camar angguk cokelat atau brown noddy (Anous stolidus),
camar angguk hitam atau black noddy (A. minutus),
camar angguk kecil atau lesser noddy (A. tenuirostris),
camar angguk biru atau blue noddy (A. cerulea), dan
camar angguk kelabu atau grey noddy (A. albivitta).
7 Fakta Burung Camar Angguk, Dua Spesiesnya Dilindungi di Indonesia

Burung laut satu ini sering terlihat di wilayah pesisir. Ia terbang dengan sayapnya yang panjang dan runcing. Kalau lagi ngobrol dengan pasangan, burung ini suka mengangguk-anggukkan kepala. Nama burung ini adalah camar angguk.
Camar angguk atau noddy merupakan jenis burung laut yang tersebar di lautan tropis dunia. Ia berkerabat dengan burung camar di keluarga Laridae. Tahukah kamu kalau dua spesies camar angguk termasuk hewan yang dilindungi di Indonesia? Yuk, pelajari lebih lanjut lewat fakta unik burung camar angguk atau noddy yang perlu kamu tahu berikut ini!
1. Apa itu camar angguk?

Camar angguk atau noddy merupakan jenis burung laut tropis yang tersebar di seluruh lautan tropis dunia. Camar angguk merupakan bagian dari keluarga Laridae bersama burung camar (gulls), dara laut (terns), dan paruh gunting (skimmers). Camar angguk dinamakan demikian karena perilaku mengangguknya yang khas dan unik.
2. Ada 5 spesies camar angguk, 2 di antaranya dilindungi di Indonesia
Camar angguk memiliki wilayah persebaran yang meliputi lautan tropis di seluruh dunia. Burung laut ini sering dijumpai berbiak di wilayah pesisir. Camar angguk terbagi jadi 5 spesies, yaitu:
Ada 2 spesies camar angguk yang termasuk jenis hewan dilindungi di Indonesia. Dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, spesies camar angguk cokelat dan camar angguk hitam termasuk hewan yang dilindungi di Indonesia. Keberadaannya sebagai burung laut yang hidup dan bersarang di pesisir sangat penting bagi ekosistem darat dan laut.
3. Camar angguk berukuran sedang dengan tampilan khas
Camar angguk tergolong burung laut berukuran sedang. Spesies terbesar, yaitu camar angguk cokelat, bisa sepanjang 38—45 sentimeter. Rentang sayapnya mencapai lebar 86 sentimeter, dilansir laman Animalia.
Camar angguk memiliki ciri khas sayap panjang meruncing. Ekornya ada yang berbentuk baji, ada pula yang agak berkumai. Paruhnya panjang untuk menyambar mangsa di permukaan laut. Kakinya berselaput untuk gaya hidup di lautnya.
Camar angguk biasanya berbulu gelap. Camar angguk cokelat, camar angguk hitam, dan camar angguk kecil berwarna cokelat gelap. Dahi dan ubun-ubunnya berwarna putih atau abu-abu terang, kontras dengan tubuhnya yang gelap. Sementara itu, camar angguk biru dan camar angguk kelabu cenderung keabu-abuan dengan pola warna menyerupai burung camar.
4. Alasan di balik nama camar angguk

Sesuai namanya, camar angguk punya perilaku unik mengangguk-anggukkan kepala. Camar angguk biasanya mengangguk untuk berkomunikasi dengan pasangan. Pada camar angguk hitam, perilaku mengangguk ini digunakan untuk menyapa pasangan. Camar angguk juga terlihat mengangguk-angguk saat ada pengganggu yang mendekati sarangnya, terang laman Animal Diversity.
5. Camar angguk hidup di laut lepas

Saat musim kawin, camar angguk bisa kamu temukan di wilayah pesisir dan pulau-pulau samudra. Ia bersarang di tebing, bebatuan lepas pantai, pohon, atau sekadar di atas tanah. Di luar musim kawin, camar angguk hidup di laut lepas. Pada camar angguk cokelat, laman Oiseaux Birds menerangkan kalau burung ini biasanya terlihat mengapung di air atau bertengger di bebatuan, kapal, atau puing yang hanyut untuk beristirahat.
6. Camar angguk mencari makan di permukaan laut

Camar angguk mencari makanannya yang berupa ikan dan cumi-cumi di wilayah permukaan laut. Burung ini gak terjun menyelam. Ia sekadar mencelupkan paruh panjangnya ke dalam laut untuk menangkap mangsa.
Menariknya, camar angguk kadang memancing mangsa ke permukaan dengan menepuk-nepuk permukaan air menggunakan kaki berselaputnya. Ia juga suka mengikuti ikan predator seperti tuna karena ikan ini mendorong mangsanya ke permukaan. Perilaku ini terlihat pada banyak spesies camar angguk, termasuk camar angguk kelabu seperti yang diterangkan laman New Zealand Birds Online.
7. Camar angguk bersarang rapat dengan tetangga

Camar angguk biasanya bersarang di tebing, gua, pepohonan, semak-semak, atau di atas tanah. Lokasi bersarangnya tergantung pada ketersediaan di habitatnya. Sarangnya bisa tipis atau tebal, tergantung lokasinya. Kalau di pohon sarangnya lebih tebal.
Sarang camar angguk biasanya terbuat dari rumput laut, ranting, sampai batang kayu. Semua bahan sarang itu kemudian direkatkan dengan kotorannya atau guano. Camar angguk bersarang di dalam koloni dan cenderung toleran dengan sesamanya. Bahkan sarang yang dibangun berdampingan bisa menyatu menjadi satu.
Sungguh burung yang menarik, bukan? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung camar angguk atau noddy? Apakah kamu pernah melihat burung laut ini secara langsung?



















