Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi air (unsplash.com/Yoann Boyer)
ilustrasi air (unsplash.com/Yoann Boyer)

Intinya sih...

  • Air terbuat dari zat hidrogen dan oksigen, dengan sifat-sifat unik yang penting untuk kehidupan.

  • Misi Hayabusa menemukan air di asteroid 25143 Itokawa, menunjukkan kemungkinan asal air di bumi dari asteroid dan komet.

  • Pengamatan SOFIA menemukan bahwa Komet Wirtanen melepaskan uap air mirip lautan ke luar angkasa, dengan rasio air yang sama dengan lautan di bumi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Air adalah unsur paling penting bagi kehidupan. Air di bumi ada 71%  dengan 96,5% ada di lautan. Bahkan dalam tubuh orang dewasa terdiri dari 60% air. Sedangkan bayi terdiri dari 78% air. 

Dari fakta tersebut, timbul pertanyaan air terbuat dari apa? Serta bagaimana air bisa ada di bumi? Untuk menjawabnya, mari kita kupas pengertian air serta teori-teori yang mendukung asal dari air.

1. Air dan sifat-sifatnya

ilustrasi air (pexels.com/NEOSiAM 2024+)

Dikutip dari Britannica, air terbuat dari zat hidrogen dan oksigen. Kedua zat ini saling berinteraksi sehingga air dikenal dengan H2O dalam struktur kimia. Bentuk air bisa padat, gas dan cair dengan jumlah yang melimpah di bumi. Air memiliki sifat tidak berbau dan tidak berasa tapi sangat penting untuk kehidupan. Selain itu, air juga memiliki sifat

  • Air dapat berubah wujud

  • Air mengalir dari tempat yang tinggi ke rendah

  • Air dapat meresap melalui celah

  • Air memiliki sifat kapilaritas

  • Air menempati ruang

  • Air memiliki massa

  • Air bisa melarutkan zat

  • Air memiliki permukaan datar dan tenang

  • Air menekan segala arah

2. Misi Hayabusa

Dari pengertian air, timbul pertanyaan dari mana asalnya hidrogen dan oksigen yang ada di bumi. Untuk menjawab pertanyaan ini ilmuwan berlomba-lomba untuk meneliti dan membuat eksperimen. Salah satunya Misi Hayabusa oleh badan antariksa yang berbasis di Jepang.

Misi ini dilakukan pada 2019 dengan tujuan memperkuat teori bahwa air yang ada di bumi berasal dari asteroid dan komet yang bertabrakan. Pada 2010, wahana antariksa Hayabusa berhasil membawa permukaan asteroid 25143 Itokawa. Untuk menganalisa air di dalamnya dilakukan penembakan ion dengan fokus pada piroksen dan besi yang ada didalamnya.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa air terkandung dalam asteroid 25143 Itokawa dengan jumlah 160 hingga 510 ppm. Selain jumlah air yang terkandung, komposisi isotop hidrogen dalam asteroid juga diteliti. Hasilnya, komposisi isotopnya mirip dengan yang ada di bumi.

3. Pengamatan SOFIA

ilustrasi pesawat antariksa (pexels.com/Pixabay)

Selain pendekatan melalui asteroid, ilmuwan juga mencoba untuk meneliti secara langsung di ruang angkasa. Pengamatan langsung ini dilakukan dari SOFIA atau Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy. Pengamatan ini menggunakan pesawat 747 dengan teleskop inframerah 2,7 meter di bagian ekor.

Dari pengamatan tersebut, nampak Komet Wirtanen yang letaknya paling dekat dengan pada Desember 2018. Dalam pengamatan tersebut, Komet Wirtanen melepaskan uap air mirip lautan ke luar angkasa. Komet ini merupakan komet hiperaktif yang yang paling banyak mengeluarkan uap air dibandingkan komet lainnya.

Selain itu, peneliti juga membandingkan H20 dan HDO dari komet tersebut dan lautan yang ada di bumi. Peneliti mengungkapkan bahwa rasio lautan di bumi dan Komet Wirtanen sama.

4. Teori hidrogen dan simulasi komputer

Ilmuwan dari Institut Teknologi Tokyo juga melaporkan teori lain terkait dari mana air berasal. Ilmuwan tersebut menyatakan bahwa lapisan hidrogen tebal mungkin pernah menutupi permukaan bumi. Sehingga ada interaksi oksida yang membentuk lautan yang ada di bumi.

Ada juga simulasi komputer pada 2017 yang melaporkan hasil penelitian dari mana air berasal. Dalam simulasi tersebut, melaporkan bahwa mantel bumi sudah tersimpan air. Saat gempa bumi dan kejadian geologis lainnya, air keluar membentuk lautan.

Selain itu, ada yang menyebutkan bahwa lautan sudah ada sejak zaman purba. Saat itu terjadi pertukaran materi di bagian dalam bumi yang menyebabkan magma naik ke permukaan bumi. Magma yang cair tersebut menjadi dingin membentuk kerak bumi dan air terlepas dari proses tersebut.

5. Distribusi air di bumi

ilustrasi gletser (pexels.com/Riccardo)

Dari semua teori tersebut tidak ada kesepakatan pasti, dari mana air berasal. Namun hal yang pasti adalah jumlah air di bumi terbatas dan tidak pernah berubah jumlahnya. Air hanya tersebar dalam di berbagai tempat yang ada di bumi.

Dikutip dari Science Learning Hub disebutkan bahwa sumber daya air terbagi menjadi delapan. 97,24% di lautan, 2,14% di lapisan es atau gletser, 0,61% air tanah, 0,009% danau air tawar. Serta 0,008% laut pedalaman, 0,005% kelembaban tanah, 0,001% atmosfer dan 0,0001% sungai.

Pertanyaan air terbuat dari apa mengandung pertanyaan tambahan air berasal dari mana. Air terbuat dari struktur kimia yang dikenal H20. Namun air berasal dari mana, masih menjadi perdebatan para ilmuwan dengan teori-teori yang sudah disimpulkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team