Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Fenomena Langit Jelang Lebaran 2026, Ada Komet dan Planet!

3 Fenomena Langit Jelang Lebaran 2026, Ada Komet dan Planet!
ilustrasi langit malam (unsplash.com/Tiago Ferreira)
Intinya Sih
  • Menjelang Lebaran 2026, beberapa fenomena astronomi, seperti komet, konjungsi planet, dan ekuinoks, dapat diamati dari Bumi.

  • Komet 88P/Howell mencapai perihelion pada 18 Maret 2026 dan dapat diamati dengan teleskop saat waktu sahur.

  • Pada 20 Maret 2026, terjadi konjungsi Venus dan Bulan serta ekuinoks Maret yang menandai perubahan posisi Matahari terhadap Bumi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjelang Lebaran 2026, langit malam akan dihiasi oleh fenomena astronomi yang beragam. Fenomena-fenomena ini mencakup berbagai objek dan kejadian yang dapat diamati dari Bumi pada waktu tertentu. Bagi sebagian orang, kemunculan fenomena langit menjadi momen menarik untuk mengamati keindahan alam semesta.

Terlebih, waktu kemunculan tersebut berdekatan dengan periode akhir Ramadan 2026 yang sering dipenuhi aktivitas ibadah hingga menjelang fajar. Kondisi tersebut membuat sebagian fenomena langit berpotensi diamati pada waktu sahur atau sebelum Matahari terbit. Lalu, fenomena langit apa saja yang diperkirakan muncul menjelang Lebaran 2026?

1. Perihelion komet 88P/Howell (18 Maret 2026)

ilustrasi komet 88P/Howell
ilustrasi komet 88P/Howell (unsplash.com/NASA Hubble Space Telescope)

Komet 88P/Howell akan mencapai perihelion atau titik terdekatnya dengan Matahari pada 18 Maret 2026. Fenomena ini dapat diamati dari Bumi pada waktu sahur, tepatnya pukul 03.29—05.05 WIB. Namun, karena tingkat kecerahan komet yang cukup redup, kamu tidak bisa menyaksikannya dengan mata telanjang.

Untuk mengamati komet 88P/Howell, alat pengamatan seperti teleskop atau binokular bukaan sedang sangat diperlukan. Dengan begitu, kamu dapat melihat visual komet secara lebih detail. Adapun, saat mencapai perihelion, komet 88P/Howell akan menguap karena panas Matahari sehingga memancarkan gas dan debu yang membentuk ekor bercahaya di angkasa.

2. Konjungsi Venus dan Bulan (20 Maret 2026)

ilustrasi konjungsi Venus dan Bulan
ilustrasi konjungsi Venus dan Bulan (freepik.com/Mateus Andre)

Konjungsi adalah fenomena yang terjadi ketika dua atau lebih objek astronomi tampak saling berdekatan di langit apabila diamati dari Bumi. Pada 20 Maret 2026, Venus dan Bulan akan mengalami fenomena pertemuan semu tersebut. Artinya, jika disaksikan dari Bumi, dua objek tersebut bakal terlihat saling berdekatan di langit malam.

Fenomena ini akan berlangsung pada pukul 18.15—19.05 WIB. Saat mencapai fase konjungsi, baik Bulan maupun Venus terletak di konstelasi Pisces. Bulan akan bersinar dengan kecerahan magnitudo -8,9 (sangat terang) dan Venus pada magnitudo -3,9 (kecerahan bak bintang paling terang di langit). Kabar baiknya, fenomena tersebut bisa disaksikan dengan mata telanjang atau tanpa alat pengamatan.

3. Ekuinoks Maret (20 Maret 2026)

ilustrasi musim semi
ilustrasi musim semi (unsplash.com/Joel Holland)

Dalam astronomi, ekuinoks Maret adalah peristiwa ketika Matahari tepat melintas di atas garis khatulistiwa Bumi. Fenomena ini terjadi karena posisi sumbu Bumi membuat Matahari tampak bergerak dari belahan selatan menuju belahan utara langit. Dilansir In-The-Sky.org, ekuinoks Maret 2026 akan terjadi pada 20 Maret. Pada saat itu, hampir seluruh wilayah di Bumi mengalami lama siang dan malam yang hampir sama, sekitar 12 jam.

Fenomena tersebut juga menandai pergantian musim, yaitu awal musim semi di belahan Bumi utara dan awal musim gugur di belahan Bumi selatan. Selain itu, pada hari ekuinoks, Matahari akan terbit hampir tepat di arah timur dan terbenam di arah barat di berbagai wilayah di Bumi. Oleh sebab itu, ekuinoks menjadi salah satu fenomena astronomi penting yang menunjukkan perubahan posisi Bumi terhadap Matahari sepanjang tahun.

Meski tidak menunjukkan visual yang bisa dilihat langsung dengan mata, seperti fenomena perihelion atau konjungsi, ekuinoks tetap menjadi peristiwa astronomi penting yang menandai perubahan posisi Bumi terhadap Matahari. Fenomena ini menunjukkan bagaimana pergerakan Bumi memengaruhi panjang siang dan malam di berbagai wilayah di planet kita. Jadi, fenomena langit mana yang paling ingin kamu saksikan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Science

See More