TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Hal Ini yang Akan Terjadi jika Kamu Berada Dekat Lubang Hitam

Gak perlu mempraktikkannya, cukup baca artikel ini

ilustrasi grafik yang dibuat untuk menggambarkan lubang hitam (unsplash.com/Aman Pal)

Dalam sains astronomi, lubang hitam atau black hole mungkin terdengar cukup familier di telinga kita. Bahkan, beberapa kisah tentang lubang hitam sudah menjadi salah satu plot yang disuntikkan ke dalam film atau game berjenis scifi. Hingga saat ini, ilmuwan dan para ahli pun masih mempelajari objek misterius tersebut dengan cermat.

Namun, tak sedikit pula yang sangat penasaran dengan keberadaan lubang hitam. Well, kali ini, kita akan mengetahui apa yang akan terjadi jika manusia berada di dekat lubang hitam.

Perlu diingat beberapa hal di bawah ini bukanlah sebuah kepastian mutlak, melainkan prediksi sains yang sudah digagas dan diperhitungkan oleh ilmuwan. Yuk, simak artikelnya!

1. Kondisi waktu yang kamu alami tak akan sama lagi

ilustrasi jam pasir (unsplash.com/Aron Visuals)

Dalam sains, waktu bisa diartikan sebagai sebuah dimensi yang merangkai semua kejadian secara berurutan di kehidupan kita. Nah, karena waktu dianggap sebagai dimensi, ia pun punya sifat-sifat dimensi pada umumnya, salah satunya adalah relatif. Hal ini tak bisa dilepaskan dari konsep relativitas yang digagas oleh Albert Einstein. Jadi, secara singkat, waktu si pengamat dengan waktu si pelaku akan berjalan tidak bersamaan.

Jika kamu ada di dekat lubang hitam, mungkin kamu hanya merasakan waktu yang normal alias biasa-biasa saja. Namun, bagi orang lain di bumi yang sedang menyaksikan kamu, waktu bergerak sangat lama. Bisa saja 1 hari keberadaanmu di lubang hitam ternyata setara dengan beberapa bulan atau tahun waktu bumi.

Hal ini diakibatkan adanya gravitasi masif di sekitar lubang hitam yang akan melengkungkan waktu.

Baca Juga: 10 Fakta Sains Black Hole, Lubang Hitam yang Ditakuti di Alam Semesta

2. Dimensi ruang juga akan melengkung

ilustrasi lubang hitam berdasarkan penjelasan NASA (dok. NASA/Jeremy Schnittman)

Ruang dalam sains juga dianggap sebagai dimensi. Berbicara mengenai lubang hitam, kelengkungan ruang dan waktu di sana jelas akan terjadi.

Florida Atlantic University dalam lamannya menjelaskan bahwa kondisi tiga dimensi yang kita alami akan berubah total jika kita berada sangat dekat dengan lubang hitam. Hal itu bisa terjadi akibat deformasi dimensi.

Deformasi dimensi merujuk pada perubahan dimensi, baik itu wujud, ukuran, dan segala hal yang berkaitan dengan fisik. Nah, dalam teorinya dinyatakan bahwa deformasi dimensi bisa dipengaruhi oleh massa dan energi dari suatu objek di angkasa. Makin besar massa, makin besar pula gravitasinya dan ini akan menyebabkan ruang mengalami deformasi dimensi.

3. Kamu akan berada di dimensi yang lebih tinggi

ilustrasi kondisi ruang dan waktu dalam singularitas (wikimedia.org/OpenStax University Physics)

Dilansir Space, dekat dan bahkan berada di dalam lubang hitam akan membawa kita ke dalam kondisi singularitas. Apa itu? Secara sederhana, singularitas bisa diartikan sebagai kondisi ruang dan waktu yang terkompresi sedemikian rupa akibat gravitasi yang nyaris tak hingga dalam penghitungan relativitas umum. Ini jelas akan menghancurkan konsep ruang dan waktu yang kita kenal selama ini.

Jika konsep ruang dan waktu di dalam tiga dimensi berubah, bisa saja singularitas akan membawamu pada tatanan dimensi yang lebih tinggi, yakni dimensi ke-4 atau 5.

Meskipun terkesan kontroversial, gagasan mengenai dimensi ke-4 dan 5 bisa dijadikan salah satu prediksi yang cukup dimungkinkan manakala memasukkan semua variabel yang ada di objek lubang hitam.

4. Kamu akan berada di alam semesta yang lain

ilustrasi nebula di alam semesta (unsplash.com/Aldebaran S)

Apakah kamu percaya dengan konsep multiverse atau multisemesta? Ya, konsep ini merujuk pada keberadaan alam semesta yang jamak alias banyak.

Di luar alam semesta yang kita tinggali saat ini, ada alam semesta lainnya yang juga merepresentasikan kehidupan kita, hanya saja dengan posisi dan porsi yang berbeda. Nah, lubang hitam mungkin bisa dijadikan jawaban akan hal ini.

Meskipun terdengar fiktif dan gak masuk akal, beberapa ilmuwan menyatakan bahwa multisemesta itu nyata. Fisikawan bernama Hugh Everett pernah menggagas keberadaan multiverse pada 1957. Ia beranggapan bahwa alam semesta ini tidak bediri secara tunggal, ada semesta-semesta lainnya yang mungkin hidup berdampingan dengan kita.

So, bagaimana menurutmu? Apakah kamu juga setuju dengan gagasan ini?

Baca Juga: 5 Fakta White Hole, Kembaran Black Hole yang Serupa Tapi Tak Sama

Verified Writer

Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya