Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
8 Fakta Menarik Burung Hoopoe, Bisa Mengeluarkan Bau Tidak Sedap
Burung Hoopoe (pexels.com/Erik Karits)

Siapa sangka, di balik mahkota indah dan warna-warni bulunya, burung hoopoe menyimpan rahasia yang cukup menjijikkan? Ya, burung yang sering dijumpai di berbagai belahan dunia ini ternyata mampu mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Namun, keunikan burung hoopoe tidak berhenti sampai di situ.

Selain penampilannya yang menawan, burung hoopoe juga memiliki kebiasaan makan yang unik dan peranan penting dalam berbagai budaya. Ada banyak fakta menarik lainnya tentang burung yang satu ini, mulai dari habitatnya hingga cara melindungi diri dari pemangsa. Yuk, kita kupas tuntas 8 fakta menarik burung hoopoe yang mungkin belum kamu ketahui.

1. Memiliki jambul ikonik

Hoopoe Birds (pinterest.com/Henry E. Hooper)

Burung Hoopoe dikenal dengan jambul unik yang bisa ditegakkan. Jambul ini biasanya digunakan untuk menarik perhatian pasangan atau ketika burung merasa terancam. Warnanya oranye dengan ujung hitam yang membuatnya mudah dikenali.

2. Habitat luas di berbagai benua

Upupa epops (pixabay.com/XaviBGood)

Hoopoe dapat ditemukan di Eropa, Asia, dan Afrika. Mereka lebih suka tinggal di area terbuka seperti padang rumput, savana, atau lahan pertanian. Burung ini adalah salah satu spesies yang dapat beradaptasi dengan berbagai iklim dan lingkungan.

3. Menggunakan paruh panjang untuk mencari makan

Burung hoopoe atau hudhud mencari makan (pexels.com/Erik Karits)

Hoopoe memiliki paruh panjang yang digunakannya untuk mencari makanan di tanah. Mereka memakan serangga, cacing, dan larva, yang sering ditemukan di bawah permukaan tanah. Paruhnya yang panjang memudahkan mereka untuk mencapai makanan yang sulit dijangkau.

4. Suara khas "hoo-hoo-hoo"

Hoopoe diberi nama sesuai suaranya (pixabay.com/Nel Botha)

Hoopoe memiliki suara khas yang terdengar seperti "hoo-hoo-hoo," yang menjadi asal nama burung ini. Suara ini biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan pasangan atau sebagai tanda peringatan terhadap predator. Frekuensinya dapat bervariasi tergantung situasi.

5. Memiliki ritual pembersihan yang unik

Burung hoopoe sering membersihkan bulunya (pixabay.com/Anne and Saturnino Miranda)

Hoopoe sering menggunakan paruhnya untuk merawat bulu-bulunya. Mereka juga menggunakan kelenjar khusus di dekat pangkal ekor untuk mengoleskan cairan berminyak yang berfungsi sebagai pelindung bulu. Ritual ini membantu menjaga bulu mereka tetap bersih dan bebas dari parasit.

6. Migrasi musiman ke afrika

Hoopoe adalah burung migran (pexels.com/Mahmoud Yahyaoui)

Hoopoe adalah burung migran yang terbang ke Afrika selama musim dingin. Perjalanan panjang ini dilakukan untuk mencari iklim yang lebih hangat dan makanan yang lebih berlimpah. Saat musim semi tiba, mereka akan kembali ke wilayah asalnya untuk berkembang biak.

7. Melindungi sarang dengan bau yang kuat

Upupa epops (pixabay.com/XaviBGood)

Hoopoe memiliki cara unik untuk melindungi sarangnya dari predator. Anak burung dan induk Hoopoe dapat mengeluarkan bau menyengat dari kelenjar uropygial yang terletak di dekat ekornya sebagai pertahanan. Bau ini membuat sarang mereka kurang menarik bagi pemangsa.

8. Dianggap sebagai simbol keberuntungan

Burung Hoopoe (flickr.com/Andrej Chudý)

Di beberapa budaya, burung Hoopoe dianggap sebagai simbol keberuntungan dan keajaiban. Di Timur Tengah dan Afrika, Hoopoe bahkan dianggap membawa pesan dari dunia spiritual. Keindahan dan keunikannya menjadikan burung ini penuh dengan makna simbolis.

Burung hoopoe adalah salah satu contoh keberagaman hayati yang patut kita jaga. Dengan mengetahui lebih banyak tentang burung ini, diharapkan kita bisa semakin peduli terhadap lingkungan dan ikut serta dalam upaya pelestarian habitat burung hoopoe agar generasi mendatang juga bisa menikmati keindahan dan keunikannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team