ilustrasi burung nuri (pexels.com/Ilo Frey)
Berbeda dari tahun sebelumnya, data yang dikumpulkan sepanjang 2024 ini menunjukkan bahwa keanekaragaman burung di Indonesia relatif stabil. Tidak ada penambahan spesies baru, baik dari observasi di lapangan maupun dari sisi ilmiah.
Pada tahun-tahun sebelumnya, revisi taksonomi—pemisahan (splitting) atau penggabungan (lumping) spesies—sering kali menjadi penyumbang utama peningkatan jumlah spesies burung yang tercatat di Indonesia. Namun, pada tahun ini, hanya terjadi perubahan kecil berupa pengurangan satu spesies dalam daftar. Jumlah spesies burung yang tercatat secara resmi turun dari 1.836 menjadi 1.835.
Pengurangan ini disebabkan oleh dikeluarkannya kapinis kecil (Apus affinis) dari daftar spesies burung di Indonesia. Spesies ini kini dianggap tidak lagi memiliki sebaran alami di wilayah Indonesia, seiring dengan penyempurnaan dalam penentuan sebaran geografis dan taksonominya.
Dengan perubahan ini, daftar resmi burung di Indonesia mencakup 1.835 spesies, yang tersebar dalam 24 ordo (bangsa) dan 129 famili (suku). Spesies-spesies ini menghuni berbagai tipe ekosistem, mulai dari laut lepas hingga pegunungan tinggi di pulau-pulau Nusantara. Sekitar 85 persen (1.559 spesies) merupakan burung residen yang dapat dijumpai sepanjang tahun.
Sisanya, sebanyak 276 spesies (15 persen), merupakan burung migran yang mengunjungi Indonesia terutama pada musim dingin di wilayah asalnya. Sebagian besar dari mereka bermigrasi dalam jalur terbang East Asian–Australasian Flyway, salah satu jalur migrasi burung terpenting di dunia.