Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi burung berkicau (pexels.com/Siegfried Poepperl)
ilustrasi burung berkicau (pexels.com/Siegfried Poepperl)

Intinya sih...

  • Ada lebih dari 1.800 spesies burung di Indonesia, dengan lebih dari 500 spesies hanya ada di Indonesia.

  • Populasi burung terancam oleh perusakan habitat, perburuan ilegal, dan dampak perubahan iklim.

  • Keanekaragaman burung di Indonesia relatif stabil, dengan 542 spesies burung endemis tersebar di wilayah Wallacea.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tercatat bahwa ada lebih dari 1.800 spesies burung di Indonesia dari 11.000 yang terdapat secara global. Namun khusus jenis burung yang hanya ada di Indonesia saja mencakup lebih dari 500 spesies, tidak ada di belahan dunia lainnya.

Keanekaragaman spesies burung ini tersebar di ekosistem daratan dan perairan yang kompleks, mencerminkan kondisi geografis, geologi, dan ekologis yang sangat beragam, mengutip situs Burung Indonesia.

Populasinya terancam

Ancaman terhadap populasi burung terus berkembang, baik akibat perusakan habitat, perubahan pengguna lahan, perburuan dan perdagangan ilegal hingga dampak perubahan iklim.

Publikasi "Status Burung di Indonesia Tahun 2025" menyajikan gambaran terkini mengenai status keanekaragaman burung, tingkat keterancaman spesies, pola endemisitas serta distribusi di Indonesia berdasarkan data ilmiah serta kontribusi dari berbagai pihak dan pemangku kepentingan.

Data yang berhasil dikumpulkan

ilustrasi burung nuri (pexels.com/Ilo Frey)

Berbeda dari tahun sebelumnya, data yang dikumpulkan sepanjang 2024 ini menunjukkan bahwa keanekaragaman burung di Indonesia relatif stabil. Tidak ada penambahan spesies baru, baik dari observasi di lapangan maupun dari sisi ilmiah.

Pada tahun-tahun sebelumnya, revisi taksonomi—pemisahan (splitting) atau penggabungan (lumping) spesies—sering kali menjadi penyumbang utama peningkatan jumlah spesies burung yang tercatat di Indonesia. Namun, pada tahun ini, hanya terjadi perubahan kecil berupa pengurangan satu spesies dalam daftar. Jumlah spesies burung yang tercatat secara resmi turun dari 1.836 menjadi 1.835.

Pengurangan ini disebabkan oleh dikeluarkannya kapinis kecil (Apus affinis) dari daftar spesies burung di Indonesia. Spesies ini kini dianggap tidak lagi memiliki sebaran alami di wilayah Indonesia, seiring dengan penyempurnaan dalam penentuan sebaran geografis dan taksonominya.

Dengan perubahan ini, daftar resmi burung di Indonesia mencakup 1.835 spesies, yang tersebar dalam 24 ordo (bangsa) dan 129 famili (suku). Spesies-spesies ini menghuni berbagai tipe ekosistem, mulai dari laut lepas hingga pegunungan tinggi di pulau-pulau Nusantara. Sekitar 85 persen (1.559 spesies) merupakan burung residen yang dapat dijumpai sepanjang tahun.

Sisanya, sebanyak 276 spesies (15 persen), merupakan burung migran yang mengunjungi Indonesia terutama pada musim dingin di wilayah asalnya. Sebagian besar dari mereka bermigrasi dalam jalur terbang East Asian–Australasian Flyway, salah satu jalur migrasi burung terpenting di dunia.

Tidak ada perubahan jumlah

Burung endemis Indonesia didefinisikan sebagai spesies burung yang hanya ditemukan secara alami di dalam batas wilayah administratif Indonesia dan tidak terdapat di tempat lain di dunia. Hingga akhir tahun 2024, tidak terdapat perubahan besar dalam komposisi keanekaragaman burung nasional, sehingga jumlahnya tetap seperti tahun sebelumnya.

Tercatat sebanyak 542 spesies burung endemis tersebar dari ujung barat hingga timur kepulauan Nusantara. Namun, persebaran tersebut tidak merata. Lebih dari separuhnya terkonsentrasi di wilayah Wallacea, sebuah kawasan biogeografi unik yang mencakup Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara, serta dikenal sebagai salah satu dari dua hotspot keanekaragaman hayati global yang berada di Indonesia.

Dari sekitar 24 ordo burung yang tercatat di Indonesia, sebanyak 14 menyusun komposisi burung endemis Indonesia. Tiga ordo yang mendominasi jumlah spesies endemis di antaranya:

  • Passeriformes (burung kicau): 326 spesies.

  • Columbiformes (burung dara, merpati, dan uncal): 42 spesies.

  • Psittaciformes (burung paruh bengkok, seperti nuri dan kakatua): 41 spesies.

Ketiga kelompok ini menyumbang sekitar 75 persen dari total spesies endemis Indonesia. Sebagian besar dari spesies tersebut hidup di habitat hutan, baik hutan dataran rendah maupun hutan pegunungan, yang menegaskan pentingnya keberadaan hutan tropis Indonesia sebagai penyangga utama keberlangsungan spesies burung endemis.

Hilangnya tutupan hutan alami dapat berdampak langsung terhadap keberadaan burung-burung tersebut yang memiliki sebaran geografis sangat terbatas.

Editorial Team