TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Fakta Toki Pona, Bahasa yang Cuma Memiliki 120 Kata Dasar

Bahasa unik yang diciptakan Sonja Lang pada 2001

needpix.com/BruceEmmerling

Toki Pona adalah bahasa buatan yang diciptakan oleh Sonja Lang pada 2001, seorang penerjemah dan ahli bahasa asal Kanada. Toki Pona adalah bahasa minimalis yang berfokus pada konsep sederhana dan menyeluruh di antara budaya-budaya. Toki Pona tidak dibuat sebagai bahasa bantu internasional, melainkan sebagai bahasa pribadi dan filosofis.

Bahasa ini terinspirasi oleh filsafat Taoisme dan dirancang untuk membantu penggunanya berkonsentrasi pada hal-hal dasar dan berpikir positif. Berikut adalah lima fakta menarik tentang Toki Pona yang mungkin kamu belum tahu.

1. Toki Pona hanya memiliki 120 kata dasar

Tabel periodik Toki Pona (commons.wikimedia.org/justamelon)

Ya, kamu tidak salah baca. Toki Pona hanya memiliki 120 kata dasar (atau pu, dalam bahasa Toki Pona), yang terdiri dari 9 konsonan dan 5 vokal. Kata-kata ini dipilih dari berbagai bahasa, seperti Inggris, Tok Pisin, Finlandia, Georgia, Belanda, Prancis, Esperanto, Kroasia, dan Cina. Kata-kata ini juga dipilih berdasarkan kemudahan pengucapan dan pengenalan oleh orang-orang dari latar belakang bahasa yang berbeda.

Meskipun jumlah kata-kata ini sangat sedikit, pengguna Toki Pona dapat mengungkapkan berbagai makna dengan menggabungkan kata-kata dasar tersebut. Misalnya, "jan pona" berarti teman (atau orang baik), "tomo tawa" berarti mobil (atau rumah bergerak), dan "soweli lili" berarti tikus (atau hewan kecil).

Baca Juga: 3 Fenomena Ajaib Hujan di Dunia, Aneh Tapi Nyata

2. Toki Pona memiliki tata bahasa yang sederhana

Tata bahasa Toki Pona (commons.wikimedia.org/Matthucwiki)

Toki Pona adalah bahasa isolasi, yang berarti bahwa kata-kata tidak mengalami perubahan bentuk sesuai dengan jumlah, waktu, atau subjek. Kata-kata hanya dihubungkan oleh partikel yang menunjukkan fungsi gramatikalnya. Misalnya, "li" digunakan untuk memisahkan subjek dan predikat, "e" digunakan untuk memisahkan predikat dan objek, dan "la" digunakan untuk memisahkan klausa pengantar dan klausa utama.

Urutan kata dalam bahasa ini biasanya adalah subjek-predikat-objek, tetapi dapat diubah sesuai dengan konteks dan penekanan. Selain itu, bahasa ini juga memiliki beberapa kata yang berfungsi sebagai imbuhan, seperti "ala" (tidak), "kin" (juga), atau "pona" (baik).

3. Toki Pona terinspirasi oleh Taoisme

ilustrasi filsafat Taoisme (worldhistory.org/Mark Cartwright)

Toki Pona dibuat dengan tujuan untuk menyederhanakan pikiran dan komunikasi penggunanya, dan untuk menciptakan bahasa yang sesuai dengan alam semesta. Toki Pona dipengaruhi oleh filsafat Taoisme, yang mengajarkan tentang keseimbangan, kesederhanaan, dan harmoni.

Toki Pona juga mengadopsi beberapa konsep dari Taoisme, seperti "ma" (bumi), "kon" (udara), "seli" (api), "telo" (air), "pimeja" (gelap), "walo" (putih), "en" (dan), "anu" (atau), dan "ale" (semua).

Toki Pona juga mencerminkan prinsip Sapir-Whorf, yang menyatakan bahwa bahasa yang kita gunakan mempengaruhi cara kita berpikir dan melihat dunia. Dengan menggunakan Toki Pona, penggunanya diharapkan dapat berpikir lebih positif, kreatif, dan damai.

4. Toki Pona memiliki banyak sistem tulisan

potret sistem tulisan Toki Pona (flickr.com/Philip Newton)

Meskipun Toki Pona biasanya ditulis dengan menggunakan alfabet Latin, banyak pengguna Toki Pona yang menciptakan sistem tulisan lain untuk bahasa ini. Beberapa sistem tulisan yang populer adalah sitelen pona (logografik), sitelen sitelen (logografik dengan alfabet silabis untuk kata-kata asing), dan berbagai sistem tulisan yang dibuat oleh komunitas pengguna Toki Pona. Sitelen pona adalah sistem tulisan resmi yang diciptakan oleh Sonja Lang, yang terdiri dari 120 simbol yang mewakili kata-kata dasar Toki Pona.

Sitelen sitelen adalah sistem tulisan yang diciptakan oleh Jonathan Gabel, yang terinspirasi oleh seni hieroglif Mesir dan Maya. Sistem tulisan ini dibuat sebagai upaya alternatif untuk menulis bahasa Toki Pona. Sistem tulisan ini menggunakan simbol-simbol yang menggambarkan makna kata-kata Toki Pona secara visual.

Verified Writer

Agam Praminsya

Tidak ingin menjadi penulis maupun pembaca, aku hanya ingin menjadi pemilik hatimu selama-lamanya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya