Setiap tahun menjelang akhir Ramadan, umat Islam di berbagai negara menunggu satu pertanyaan penting, “Kapan Idulfitri dirayakan?” Menariknya, tanggal Lebaran di Indonesia sering kali berbeda dengan yang diumumkan di Arab Saudi. Namun, Fenomena ini bukan hal baru. Bahkan dalam sejarah kalender Islam modern, perbedaan tersebut sudah berulang kali terjadi dan sering memunculkan perdebatan di ruang publik.
Jika dilihat dari sudut pandang ilmu pengetahuan, perbedaan itu sebenarnya tidak sesederhana “siapa yang benar atau salah”. Ia berkaitan dengan astronomi bulan, metode pengamatan hilal, serta perbedaan standar visibilitas bulan sabit pertama. Para astronom menjelaskan bahwa bulan sabit muda sangat tipis dan sulit dilihat, sehingga faktor geografis, atmosfer, hingga metode penentuan kalender dapat memengaruhi hasilnya. Karena itulah Indonesia—melalui Kementerian Agama Republik Indonesia—kadang menetapkan tanggal Lebaran berbeda dari pengumuman pemerintah Pemerintah Arab Saudi. Yuk, kita telusuri apa saja alasan ilmiah mengenai penetapan Lebaran yang berbeda tersebut!
