal dari air mata pahlawan Celtic. Tradisi seperti Hogmanay (Tahun Baru) juga sangat kental dengan ritual, seperti first-footing, di mana tamu pertama harus membawa hadiah simbolis agar tuan rumah beruntung sepanjang tahun. Selain itu, ada pula ritual kecantikan pagan seperti membasuh wajah dengan embun pagi di bukit Arthur's Seat setiap tanggal 1 Mei yang dipercaya memberikan vitalitas dan awet muda.
Di sisi lain, identitas budaya Skotlandia sangat melekat pada kuliner, pakaian, dan keseniannya. Wiski Single Malt dari wilayah Speyside dan hidangan khas haggis menjadi simbol kebanggaan nasional, berdampingan dengan penggunaan kilt (rok tartan) yang melambangkan sejarah perlawanan klan-klan Skotlandia. Wisatawan dapat merasakan langsung semangat budaya ini melalui tarian ceilidh yang meriah, mendengarkan lantunan alat musik bagpipe yang megah di jalanan kota, atau mengunjungi situs warisan dunia UNESCO seperti Kota Tua Edinburgh yang bergaya Gotik. Perpaduan antara sejarah kelam, festival seni modern seperti Fringe, dan kuliner yang beragam menjadikan Skotlandia destinasi yang penuh kejutan sekaligus keramahan.